
Jonathan menatap layar ponsel nya. Ada pesan masuk dari Tristan yang mengajak nya untuk bertemu. Jonathan bisa menebak apa yang akan Tristan bicarakan dengan nya. Jonathan pergi ke kamar tamu untuk berpamitan pada Mega, pintu kamar tidak tertutup dengan rapat hingga Jonathan bisa melihat apa yang sedang Mega lakukan. Gadis itu sedang berdiri di depan lemari dan memandang isi di dalam nya dengan tatapan takjub. Sejak memutuskan membawa Mega ke rumah itu Jonathan memang sudah mempersiapkan segala keperluan gadis itu. Secara khusus dia meminta stylish nya untuk menyiapkan pakaian untuk Mega.
Tok tok tok
"apa aku boleh masuk?" ucap Jonathan dari daun pintu.
"masuk lah" sahut Mega. "apa ini Jo, baju-baju itu aku tidak bisa memakai nya"
"memang kenapa?"
"karena harga baju-baju itu sangat mahal. Di tambah lagi hanya ada dress di lemari itu, dan itu sama sekali bukan selera ku. Aku lebih suka memakai pakaian santai seperti kaos dan celana jeans" keluh Mega.
Jonathan tersenyum, saat ini mimik wajah Mega bagi nya terlihat sangat menggemaskan. "sementara kau pakailah dress-dress itu. Pilih lah yang membuat mu merasa nyaman. Besok aku akan meminta orang-orang ku untuk menyiapkan pakaian yang lebih santai"
"tidak-tidak, maksud ku bukan begitu. Aku bisa pulang dan mengambil baju-baju ku. Kau tidak perlu membeli baju baru lagi, ini saja sudah sangat banyak dan semua nya masih baru" semua dress yang ada di lemari itu masih terpasang merek dan harga. Dan itu benar-benar membuat Mega merasa tidak enak.
"sementara kau tidak bisa pulang ke rumah mu, karena aku yakin 100% para wartawan itu pasti masih mengepung rumah mu. Kau akan lebih aman tinggal disini, dan satu lagi jangan merasa sungkan karena aku memang menyiapkan baju-baju itu khusus untuk mu".
Mega ternganga mendengar nya. Dia tahu Jonathan memang kaya raya tapi kenapa dia harus menghabiskan banyak uang untuk membeli semua baju-baju itu. Dan di lemari itu juga terdapat beberapa tas, asessoris dan beberapa pasang sepatu.
"sudah lah berhenti berfikir hal yang tidak perlu" Jonathan mengusap kening Mega yang terlihat mengerut. "aku harus pergi, ada seseorang yang harus aku temui. Jika kau butuh sesuatu kau bisa minta pada para pelayan. Dan satu lagi, anggaplah ini sebagai rumah mu sendiri, jangan sungkan. Ok?".
"baiklah" jawab Mega.
__ADS_1
Jonathan mengendarai mobil nya menuju hotel milik Tristan. Setelah sampai Jonathan tidak lupa memakai masker dan topi sebelum keluar dari mobil nya agar orang-orang tidak mengenali nya. Mungkin para pekerja di hotel itu sudah faham dengan diri nya dan tetap bisa mengenali nya meski dia memakai topi dan masker. Tapi setidak nya mereka hanya akan diam saja saat melihat nya. Berbeda jika ada tamu hotel atau wartawan, jika mereka mengenali nya tentu saja mereka akan heboh dan langsung mendatangi nya. Bergegas Jonathan menaiki lift khusus yang membawa nya langsung ke penthouse milik Tristan.
Begitu masuk ke penthouse ternyata bukan hanya ada Tristan, melainkan Jason dan Tessa juga ada di sana. Jonathan langsung mendudukan diri nya di sofa tunggal yang tersisa.
"jadi ada apa kau memanggilku?" tanya Jonathan sambil menatap Tristan. Dia bahkan mengabaikan Tessa yang sudah menangis di tempat nya.
"apa kau berkencan dengan gadis itu?" tanya Tristan langsung pada inti nya.
"jika iya memang kenapa?"
"Jo..!!!" teriak Tessa tidak terima.
"kau tahu bagaimana hubunganku dengan nya bukan?" tanya Tristan lagi.
"tentu saja. Mega sudah menceritakan semua nya kepada ku. Kau pura-pura mengakui nya sebagai kekasih mu hanya gara-gara kau ingin membalas Divya. Jadi apa masalah mu?"
"kau hanya perlu mengklarifikasi pada mereka bahwa kalian tidak memiliki hubungan apapun. Dengan begitu masalah nya akan selesai bukan?"
Tristan menyugar rambut nya dengan kasar. "masalah nya tidak semudah itu. Dia juga sudah mengakui ku sebagai kekasih nya di depan teman-teman nya. Lalu apa kau pikir mereka akan berhenti membicarakan nya? kurasa tidak. Yang ada dia akan mendapat omongan yang lebih buruk dan lebih menyakitkan".
Jonathan terkejut mendengar nya karena Mega tidak mengatakan pada nya sudah mengakui Tristan sebagai kekasih nya di depan teman-teman nya.
Jason sejak tadi hanya diam mengamati kedua teman nya. Dia bisa melihat jika Jonathan tidak menutupi rasa suka nya pada Mega. Berbeda dengan Tristan yang terlihat cuek namun diam-diam juga menyukai gadis yang sama. "aku merasa kasihan pada gadis itu, kenapa dia harus terlibat dengan kalian berdua. Lihatlah mulai sekarang hidup nya pasti tidak akan sama lagi".
__ADS_1
"sekarang di mana dia?" tanya Tristan.
"kau tidak perlu khawatir. Dia berada di tempat yang aman, dia ada di rumah ku" jawab Jonathan.
"kenapa kau membawa nya ke rumah mu? kenapa kau sama sekali tidak pernah melihatku.!!" seru Tessa marah. "apa yang harus aku lakukan agar kau membalas cintaku? Katakan?!! Aku sangat mencintai mu Jo, apa kau dengar? Aku ini sangat mencintai mu"
"Tessa, sudah ku bilang berulang kali kalau aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri. Aku tidak mungkin memiliki perasaan melebihi kasih sayang seorang adik" tutur Jonathan, mencoba menegaskan untuk yang ke sekian kali nya agar Tessa berhenti mencintai diri nya.
Tessa tertawa getir mendengar kata-kata yang sama, kata-kata yang selalu Jonathan gunakan untuk menolak nya. "jika aku tidak bisa mendapatkan mu, maka aku pastikan dia juga tidak akan bisa mendapatkan mu"
"apa maksud mu?" tatapan mata Tessa terlihat menakutkan dan Jonathan takut Tessa akan berusaha mencelakai Mega.
"kita lihat saja nanti" Tessa tersenyum jahat kemudian berlalu pergi.
"tidak perlu menghiraukan Tessa. Aku masih bisa mengendalikan bocah itu" tutur Tristan.
Sementara itu di rumah Jonathan, Mega yang sedang duduk menyendiri di tepi kolam renang terkejut dengan kedatangan ayah Jonathan yang menghampiri nya.
Melihat sang tuan rumah ada di hadapan nya, Mega cepat-cepat berdiri dan menunduk sopan. "hallo tuan, perkenalkan nama saya Mega. Saya adalah teman Jonathan".
Bukan nya menjawab, ayah Jonathan justru membicarakan hal lain yang tidak terduga. "Jonathan lahir bukan hasil dari pernikahan yang sah. Aku mengenal ibu nya setelah tiga tahun menikah dengan istriku. Saat itu aku sedang melakukan perjalanan bisnis, dan aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada ibu nya. Meski sembunyi-sembunyi hubungan kami terus berlanjut hingga akhir nya Jonathan lahir. Saat itu istri ku adalah seorang model dan dia menolak mengandung anak ku karena dia pikir itu bisa merusak keindahan tubuh nya. Sampai akhir nya saat Jonathan berusia sepuluh tahun, istriku mengetahui hubungan gelap kami. Dan tanpa sepengetahuan ku, istri ku menyewa pembunuh bayaran dan mereka membakar rumah yang di tempati Jonathan dan ibu nya. Dalam insiden itu mereka selamat dan karena ingin melindungi mereka maka aku membawa mereka tinggal di sini bersama dengan istriku. Aku berpikir mereka akan aman dalam pengawasan ku. Awal nya istriku memang menolak kehadiran mereka, tapi setelah aku terus membujuk nya dia setuju menerima mereka dengan syarat Jonathan juga harus mengakui diri nya sebagai ibu. Aku telah bersikap tidak adil pada mereka. Karena di depan keluarga besar dan rekan bisnis ku, aku juga mengakui Jonathan sebagai anak ku dan istri ku. Aku terlalu pengecut untuk mempublikasikan perselingkuhan ku, selain itu aku juga tidak ingin anak-anak di lingkungan ku mengecap Jonathan sebagai anak haram. Aku tahu di belakangku istriku memperlakukan ibu Jonathan dengan buruk, tapi aku tetap membiarkan hal itu karena aku pikir selama istri ku tidak membahayakan Jonathan dan ibu nya maka aku masih bisa memaklumi nya. Sampai pada akhir nya, saat Jonathan berusia lima belas tahun ibu nya meninggal. Dan istri ku lah yang telah membunuh nya. Karena ternyata, selama lima tahun sedikit demi sedikit dia selalu menambahkan racun di setiap makanan ibu Jonathan. Dan racun itu lah yang menggerogoti tubuh nya hingga setiap hari nya tubuh nya terus melemah hingga akhir nya dia tiada. Bahkan setelah mengetahui hal itu aku masih membiarkan istri ku dan tidak menjebloskan nya ke dalam penjara. Bukankah aku ini memang terlalu jahat, dan Jonathan memang pantas untuk membenci ku bukan?".
Mega menangis mendengar cerita kisah hidup Jonathan dan ibu nya. Serumit itu kah kehidupan Jonathan selama ini? Timbul amarah dalam diri Mega kepada ayah Jonathan. Bagaimana bisa seseorang bisa membiarkan ketidak adilan seperti itu terjadi di depan mata nya sendiri? Dan yang Mega lebih tidak habis pikir ayah Jonathan membiarkan pembunuh wanita yang di cintai nya bebas berkeliaran tanpa menerima hukuman atas kejahatan nya.
__ADS_1
"anda bilang anda mencintai ibu Jonathan bukan? Tapi maaf tuan, menurut saya anda sama sekali tidak pernah mencintai ibu Jonathan. Anda hanya menjadikan nya alat untuk melahirkan anak anda. Karena nyata nya anda bahkan lebih memilih hidup bersama seorang pembunuh di bandingkan dengan beliau. Mungkin bagi anda istri anda yang telah membunuh nya. Tapi menurut sudut pandang saya anda lah yang telah membunuh nya. Anda menjadikan nya wanita simpanan kemudian membuat nya menderita hingga akhir khayat nya. Ketahuilah tuan, sakit batin itu lebih menyakitkan dari pada sakit fisik" setelah mengatakan isi hati nya Mega pergi meninggalkan ayah Jonathan. Enggan berlama-lama bersama pria tua itu, jika tidak maka Mega mungkin bisa saja memukul pria tua itu karena terlalu emosi.
Bersambung.....