
Beberapa langkah yang telah kita lakukan memang tidak semua nya sempurna. Tidak semua nya baik dan berguna. Kadang ada langkah kita yang justru membuat penyesalan di kemudian hari. Kadang manusia baru sadar seteleh kehilangan, baru sadar besar nya nikmat saat sudah lenyap. Baru merasakan penting jika sudah tidak dalam genggaman. Begitulah, manusia terlalu sibuk menuntut, terlalu banyak ingin hingga mata nya tertutup saat melihat melihat nikmat.
Penyesalan selalu datang belakangan. Memang begitu. Tidak akan ada yang berubah, karena semakin diri ini menggaungkan sesal, semakin gelap pula pandangan gegara wajah berbanjirkan air mata. Merasa menyesal memang perlu, sebagai tanda bahwa kita menyadari kesalahan yang kita perbuat. Namun ada yang lebih penting, yaitu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.
Umumnya yang membuat ada nya penyesalan karena ada nya rasa kecewa dengan keaadaan yang melahirkan reaksi negatif karena keinginan yang di harapkan tak sesuai dengan harapan dan kenyataan yang terjadi atau yang diterima. Ayah Jonathan telah di butakan oleh cinta nya kepada sang istri. Hingga apapun yang di lakukan istri nya, ayah Jonathan selalu bisa memaafkan. Bahkan dia menerima saat istri nya menolak untuk menggandung anak nya, padahal dia sangat menginginkan ada nya seorang anak dalam keluarga nya. Rasa kecewa kepada sang istri yang terpendam membuat ayah Jonathan sampai gelap mata hingga nekat menjalin hubungan dengan wanita lain. Dan dia merasa sangat bahagia saat Jonathan lahir ke dunia. Kebahagiaan itu telah membutakan mata dan hati nya, hingga dia hanya fokus pada Jonathan dan sang istri. Dia melupakan bahwa masih ada wanita lain yang patut ia perhatikan dan butuh perlindungan nya.
Bertahun-tahun ayah Jonathan tidak pernah memasuki kamar putra nya. Itu karena Jonathan melarang nya memasuki area di mana ada foto sang ibu yang terpajang. Jonathan tidak pernah membiarkan ayah nya melihat foto sang ibu karena bagi nya hal itu justru akan semakin menambah kebencian nya pada pria tua itu. Namun kali ini, untuk pertama kali nya ayah Jonathan melanggar perintah putra nya. Dengan tangan gemetar di buka nya pintu kamar Jonathan. Dia masuk dan langsung bersimpuh di bawah foto ibu Jonathan.
"Sofia.... Aku menyesali pilihan ku yang tidak tepat karena mesti nya aku bisa lebih baik, tetapi justru berakhir berantakan seperti ini." tutur ayah Jonathan di sela isakan tangis nya. "putra kita memang pantas membenci ku, aku memang layak mendapatkan nya. Penyesalan ku adalah pernah hadir ke dalam kehidupan mu dan menghancurkan kesempurnaan mu. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan diri ku saat ini, kecuali mengatakan aku sangat menyesal. Saat aku berkata aku mencintaimu, aku bersungguh-sungguh. Tapi pada akhir nya aku justru menyakiti mu, sekarang aku minta maaf dan aku juga bersungguh-sungguh. Dengan hati yang sakit, jiwa yang sedih, dan kepala tertunduk. Aku meminta maaf kepada mu tanpa syarat. Sayang, aku benar-benar minta maaf...."
"sayang?" seru Jonathan dari ambang pintu. "jangan pernah ucapkan kata-kata seperti itu di hadapan ibu ku.!!"
"Beri aku satu kesempatan untuk menunjukkan kepada mu bahwa aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aku tidak sempurna, aku membuat kesalahan, aku menyakiti mu dan ibu mu. Tapi ketika aku meminta maaf, aku bersungguh-sungguh. Menangisi penyesalan ku, aku tahu ini mungkin karma, dan aku terima karma ini, kenyataan jika waktu tidak akan bisa kembali lagi, karena itu izinkan aku menebus semua kesalahan ku.."
"bagaimana kau akan menebus nya? Katakan?. Ibu ku sudah tiada, kau tidak akan pernah bisa menebus semua kesalahan mu pada nya." Jonathan berusaha menahan air mata nya agar tidak terjatuh.
Mega yang mendengar pertengkaran ayah dan anak itu segera pergi menghampiri mereka. Kesedihan terpancar jelas dari wajah kedua nya. Meski baru mendengar sepenggal cerita, Mega bisa memahami kebencian, kekecewaan dan amarah yang Jonathan rasakan. Tapi Mega juga tahu jika ayah Jonathan benar-benar telah menyesali perbuatan nya di masa lalu.
__ADS_1
"haruskah aku pergi menyusul ibu mu agar aku bisa langsung meminta maaf pada nya?"
"cih, kau terlalu percaya diri sekali. Apa kau pikir di akhirat ibu ku akan bersedia menemui mu?" ucap Jonathan dengan nada mengejek.
Ayah Jonathan diam seribu bahasa. Benar apa yang di katakan Jonathan, Sofia belum tentu mau menemui pendosa seperti diri nya. Bahkan bisa saja kebencian wanita itu lebih besar dari pada Jonathan.
"keluarlah, tidak perlu membuang waktu untuk melakukan hal yang tidak berguna" usir Jonathan.
Dengan wajah tertunduk ayah Jonathan berjalan keluar dari kamar putra nya. Ayah Jonathan melewati Mega dan hanya menatap gadis itu tanpa mengatakan apapun. Tentu saja Mega merasa iba, karena di usia nya yang sudah tidak muda lagi, ayah Jonathan harus hidup tersiksa karena kebencian dari putra nya sendiri.
Mega menatap punggung Jonathan yang membelakangi nya. Punggung itu bergerak seiring dengan tarikan nafas nya yang memburu. Saat ini Jonathan pasti dalam keadaan emosi. Mega berfikir mencoba mencari cara untuk menghibur pria itu.
Hanya dengan melihat Mega bisa membuat emosi Jonathan mereda. Dia tersenyum manis melihat Mega yang mengenakan dress, tampak lebih cantik dan anggun.
"kau tampak cocok dengan baju itu"
"benarkah? Menurutku ini juga tidak buruk" Mega berjalan mendekati Jonathan dan menggandeng lengan pria itu. "ayo ajari aku berenang"
__ADS_1
Jonathan mengangkat alis nya. "besok saja, ini kan sudah sore. Bukankah sebentar lagi kau harus berangkat bekerja?"
"ah kau benar" karena ingin menghibur Jonathan, Mega sampai melupakan jika sudah waktu nya dia berangkat bekerja. "Jo, bagaimana dengan sepeda ku?"
"tidak perlu memikirkan nya. Aku yang akan mengantar mu pergi bekerja. Ayo sana bersiaplah"
Dalam perjalanan ke hotel, pikiran Mega terus berkecamuk memikirkan tentang ayah Jonathan. Entah kenapa perasaan Mega tidak bisa tenang, seperti ada ketakutan yang di rasakan. "Jo, setelah mengantarku apa kau akan pergi ke suatu tempat?"
"aku harus menemui menejer ku, ada hal yang harus kami bicarakan. Memang nya kenapa?"
Mega menarik nafas panjang agar dia bisa lebih tenang. Topik pembicaraan tentang ayah Jonathan cukup sensitif bagi pria itu. Dan Mega harus memilih dan memilah kata-kata yang tepat agar tidak sampai menyinggung nya. "maaf sebelum nya, sebenar nya tadi aku mendengar perdebatan mu dan ayah mu" Mega diam sesaat untuk melihat ekspresi Jonathan. Saat melihat pria itu masih tetap tenang Mega pun melanjutkan kalimat nya. "saat dia mengatakan ingin menyusul ibu mu, entah kenapa aku merasa bahwa dia seperti benar-benar akan melakukan nya. Sejak tadi aku merasa gelisah, aku tidak tahu kenapa aku bisa sampai berpikiran sejauh itu, tapi Jo, aku mohon padamu setelah ini kembali lah ke rumah dan periksa keadaan nya. Seperti nya aku baru bisa tenang setelah kau memastikan keadaan nya baik-baik saja"
Cukup lama Jonathan terdiam, ingin rasa nya dia menolak tapi entah kenapa dia tidak bisa. Tatapan mata gadis itu benar-benar bisa meruntuh kan dinding pembatas antara dia dan ayah nya. "baiklah"
Mendengar Jonathan bersedia melakukan nya membuat Mega bisa bernafas lega. "Apa fungsi nya menyimpan amarah, jika sifat itu bakal membuat mu lebih menderita. Rasa benci, amarah, dan dendam hanya akan melukai diri sendiri. Bantulah hati mu untuk memaafkan. Sebab memaafkan orang lain akan terasa berat apabila tidak berasal dari hati".
Hubungan antarmanusia itu memang rumit. Terkadang membawa kebahagiaan dan bisa saling membantu. Namun tak jarang juga jalinan itu membuat seseorang merasakan kesedihan. Ada nya salah paham, permasalahan, sikap ego, amarah, membuat hubungan dengan orang lain bisa renggang. Jika tak ingin hubungan semakin buruk harus ada kata maaf yang terucap. Kata 'maaf' memang mudah untuk di ucapkan, tapi sulit di lakukan. Tak semudah membalikkan tangan. Acap kali terselip rasa gengsi yang membuat kata itu tidak bisa sampai. Begitu pula dengan kata 'memaafkan'. Kata memaafkan juga bukan perkara gampang. Apalagi mengingat perbuatan yang telah melukai hati.
__ADS_1
Bersambung.....