Air Mata Mega

Air Mata Mega
Sebelas


__ADS_3


Kecewa karena cinta tentu akan berimbas pada sakit hati dan kekecewaan, karena hal ini merupakan reaksi emosional kesedihan yang tak terkendali terhadap peristiwa yang menyakitkan yang di alami. Sehingga memunculkan kekecewaan terhadap seseorang yang membohongi lalu membuat perasaan sedih sakit hati menumpuk menjadi benci yang terkadang membuat patah hati. Kecewa tentang kehidupan itu biasa terjadi dan dialami oleh mereka yang merasakan sakit nya patah hati karena cinta, namun hal seperti ini juga tak bisa di biarkan berlarut-larut. Bangkit dan melupakan kekecewaan terhadap seseorang yang mengecewakan, tidak membalas sakit hati karena itu hanya akan menambah masalah baru.


Tristan mengepalkan tangan nya, berusaha menahan luapan emosi yang hampir meledak. Mata nya memerah menahan tangis. Divya adalah satu-satu nya wanita yang bisa membuat nya merasakan indah nya cinta. Divya yang membuat nya percaya bahwa cinta akan selalu membawa kebahagiaan. Nyata nya sekarang Divya justru membuat luka yang begitu dalam di hati nya. Mengatas namakan cinta sebagai sebuah alasan membuat Tristan jatuh semakin dalam di lubang kehancuran yang sama.


Melihat keadaan bos nya yang terlihat sedang tidak baik-baik saja membuat Mega merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Kemudian dia teringat dengan cara yang ibu panti ajar kan untuk bisa meredam emosi. Dengan berani Mega memegang kedua tangan Tristan dan meletakkan nya di pundak pria itu dengan posisi menyilang. "tutup mata anda tuan"


Tristan menatap Mega dengan tatapan datar, merasa enggan mengikuti perintah gadis itu. Tapi kemudian Mega menggunakan tangan nya untuk menutup mata Tristan. "percayalah ini bisa membuat anda merasa lebih baik" ucap nya meyakinkan. "Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Lakukan itu sebanyak tiga kali"


Tristan mengikuti arahan Mega, dia menarik nafas dalam kemudian membuang nya perlahan dan mengulangi nya tiga kali. Dan benar saja Tristan jadi merasa jauh lebih baik, emosi nya perlahan mulai mereda. "dari mana kau tahu tentang cara ini?"


"ibu panti yang mengajarkan nya. Beliau selalu bilang bahwa cara ini ampuh untuk meredakan emosi. Lebih tepat nya harus ada seseorang yang memeluk untuk bisa menenangkan". jawab Mega.


Itulah sebab nya Mega meletakkan tangan Tristan di kedua pundak pria itu. Seolah-olah seperti ada orang yang sedang memeluk nya. Tristan tersenyum tipis, jika itu wanita lain pasti mereka akan senang hati memeluk nya. Tapi rupa nya Mega berbeda, dia tidak ingin melakukan skin ship dengan nya dan lebih memilih membuat Tristan memeluk diri nya sendiri. "terimakasih"


"sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi" pamit Mega dan berjalan menuju kamar mandi untuk memanggil Zea dan mereka berdua keluar dari penthouse.


"jangan merasa saat ini kau berada di atas awan.." ucap Zea sinis. Saat ini mereka berada di dalam lift untuk turun.


"apa maksudmu?" tanya Mega tak mengerti.


"bos baru saja mengakuimu sebagai kekasih nya. Aku yakin bos melakukan itu hanya untuk membuat mantan pacar nya merasa cemburu. Jadi jangan besar kepala"


Mega mengerutkan kening nya. Tanpa Zea mengatakan nya Mega pun sudah tahu bahwa pengakuan itu hanya main-main. "aku bahkan tidak memikirkan nya sama sekali. Jika kau tidak membahas nya aku pasti sudah melupakan nya"


Jawaban Mega terdengar sombong bagi Zea, dan itu membuat nya merasa jengkel. "kau tidak secantik itu untuk bisa mendekati bos"


Mega memutar bola mata nya malas. "sebenar nya ada masalah apa kau dengan ku, hmm...? Sejak awal aku tahu kau tidak menyukaiku, dan sekarang kau berusaha menghinaku. Memang apa yang aku lakukan sampai-sampai membuatmu bertindak sejauh ini?".

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan Zea langsung keluar begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Mega. Mega menatap kepergian Zea, dia menggelengkan kepala nya tidak habis pikir dengan tingkah Zea yang menurut nya kekanak-kanakkan.


"tunggu"


Langkah Mega terhenti saat mendengar suara yang tidak asing bagi nya.


"ada apa tuan?" tanya Mega saat Tristan sudah berdiri di hadapan nya.


"ini" Tristan mengulurkan sebuah kotak kecil yang Mega kenali. "untuk mu"


Mega menatap kotak itu dengan pandangan bertanya-tanya. Bukan kah bos melarang nya untuk memegang kotak itu. Lalu kenapa saa ini dia memberikan kotak itu pada nya.


"ambil lah" ucap Tristan lagi.


Mega masih tetap saja bergeming, hingga akhir nya Tristan menyerahkan kotak itu ke tangan Mega dengan paksa.


"tidak tuan, sunggu anda tidak perlu memberikan gelang ini untuk saya" tolak Mega.


"aku tidak suka berhutang budi pada orang lain. Jadi ambil ini atau kau ku pecat" Tristan mengatakan nya dengan santai hanya untuk menakut-nakuti Mega.


Mendengar kata di pecat sudah membuat Mega merasa takut. Entah kenapa akhir-akhir ini banyak orang yang mengancam akan memecat nya. Hari itu Tessa, dan sekarang kakak nya.


Melihat Mega menerima pemberian nya membuat Tristan tersenyum puas. Dia pun berlalu pergi meninggalkan gadis itu tanpa mengatakan apapun lagi.


Mega membuka kotak berisi gelang pemberian Tristan. Mega tahu jika gelang itu berasal dari sebuah brand ternama dan pasti memiliki harga yang mahal. Mega tak habis pikir kenapa Tristan memberikan gelang itu untuk nya. Mega yang tidak terbiasa memakai barang mahal akhir nya hanya menyimpan gelang itu tanpa berniat memakai nya. Dia takut jika memakai gelang itu maka dia bisa menghilangkan nya kapan saja.


Malam hari nya Divya pergi ke club malam. Sepanjang hari dia merasa sedih karena Tristan telah menunjukan rasa benci nya. Semenjak mengenal pria itu baru hari ini Divya melihat Tristan menatap nya penuh dengan rasa kecewa dan amarah yang nyata.


Entah sudah berapa gelas minuman yang sudah Divya habiskan. Tapi rasa sakit itu masih saja tetap terasa. Divya berpikir jika dia mabuk maka dia bisa melupakan rasa sakit hati nya.

__ADS_1


"kak Divya" Tessa yang baru memasuki club tercengang melihat kehadiran mantan kekasih dari kakak nya. Di tambah lagi keadaan Divya yang sangat kacau. Rambut nya terlihat kusut, tidak tertata dengan rapi seperti biasa nya. Bahkan make up nya pun sudah luntur.


"Tessa..." Divya bangkit dari kursi nya dan langsung memeluk Tessa.


"kak Divya apa-apaan ini, lepaskan" Tessa berusaha menolak pelukan Divya.


Saat Divya berpacaran dengan Tristan hubungan mereka memang cukup baik. Tapi saat Divya pergi meninggalkan kakak nya begiti saja, membuat Tessa merasa marah dan tidak terima, seolah Divya sudah mencampakan kakak nya. Tessa menyaksikan sendiri bagaimana kesedihan dan kehancuran kakak nya saat Divya pergi.


"Tessa apa kau sekarang juga membenciku? Apa kau juga tidak mau berteman denganku lagi?" tanya Divya meracau, bahkan saat ini dia sudah menangis.


"kau mabuk kak, sebaik nya kau pulang saja" Tessa enggan meladeni orang mabuk karena itu tidak ada guna nya.


"kenapa? Apa karena sekarang kakak mu sudah memiliki kekasih baru makan nya kau menolak berbicara dengan ku?".


Tessa mengerutkan alis nya. "kekasih baru? apa yang kakak bicarakan?".


"pagi ini Tristan mengenalkan kekasih baru nya padaku. Aku yakin kau pasti sudah tahu tentang kekasih baru nya bukan?"


"aku tidak tahu. Sudah lah kak, kau mabuk jadi bicara mu melantur kemana-kemana" Tessa tidak menganggap serius ucapan Divya.


"hiks... Tessa, aku tahu aku salah karena sudah meninggal kan Tristan. Dia pantas untuk marah dan membenciku. Tapi kenapa rasa nya sakit sekali saat mengetahui ada wanita lain yang menggantikan posisiku. Aku sangat mencintai Tristan, percayalah Tessa aku masih sangat mencintai nya" ucap Divya dengan beruraian air mata.


"memang siapa kekasih baru kak Tristan yang kau maksud?"


"Mega. Tristan mengatakan nama nya Mega"


Mendengar nama Mega membuat Tessa merasa shock. Dia berpikir mungkinkah Mega yang di maksud adalah cleaning service yang bekerja di hotel kakak nya? Jika memang dugaan nya benar maka Tessa merasa tidak terima. Setelah mendekati Jonathan sekarang gadis itu berusaha mendekati kakak nya? Tidak bisa, Tessa tidak akan membiarkan gadis itu mendekati kakak nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2