Air Mata Mega

Air Mata Mega
Empat


__ADS_3

Saat terbangun Mega tidak melihat keberadaan Jonathan. Mega berpikir mungkin pria itu sudah pergi meninggalkan nya, tapi rupa nya ia salah. Beberapa menit kemudian Jonathan datang dengan membawa makanan untuk nya.


"makanlah, aku yakin kau pasti lapar" ucap Jonathan dan meletakkan makanan yang ia beli di hadapan Mega.


"terimakasih" Mega kesulitan membuka bungkus makanan nya karena tangan kanan nya di infus.


Jonathan yang peka pun langsung mengambil alih makanan itu kemudian membuka nya. Ia mengambil sendok untuk menyuapi Mega. "ini, makanlah"


"tidak perlu, saya bisa makan sendiri" tolak Mega merasa sungkan karena terus merepotkan pria di depan nya.


"kau ini sedang sakit, jadi tidak perlu banyak protes. Buka saja mulut mu"


Jonathan berbicara dengan nada tegas membuat Mega mau tak mau membuka mulut nya. Mega menerima setiap suapan dari Jonathan hingga makanan itu habis tak bersisa.


"good girl" ucap Jonathan, merasa puas karena Mega menghabiskan makanan nya. "sekarang minum obat mu"


Mega memperhatikan Jonathan yang menurut nya berpenampilan aneh. Mega menyadari jika pria itu tidak pernah melepas topi dan masker nya. Di tambah lagi pria itu menggunakan pakaian serba hitam dan terlihat jika pakaian yang Jonathan kenakan bukan lah pakain biasa melainkan pakaian dari brand ternama dengan harga yang fantastis. "tuan, terimakasih sudah menolongku"


"panggil saja aku Jonathan. Aku belum setua itu untuk di panggil tuan" tutur Jonathan.


Mendengar itu membuat Mega teringat dengan pria yang bernama Jason. Dia juga menolak di panggil tuan dengan alasan serupa.


"Mega, apa kau benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Jonathan ingin memastikan.


"dari mana anda tahu nama saya?" Mega merasa belum memperkenalkan diri nya.


Jonathan menunjuk name tag di seragam Mega membuat Mega mengerti. "tidak perlu bicara formal kepadaku".


"maaf, tapi aku memang tidak mengenal mu. Apa kita pernah bertemu atau mengenal sebelum nya?" kata Mega berhenti memakai bahasa formal sesuai permintaan pria itu.


"baiklah. Tidak perlu membahas ini lagi" ujar Jonathan. Karena seperti nya Mega memang tidak mengenali nya sebagai penyanyi terkenal. "dokter mengatakan kau sudah bisa pulang. Dengan catatan kau harus menjaga tubuh mu agar tidak kelelahan dan kau harus makan dengan baik"


Mega merasa senang karena tidak perlu menginap terlalu lama di rumah sakit. karena pasti biaya di rumah sakit sangat mahal dan gajinya belum tentu cukup untuk membayarnya.


Setelah suster melepas selang infus nya dan kemudian pergi. Mega merasa heran karena suster pergi begitu saja dan tidak memberikan surat tagihan rumah sakit pada nya.


"tunggu suster" cegah Mega.


"ya, apa ada yang perlu saya bantu lagi?"

__ADS_1


"emm, begini saya cuma mau minta surat tagihan rumah sakit nya"


"bukankah kakak anda sudah membayar semua nya?"


"kakak?" tanya Mega tidak mengerti.


"sudah lah suster kau boleh pergi" ucap Jonathan.


"baiklah, permisi"


Mega menatap Jonathan dan ia mengerti maksud dari ucapan suster itu. "apa kau mengaku sebagai kakak ku?"


"maaf untuk itu. Aku harus melakukan nya agar aku bisa menjadi wali mu. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa karena kau juga tidak membawa ponsel" jawab Jonathan jujur.


"tidak apa-apa, kau tidak perlu minta maaf. Harus nya aku yang harus minta maaf karena sudah banyak merepotkan mu. Dan aku juga harus mengucapkan terimakasih karena kau sudah menolong ku"


"sudahlah, sebaik nya kita pulang sekarang agar kau bisa cepat istirahat"


"kau tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri. Aku tidak ingin merepotkan mu lagi" tolak Mega.


"aku yang akan mengantarmu dan aku tidak menerima penolakan" tegas Jonathan dan berjalan lebih dulu.


Mobil pria itu bahkan sangat mewah membuat Mega merasa sungkan karena belum pernah menaiki mobil seperti itu sebelum nya. Sebelum menjalan kan mobil nya, Jonathan melepaskan topi serta masker nya.


Saat itu barulah Mega bisa melihat wajah Jonathan dengan jelas. Ternyata Jonathan adalah sosok pria yang sangat tampan.


"kenapa kau memakai topi dan masker? Apa kau sedang menyamar?" tanya Mega polos.


"bukan menyamar, lebih tepat nya menyembunyikan diri"


"aku tidak mengerti, memang menyembunyikan diri dari apa?"


"dari orang-orang yang mengenaliku. Percayalah kehadiran ku mampu membuat keributan, dan aku tidak ingin ada keributan di rumah sakit karena itu akan mengganggu para pasien"


Jawaban Jonathan seperti teka-teki dan Mega pun tidak bisa memahami nya. Selanjut nya Mega memilih untuk diam dan tidak melanjutkan obrolan mereka.


"katakan dimana alamat rumah mu?"


Mega pun memberitahu alamat rumah kontrakan nya. Di tengah jalan Jonthan menghentikan mobil nya di depan sebuah restoran. "aku ingin membeli sesuatu, kau tinggu saja di mobil" Jonathan kembali memakai topi dan masker nya sebelum keluar dari mobil.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit Jonathan kembali dengan membawa dia kantong plastik besar dan meletakkan nya di kursi belakang. Selanjut nya mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kontrakan Mega.


Jalan menuju rumah kontrakan Mega harus melewati gang kecil. Jonathan sudah menduga bahwa Mega tidak mungkin tinggal di rumah yang besar, tapi ia juga tidak menyangka jika Mega akan tinggal di rumah yang sangat kecil dan sempit.


"kau tinggal di sini?" tanya Jonathan setelah sampai di depan rumah Mega.


"iya ini rumah kontrakan ku. Mari masuk" ajak Mega.


Jonathan ikut masuk ke dalam rumah kontrakan Mega. Di ruang tamu hanya ada satu set sofa kecil yang sudah lusuh.


"silahkan duduk"


Jonathan duduk di sofa sembari meletakkan dua kantong plastik besar berisi makanan yang ia beli di restoran. Jonathan teringat jika dokter mengatakan bahwa Mega kurang nutrisi karena itu Jonathan memutuskan untuk membelikan beberapa menu makanan bergizi untuk gadis itu. "ini makanan untuk mu. Kau bisa menghangatkan nya saat kau ingin makan"


Mega merasa tersentuh dengan kebaikan hati Jonathan. Padahal mereka tidak pernah saling mengenal sebelum nya, namun Jonathan sudah bersikap sangat baik pada nya.


"kenapa kau sangat baik padaku, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan mu" tutur Mega.


"kau tidak perlu membalas nya karena aku juga tidak menginginkan nya" jawab Jonathan. Mega mampu menyentuh hati Jonathan hingga membuat pria itu memiliki keinginan untuk melindungi. "istirahatlah agar kau cepat sembuh, aku pamit dulu"


"tunggu" cegah Mega. Dia merasa harus memiliki kontak pria itu agar suatu hari nanti bisa membalas kebaikan nya. Mega masuk ke dalam kamar nya dan mengambil pulpen dan selembar kertas. "bisakah kau menuliskan nomor mu disini?"


"untuk apa?"


"untuk berjaga-jaga, saat aku sudah memiliki uang aku akan membayar semua nya. Jujur saja aku tidak suka berhutang budi pada orang lain. Tolong jangan tersinggung dengan ucapan ku" melihat raut wajah Jonathan yang terlihat seperti orang yang sedang marah membuat Mega merasa tidak enak.


"kenapa harus menulis nya di kertas. Kertas bisa saja hilang atau robek. Kenapa tidak menyimpan nya di ponsel mu saja?"


"aku tidak memiliki ponsel" jawab Mega jujur.


Jonathan tidak mengatakan apapun lagi dan langsung menulis kan nomor ponsel nya. "ini, aku pergi dulu. Tidak perlu mengantarku, kau istirahat saja"


"Jonathan, sekali lagi terimakasih untuk semua nya"


"sama-sama"


Setelah kepergian Jonathan, Mega masuk ke dalam kamar nya untuk berganti pakaian dan kembali beristirahat agar malam nanti dia bisa kembali bekerja.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2