
Mega melirik jam yang sudah menunjukan pukul 12 malam. Dia merasa gelisah karena Jonathan belum juga kembali. Malam semakin larut, Mega berusaha menjaga mata nya agar tetap terbuka, tapi tetap saja tanpa sadar Mega akhir nya tertidur. Deringan ponsel mengejutkan Mega, dia terbangun dan langsung mencari di mana ponsel nya. Terlihat nama Tristan di layar ponsel nya. Mega merasa heran karena Tristan menghubungi nya selarut ini.
"hallo"
"buka pintu nya. Aku ada di depan. Aku sudah mengetuk pintu tapi tidak ada yang membuka nya"
"tuan...."
"cepatlah" sela Tristan.
Awal nya Mega masih tak mengerti, tapi kemudian dia tetap berjalan ke arah pintu dan membuka nya. Ternyata benar, disana sudah ada Tristan dan dia memapah Jonathan yang terlihat tidak sadarkan diri.
"apa yang terjadi pada nya?" tanya Mega dan ikut memapah Jonathan.
"dia mabuk"
"ayo kita bawa dia ke kamar nya"
Dengan susah payah mereka membawa Jonathan menuju kamar nya yang berada di lantai dua. Tercium bau alkohol yang begitu kuat dari tubuh Jonathan. Bahkan baju yang ia kenakan basah, entah itu karena keringat atau minuman.
Mereka menidurkan Jonathan di ranjang. Dengan telaten Mega melepaskan sepatu dan kaos kaki yang di kenakan Jonathan. Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil air dan juga kain bersih untuk menyeka tubuh Jonathan.
"tuan, bisakah anda menyeka tubuh nya? tidur nya tidak akan nyaman jika keadaan nya seperti itu. Dia laki-laki jadi saya merasa tidak nyaman untuk melakukan nya" tutur Mega dan menyerahkan sebaskom air pada Tristan.
"perhatian sekali" gumam Tristan lirih.
"apa?" tanya Mega karena merasa kurang jelas mendengar apa yang Tristan ucapkan.
"bukan apa-apa" Tristan mengambil baskom dan mulai menyeka tubuh Jonathan.
Mega berjalan ke lemari dan mengambil baju ganti untuk Jonathan. Setelah selesai menyeka tubuh Jonathan, dengan susah payah Tristan mengganti pakaian Jonathan seperti keinginan Mega.
"selesai" ucap Tristan.
Saat Tristan menggantikan pakaian Jonathan Mega membalikkan tubuh nya. Karena rasa nya akan aneh jika dia melihat Jonathan berganti pakaian.
__ADS_1
Mega berdiri di samping ranjang dan menyelimuti tubuh Jonathan. Saat akan pergi tiba-tiba Jonathan menarik tangan Mega hingga membuat gadis itu terjatuh di atas tubuh nya.
"jangan pergi, tetap lah bersamaku" ucap Jonathan dan memeluk Mega dengan erat.
Tristan merasakan perasaan cemburu melihat pemandangan di depan mata nya. Dengan cepat Tristan mencoba melepaskan pelukan Jonathan dan menarik Mega untuk menjauhi nya. Tristan menarik tangan Mega dan membawa nya keluar dari kamar Jonathan.
Mega meringis merasakan tarikan tangan Tristan begitu kuat. "tuan, tangan saya sakit"
Mendengar itu Tristan langsung mengendurkan genggaman nya tapi tetap tidak melepaskan tangan Mega. "apa kau menyukai Jonathan?"
"apa?"
"apa kau menyukai nya? Katakan Mega, katakan sejujur nya padaku, kau menyukai nya atau tidak?" cecar Tristan.
"tuan, kenapa anda bertanya seperti itu?" tanya Mega gugup.
"karena seperti nya aku menyukai mu" ucap Tristan lugas.
Mega shock mendengar pengakuan dari Tristan. Dia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata karena terlalu terkejut. Detak jantung nya berpacu lebih cepat dari sebelum nya.
"katakan sesuatu, kau menyukaiku atau tidak?"
Belum sempat Mega menyelesaikan kalimat nya, Tristan sudah lebih dulu membungkam bibir gadis itu dengan bibir nya. Mega membulatkan mata nya, tubuh nya mematung dan kaki nya terasa lemas. Ciuman Tristan begitu lembut namun menuntut hingga tanpa sadar Mega menutup mata nya dan terhanyut dengan ciuman Tristan.
Setelah merasa Mega mulai kehabisan oksigen baru lah Tristan melepaskan ciuman nya. Dia menempelkan kening nya di kening Mega membuat kedua nya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.
"aku mencintai mu" bisik Tristan.
Mega tidak menjawab karena masih berusaha mengatur nafas nya.
Tristan mengusap pipi Mega dengan lembut. "katakan kalau kau juga mencintaiku" bujuk nya.
"tuan..."
"sstt... Jangan memanggilku tuan. Panggil saja aku Tristan" Tristan membingkai wajah Mega agar gadis itu menatap nya. "katakan, bagaimana perasaan mu padaku?"
__ADS_1
"saya tidak tahu tuan"
Cup
Tristan mengecup bibir Mega dengan singkat. "sudah ku bilang jangan memanggil ku dengan sebutan tuan"
"tapi aku benar-benar tidak tahu bagaimana perasaanku" jawab Mega.
"baiklah, mungkin malam ini terlalu mengejutkan untuk mu. Aku akan meminta jawaban mu besok" Tristan memeluk Mega dan mengecup pucuk kepala nya dengan lembut. "aku tunggu kabar baik dari mu. Aku pulang dulu, sampai jumpa"
Tristan berjalan menuju pintu keluar dengan tersenyum lebar. Dia tidak menyangka bisa mengungkapkan perasaan nya kepada Mega. Padahal sebelum nya tidak pernah terbesit untuk mencintai gadis itu. Tapi malam ini dia justru telah menyatakan cinta nya dan itu membuat nya merasa bahagia. Ada perasaan lega di hati nya, selama gosip tentang Mega dan Jonathan beredar entah kenapa hati nya merasa resah. Dan sekarang Tristan sudah tahu jawaban nya. Semua itu ternyata karena tanpa dia sadari dia telah jatuh cinta pada Mega.
Setelah kepergian Tristan, tubuh Mega langsung luruh di lantai. Dia menyentuh bibir nya dan tidak percaya dia baru saja memberikan ciuman pertama nya pada bos nya. Ciuman pertama nya di ambil Tristan. Dan bisa-bisa nya dia menyambut ciuman itu dengan suka rela.
Ke esokan hari nya Jonathan terbangun dengan rasa pening yang luar biasa. Dia mengerang dan mencoba menfokuskan pandangan nya. Semalam dia datang ke pesta ulang tahun menejer nya yang di adakan di sebuah club malam. Dan dia berakhir dengan keadaan mabuk berat. Jonathan tidak bisa mengingat siapa yang sudah mengantar nya pulang semalam.
Jonathan memutuskan untuk mandi kemudian sarapan agar dia bisa segera minum obat untuk menghilangkan rasa sakit di kepala nya. Dia melihat sudah ada Mega yang sudah lebih dulu tiba di meja makan. "selamat pagi"
"pagi, bagaimana keadaan mu?" tanya Mega. Seperti seorang istri, Mega melayani Jonathan di meja makan dengan telaten membuat Jonathan tersenyum senang.
"kepalaku sakit sekali" gumam Jonathan dan mulai memakan sarapan nya. "siapa yang mengantarku pulang semalam?"
"Tristan yang mengantar mu" jawab Mega. Mendengar nama Tristan membuat Mega kembali teringat dengan adegan ciuman mereka. Sungguh Mega tidak bisa menghilangkan bayangan ciuman itu, membuat nya sulit memejam kan mata dan hasil nya sepanjang malam Mega tidak bisa tidur sama sekali.
Jonathan menatap Mega dengan lekat. Dia memperhatikan wajah Mega yang tiba-tiba memerah. "kenapa kau terlihat seperti sedang malu? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Cepat-cepat Mega menggelengkan kepala nya. Dia tidak mungkin mengatakan pada Jonathan apa yang terjadi semalam karena itu sangat memalukan. "tidak-tidak. Sungguh tidak terjadi apapun"
Mega bergegas menyelesaikan sarapan nya karena dia harus segera pergi bekerja. "aku sudah selesai. Kau tidak perlu mengantarku, aku bisa berangkat sendiri. Lagi pula para wartawan itu seperti nya mereka sudah lelah mengejarku"
"tidak, tunggulah sebentar aku akan mengantar mu setelah aku minum obat" ucap Jonathan.
"kepala mu sedang sakit sebaik nya kau istirahat saja. Aku bisa naik bus, percayalah aku akan baik-baik saja" kata Mega kekeh.
Ini sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak gosip tentang Mega dan Jonathan mencuat. Mega merasa sudah bisa pergi kemanapun seorang diri tanpa di temani oleh Jonathan. Apalagi sudah tidak ada lagi wartawan yang menunggu nya entah itu di hotel maupun di rumah kontrakan nya. Sebenar nya Mega sudah ingin pulang ke rumah kontrakan nya, tapi Jonathan melarang nya dengan alasan rumah itu masih belum sepenuh nya aman untuk dia tinggali sendiri.
__ADS_1
Akhir nya Mega memilih untuk menuruti perintah Jonathan, dia akan tinggal di rumah pria itu selama beberapa waktu sampai dia berhasil meyakinkan Jonathan bahwa semua nya sudah baik-baik saja.
Bersambung.....