Air Mata Mega

Air Mata Mega
Dua belas


__ADS_3

Tessa mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju ke hotel mencari kakak nya untuk meminta penjelasan. Sesampai nya di hotel, Tessa langsung menuju penthouse. Berkali-kali dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. Tessa kemudian menuju meja resepsionis dan menanyakan keberadaan kakak nya.


"apa kak Tristan tidak disini?"


"tidak nona, tuan tidak pergi beberapa jam yang lalu" jawab sang resepsionis.


"sambungkan aku dengan menejer hotel, aku ingin membicarakan sesuatu dengan nya" titah Tessa. Dia sudah tidak bisa membendung kemarahan nya lagi. Dia harus segera menjauhkan Mega dari Jonathan dan juga kakak nya.


Sang resepsionis pun mematuhi perintah Tessa. Dia menelfon menejer yang bertugas malam ini.


"silahkan nona, telfon nya sudah tersambung" resepsionis itu menyerahkan telefon nya pada Tessa.


"hallo"


"ini Tessa, aku ingin cleaning service yang bernama Mega di pecat secepat nya. Mulai besok aku tidak ingin melihat nya di hotel ini lagi". Setalah menyelesaikan kalimat nya Tessa langsung mematikan telefon.


Ke esokan hari nya saat Mega akan mulai bekerja, tiba-tiba atasan nya menyuruh nya untuk menghadap.


"selamat pagi pak, apa bapak memanggil saya?"


"ya Mega, duduklah"


"ada apa ya pak, apa bapak punya tugas untuk saya?"


"tidak, bukan itu. Mega, saya minta maaf karena harus menyampaikan ini. Saya hanya mengikuti perintah atasan saja, jadi saya harap kau memaklumi nya". Sebenar nya atasan Mega menyayangkan pemecatan ini terjadi karena Mega terkenal rajin dalam bekerja. "mulai hari ini kamu tidak bisa bekerja di hotel ini lagi, kamu di pecat".


"apa, di pecat. Tapi salah saya apa pak?"


"seperti yang sudah saya bilang sebelum nya, saya hanya mengikuti perintah atasan saja. Saya tidak tahu alasan beliau ingin memecat mu"


Mega mengangguk mengerti. Dia tahu atasan nya hanya mengikuti perintah, tapi tetap saja rasa nya sedih jika harus kehilangan pekerjaan. Apalagi dia sangat membutuhkan pekerjaan ini. "baiklah pak, kalau begitu saya permisi".

__ADS_1


Mungkinkah Tristan yang memecat nya? Kemarin Tristan mengancam akan memecat nya jika dia tidak menerima pemberian pria itu. Tapi dia sudah menerima gelang itu bukan? Lalu kenapa sekarang dia tetap di pecat?.


Tanpa berpamitan pada rekan kerja nya yang lain Mega pergi dari hotel itu. Dia mengayuh sepeda nya untuk kembali ke rumah. Sekarang dia pengangguran, arti nya dia harus cepat-cepat mencari pekerjaan baru agar dia bisa memenuhi kebutuhan nya.


Seminggu berlalu dan Mega masih belum mendapat pekerjaan. Dia sudah melamar di berbagai tempat namun belum ada satu pun yang menerima nya. Mega merasa lelah karena sudah sejak pagi dia terus berjalan untuk mencari pekerjaan. Akhir nya Mega memutuskan untuk beristirahat, dia membeli sebotol air mineral dan langsung meminum nya hingga tandas. Matahari bersinar begitu terik hingga membuat tubuh Mega bermandikan keringat. Mega memilih duduk di kursi yang terletak di bawah pohon rindang. Saat sedang menikmati waktu istirahat nya tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan sapu tangan pada nya.


Mega mendongak untuk melihat siapa pemilik sapu tangan itu. Dan ternyata orang itu adalah Tristan.


"tuan..."


"ambil ini, kau berkeringat" Tristan melemparkan sapu tangan nya ke pangkuan Mega kemudian duduk di samping gadis itu.


"tuan sedang apa disini?"


"kau sendiri kenapa kau ada disini, kau tidak bekerja?" bukan nya menjawab Tristan justru menanyakan sebalik nya.


Awal nya Mega berpikir Tristan yang memecat nya, tapi mendengar pertanyaan pria itu seperti nya pemecatan itu bukan berasal dari nya. "saya sudah di pecat"


"entahlah tuan. Atasan saya hanya mengatakan jika dia hanya mengikuti perintah bos nya"


Tristan tidak mengatakan apapun, justru saat ini pandangan nya tertuju pada tangan Mega. Gadis itu memakai gelang pemberian nya, dan tanpa sadar Tristan tersenyum senang. Siapa sangka gelang itu terlihat cocok di tangan Mega.


"apa sekarang kau sedang mencari pekerjaan?" tanya Tristan saat melihat Mega membawa map coklat di tangan nya.


"tentu saja, saya harus segera mendapat pekerjaan baru sebelum uang tabungan saya habis"


"baiklah, semoga berhasil" Tristan bangkit dari duduk nya dan pergi.


Setelah kepergian Tristan, Mega kembali berjalan untuk mencari pekerjaan. Kali ini Mega memasuki sebuah restoran, berharap di sana ada lowongan pekerjaan untuk diri nya. Saat akan bertanya kepada pelayan yang bertugas, tiba-tiba seseorang memanggil nama nya.


"Mega..."

__ADS_1


Merasa nama nya di panggil Mega pun mencari sumber suara. Dan ternyata Mega melihat Divya sedang duduk di salah satu kursi di restoran tersebut. Divya melambaikan tangan nya dan meminta Mega untuk bergabung dengan nya, mau tak mau Mega pun menghampiri wanita itu.


"tadi nya aku berpikir aku salah lihat, ternyata tidak. Ini memang benar kamu" Divya berbicara dengan sopan dan anggun. Berbeda sekali dengan saat terakhir mereka bertemu. "duduk lah"


Mega menuruti keinginan Divya dan duduk di hadapan nya. "ada apa?"


"mau pesan sesuatu?" tawar Divya.


"tidak perlu, terimakasih" tolak Mega.


"baiklah, aku akan bicara langsung pada inti nya" Divya menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai berbicara. "Mega, apa kau benar-benar kekasih Tristan? Maksudku, kau harus tahu bahwa aku dan Tristan pernah menjalin hubungan. Aku adalah cinta pertama nya dan aku satu-satu nya wanita yang di ijinkan memasuki hati nya. Apa kau percaya Tristan benar-benar mencintai mu? Apa kau tidak berfikir jika Tristan hanya memanfaatkan mu dan menjadikan mu sebagai pelarian nya? Aku percaya bahwa Tristan pasti masih memiliki perasaan untuk ku, tidak mungkin semudah itu melupakan cinta pertama, apalagi hubungan kami berjalan selama tiga tahun dan itu bukan waktu yang sebentar. Apa kau rela di manfaatkan oleh Tristan begitu saja?".


Kata-kata Divya terdengar menjengkelkan di telinga Mega. Dia seolah-olah sedang menyanjung diri nya sendiri dan mencoba menjatuhkan Mega. "maaf, saya rasa mengenai bagaimana hubungan saya dan tu... Maksud saya dengan Tristan itu bukan lah urusan anda. Entah dia memanfaatkan saya atau tidak itu juga bukan urusan anda. Dan satu hal lagi, jika anda mampu berpaling pada pria lain apakah anda tidak berdikir Tristan bisa melakukan hal serupa? Apalagi disini Tristan adalah korban, dia yang tersakiti dan dia juga di hianati. Bukankah akan mudah bagi nya untuk melupakan cinta yang sudah menggoreskan luka di hati nya?".


Divya merasa tertampar dengan kata-kata Mega. Dia tidak menyangka Mega mampu membalikkan kata-kata nya dengan mudah. Bahkan Mega dengan berani memojokkan nya. "ya aku memang bersalah. Tapi sekarang aku ingin kembali bersama nya, jadi kumohon menjauhlah dari nya. Aku bersedia menuruti apapun keinginan mu asalkan kau mau meninggalkan Tristan".


"Tristan bukan barang yang bisa di buang dan di pungut se enak nya. Lagi pula Tristan sudah menolak mu berkali-kali. Jadi mau berapa kali lagi kau mempermalukan diri mu di hadapan Tristan?"


Byuurrr


Divya menyiram Mega dengan minuman nya. Meski kata-kata Mega memang benar tapi itu terdengar merendahkan nya dan Divya tidak suka itu. "lalu bagaimana dengan mu, hah! Kau bahkan tidak peduli meski Tristan hanya menjadikan mu pelampiasan? Kenapa, apa karena dia kaya raya jadi kau tidak peduli meski dia hanya memanfaatmu?"


Mega menyeka air yang membasahi wajah nya. Pada saat itu lah Divya melihat gelang di tangan Mega. Divya membulatkan matanya, dia sangat mengenali gelang itu. Itu adalah gelang hasil dari rancangan Tristan sendiri. Dulu Tristan menunjukan desain gelang itu pada nya. Gelang berwarna pink dengan aksen bunga yang di desain oleh Tristan khusus untuk diri nya. Dan sekarang gelang itu melingkar di tangan Mega, apakah itu arti nya Mega benar-benar kekasih Tristan?.


"berani sekali kau memakai gelang itu. Kembalikan, gelang itu adalah milikku" Divya mencoba melepaskan gelang itu dari tangan Mega dengan paksa hingga gelang itu terlepas dan melukai pergelangan tangan Mega.


"akhh..." darah menetes dari tangan Mega membuat nya meringis menahan perih.


Tanpa mereka ketahui ada salah satu pengunjung yang merekam secara diam-diam. Awal nya dia berniat merekam karena mengenali Divya sebagai sorang model terkenal. Tapi dia tidak menyangka bahwa Divya bisa berlaku kasar dan merebut barang milik orang lain. Jika dia mengunggah nya di internet pasti akan ramai dan banyak yang akan menonton video nya. Tanpa berpikir panjang akhir nya orang itu pun benar-benar mengunggah nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2