Air Mata Mega

Air Mata Mega
Dua puluh


__ADS_3

Jonathan menepati janji nya, setelah mengantar Mega dia segera kembali ke rumah dan menanyakan keberadaan ayah nya kepada para pelayan. Mereka memberi tahu jika sejak tadi ayah nya belum keluar dari kamar nya. Bergegas Jonathan menuju kamar sang ayah. Tanpa mengetuk pintu Jonathan langsung membuka pintu namun ternyata pintu nya terkunci. Jonathan mencoba mengetuk beberapa kali namun tidak ada jawaban. Awal nya Jonathan menyerah dan ingin pergi begitu saja, tapi kemudian dia teringat dengan permintaan Mega bahwa dia harus memastikan ayah nya baik-baik saja. Akhir nya dia mendobrak pintu kamar ayah nya, dan setelah berhasil ternyata kamar itu kosong. Tidak ada siapapun di dalam nya. Jonathan lalu mengecek kamar mandi dan ternyata pintu kamar mandi nya pun terkunci. Sekali lagi Jonathan harus mengerahkan tenaga nya untuk mendobrak pintu. Dia membulatkan mata saat melihat ayah nya berusaha menenggelamkan diri nya di dalam bathub. Di tambah lagi air di dalam bathub berwarna merah yang menandakan jika ayah nya terluka.


Bergegas Jonathan mengangkat tubuh sang ayah dari dalam bathub. Terlihat pergelangan tangan ayah nya terluka dan mengeluarkan darah. Jonathan segera membalut luka di pergelangan tangan ayah nya untuk menghentikan pendarahan. Jonathan berteriak memanggil para pelayan agar mereka segera memanggil dokter.


Dengan tangan bergetar Jonathan berusaha merasakan denyut nadi ayah nya dan ternyata terasa sangat lemah.


"jangan coba-coba untuk mati sebelum kau menebus dosa-dosa mu" ucap Jonathan dengan suara serak. Dia mencoba melakukang pertologan pertama yang dia bisa.


Beberapa pelayan dan bodyguard datang dan terkejut melihat kondisi majikan mereka. Segera mereka memindahkan ayah Jonathan ke ranjang dan menggantikan pakaian nya. Tak lama kemudian dokter datang dan langsung melakukan tugas nya.


Jonathan memilih untuk keluar dari kamar ayah nya. Rasa nya dada nya seperti akan meledak melihat kondisi ayah nya seperti itu. Dia memang membenci ayah nya, tapi bukan berarti tidak ada rasa sayang untuk sang ayah.


"tuan muda, dokter menyarankan agar tuan Dave di rawat di rumah sakit. Kondisi nya kurang baik, saat ini dia dalam kondisi kritis" ucap kepala pelayan memberitahu.


"lakukan saja apa kata dokter"


"baiklah tuan muda. Apa anda akan ikut mengantar beliau ke rumah sakit?"


"tidak. Aku sibuk hari ini"


Kepala pelayan menarik nafas dalam-dalam melihat sikap tuan muda nya. Dia jelas-jelas melihat kekhawatiran yang di rasakan Jonathan, tapi tetap saja tuan muda nya itu bersikap acuh dan seolah tidak perduli pada keadaan ayah nya.


Jonathan keluar dari rumah nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Makam ibu nya adalah tempat yang ia tuju saat ini. Saat ini Jonathan perlu menceritakan keluh kesah nya pada sang ibu agar dia bisa merasa lebih baik.


Sementara itu di hotel tempat Mega bekerja mendadak ramai oleh para wartawan. Rupa nya para pemburu berita itu sudah mengetahui tempat Mega bekerja. Tapi untung nya security tidak membiarkan mereka masuk ke dalam hotel hingga mereka hanya bisa menunggu di luar area hotel. Semua rekan kerja Mega saat ini menjauhi diri nya, mereka menatap Mega dengan tatapan sinis dan juga benci, bahkan hampir semua pekerja hotel melakukan hal yang sama pada nya. Mereka termakan berita dan menganggap diri nya benar-benar berselingkuh dengan Jonathan. Meski begitu tidak seorang pun dari mereka yang berani menyakiti nya secara fisik, mereka hanya mampu menyerang Mega dengan lidah tajam mereka. Status Mega yang merupakan kekasih dari big bos masih menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka.


Saat ini Mega sedang bekerja membersihkan lobi hotel. Mega mencoba bersikap santai meski sebenar nya dia merasa hampir menangis mendengar omongan pedas orang-orang tentang diri nya. Berkali-kali Mega meyakinkan diri nya bahwa orang-orang itu hanya termakan berita dan itu bukan sepenuh nya salah mereka, karena sebelum nya memang dia sendiri yang membuat pengakuan bahwa Tristan adalah kekasih nya.

__ADS_1


Entah datang dari mana, tiba-tiba Hans sudah berdiri di samping Mega dan menunduk hormat pada gadis itu. "nona, tuan Tristan ingin bertemu dengan anda. Mari ikut saya".


Orang-orang kembali saling berbisik saat melihat Hans memberi hormat kepada Mega. Lantaran semua orang tahu bahwa Hans hanya melakukan hal itu kepada orang-orang yang dekat dengan bos nya.


Tanpa mengatakan apapun Mega mengikuti nya. Hans membawa Mega ke penthouse dan mempersilahkan Mega untuk masuk sementara diri nya menunggu di luar. Saat Mega masuk ternyata Tristan sudah duduk di sofa seolah pria itu memang sedang menunggu nya.


"selamat malam tuan" sapa Mega dengan sopan, tak lupa dia menunduk hormat pada pria itu.


"duduklah, ada yang ingin aku bicarakan"


Mega memilih duduk di sofa yang bersebrangan dengan Tristan.


"mulai hari ini kau tidak perlu membersihkan hotel ini..."


Mendengar itu Mega cukup terkejut, dia bahkan memotong ucapan Tristan sebelum pria itu menyelesaikan kalimat nya. "kenapa tuan? Apa saya di pecat lagi? Kali ini apa salah saya? Apa karena gosip yang beredar itu? Mengenai gosip itu saya bisa jelaskan. Malam itu Jonathan tiba-tiba datang dan mengajak saya pergi. Karena dia tahu saya tidak memiliki ponsel, dia membawa saya ke toko ponsel dan membelikan ponsel untuk saya. Benar kejadian nya hanya seperti itu, gosip yang beredar itu sama sekali tidak benar, saya tidak...."


"ssttt...." Tristan meletakkan jari telunjuk nya di bibir Mega karena gadis terus berbicara kesana kemari. Padahal Mega belum tahu apa yang akan dia bicarakan selanjut nya. "saya ini belum selesai bicara, kenapa kamu malah berfikir yang tidak-tidak"


"kamu tidak perlu membersihkan hotel ini lagi karena mulai sekarang tugas mu hanyalah harus membersihkan area penthouse ini saja"


"benarkah tuan? Apa setiap hari tugas saya hanya membersih kan penthouse, tidak ada yang lain?"


"betul sekali"


Sejak Tristan tahu bahwa sebagian kariawan nya terus menggunjing Mega, dia mencoba mencari cara agar gadis itu tidak perlu banyak berinteraksi dengan kariawan nya yang lain. Itu semua semata-mata Tristan lakukan agar Mega tidak mendengar kata-kata buruk dari mereka. Sedikit banyak Tristan ikut andil dalam masalah yang saat ini menimpa gadis itu. Karena itu dia berusaha melakukan yang terbaik untuk Mega.


Jason yang sejak tadi menguping memilih untuk keluar dari tempat persembunyian nya. Sebenar nya Jason sudah datang sejak tadi tapi dia memilih diam dan mendengarkan pembicaraan mereka. Dia ingin melihat seperti apa Tristan menunjukkan perasaan nya, ataukah teman nya itu memang bodoh karena tidak menyadari jika dia menyukai Mega.

__ADS_1


"apa aku mengganggu?" tanya Jason dan lansung duduk di samping Mega. "hai Mega, kita bertemu lagi. Bagaimana kabar mu?"


"aku baik-baik saja" jawab Mega.


Tristan menatap Jason dengan tatapan tajam nya. Teman nya itu benar-benar datang di waktu yang tidak tepat. "mau apa kau kemari?"


"aku datang karena aku merasa bosan dengan pekerjaan ku" Jason tiba-tiba menyandarkan kepala nya di bahu Mega. "aah nyaman sekali.." diam-diam Jason melirik Tristan, dia ingin melihat reaksi teman nya itu.


Tristan mengepalkan tangan nya. Ada perasaan tidak suka melihat Jason yang bersikap manja pada Mega. Tapi dia tetap berusaha terlihat tidak terganggu dengan pemandangan di depan mata nya itu.


"aku menghubungi Jonathan, tapi dia sama sekali tidak merespon panggilan ku" ucap Jason.


Mendengar itu Mega teringat jika dia juga belum menghubungi Jonathan untuk menanyakan keadaan ayah nya. "ah, aku juga belum menghubungi nya. Aku harus segera menghubungi nya"


"siapa? Jonathan? Bukankah kau tinggal di rumah nya, lalu untuk apa kau menghubungi nya?" bak seorang wartawan Jason terus memberikan pertanyaan pada Mega.


"ada sesuatu yang harus aku pastikan" jawab Mega. Dia mengeluarkan ponsel dari saku nya dan mencoba menghubungi Jonathan. Berkali-kali Mega menelfon tapi Jonathan tetap tidak menjawab nya. "bagaimana ini, apa terjadi sesuatu?" Mega merasa cemas, takut apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi.


Melihat wajah Mega yang terlihat khawatir membuat Tristan merasa penasaran. "ada apa? Kenapa kau terlihat cemas?"


Mega menatap Tristan dan Jason secara bergantian. Dia berusaha menimbang-nimbang, haruskah dia menceritakan tentang keadaan Jonathan dan ayah nya pada mereka?. "kalian teman Jonathan sejak lama bukan?"


"ya, kami berteman sejak kami duduk di bangku SMP. Memang ada apa?" jawab Jason.


"apa kalian tahu masalah tentang dia dan ayah nya?" tanya Mega memastikan.


"dia membenci ayah nya, karena ayah nya telah mengabaikan ibu nya. Itu yang kami tahu" ucap Tristan menimpali.

__ADS_1


Mendengar jawaban Tristan dan Jason membuat Mega yakin jika kedua nya memang tahu tentang perselisihan Jonathan dan ayah nya. Lalu Mega mulai menceritakan perdebatan yang terjadi di antara kedua nya, dan dia juga mengatakan tentang kekhawatiran nya, berharap Tristan dan Jason memiliki solusi untuk masalah ini.


Bersambung.....


__ADS_2