
Pesta berlangsung dengan sangat meriah. Para pelayan hilir mudik melayani para tamu dengan memberikan pelayanan dan hidangan terbaik. Terlalu lama berdiri membuat kaki Mega terasa kebas. Akhir nya Mega memilih untuk duduk di bagian sudut ruangan yang tampak sepi.
Saat tengah menikmati waktu istirahat nya tiba-tiba saja seorang tamu pria menghampiri Mega. Pria itu berjalan sempoyongan dan terlihat mabuk membuat Mega menjadi waspada. Dia lekas berdiri dari kursi nya dan lebih memilih pergi dari tempat itu demi keselamatan diri nya.
"hei mau kemana?" pria itu mencekal tangan Mega membuat Mega ketakutan.
"tuan tolong lepaskan" ucap Mega lirih, dia tidak ingin membuat keributan.
"kau pelayan disini bukan? Aku hanya ingin di layani oleh mu. Meski kau seorang pelayan ku akui kau memiliki wajah yang cukup cantik, jadi ayo layani aku"
"saya bukan pelayan, saya hanya seorang cleaning service. Tolong lepaskan tangan saya" Mega berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman pria mabuk itu. Tapi pria itu mencengkram tangan nya dengan sangat kuat membuat tangan Mega merasa kesakitan. Tanpa berpikir panjang Mega menggigit tangan pria itu hingga cengkraman nya terlepas. Mega cepat-cepat berlari menjauhi pria itu.
__ADS_1
"aakhh... sialan" umpat pria itu murka dan memegangi tangan nya yang terluka. "aku pasti akan mendapatkan mu"
Mega meninggalkan area pesta dan meminta rekan kerja nya untuk menggantikan diri nya. Dia tidak ingin mengambil resiko bertemu dengan pria mabuk itu lagi, Mega tidak ingin mendapat masalah karena sudah berani melukai seorang tamu.
Untuk menenangkan diri nya Mega memilih menyendiri di taman hotel. Air mata nya mengalir begitu saja, pria mabuk itu mengingatkan Mega kepada Jerry. Jerry pernah hampir melecehkan nya di saat pria itu sedang mabuk. Dan Mega yakin tamu pria itu pun memiliki niat yang tidak baik pada nya.
Tangisan Mega semakin keras. Dada nya terasa sesak, kenapa tuhan selalu mendatangkan masalah pada hidup nya. Terlahir tanpa memiliki keluarga atau pun kekuasaan membuat hidup Mega di penuhi dengan penderitaan. Mega tidak merasa keberatan walau harus bekerja keras, asalkan dia bisa bahagia dalam menjalani kehidupan nya ini. Kehidupan nya selalu di penuhi dengan air mata. Entah kapan kebahagiaan itu akan menghampiri hidup nya.
Saat sedang menangis Mega mendengar suara seperti orang yang sedang bertengkar. Mega menghapus air mata nya dan mencari ke arah sumber suara. Tak jauh dari tempat nya, Mega melihat bos pemilik hotel sedang bersama seorang wanita yang sangat cantik. Terlihat wanita itu sedang menangis sesenggukan.
Tristan hanya menatap wanita di depan nya dengan tatapan dingin. "jangan gunakan air mata mu untuk meluluhkan ku, karena itu tidak ada guna nya. Kau yang meninggalkan ku Divya, jadi jangan bertingkah seolah-olah kau yang tersakiti"
Divya tersentak mendengar nada dingin Tristan. Memang benar dia yang bersalah karena berani meninggalkan pria itu, semua itu dia lakukan karena dia merasa tertekan dengan segala aturan yang di buat oleh Tristan.
__ADS_1
"jika kau masih ingin kita berteman berhentilah membicarakan hubungan yang sudah hilang ini"
"tapi aku masih mencintaimu, tidak bisakah kau memberiku satu kesempatan? Aku berjanji aku tidak akan pernah meninggal kan mu" rengek Divya, masih belum menyerah untuk kembali pada Tristan.
"kau sangat mengenalku Divya, jadi berhentilah sebelum Hans melakukan sesuatu yang tidak kau sukai" Tristan pergi meninggalkan Divya begitu saja.
Melihat bos nya berjalan ke arah nya, Mega memilih untuk bersembunyi di balik pohon yang berada tidak jauh dari nya. Mega menarik nafas lega saat bos nya itu pergi begitu saja tanpa melihat nya. Kemudian Mega melihat ke arah wanita yang Mega tahu bernama Divya.
Divya masih berdiri di tempat nya, dia masih menangis sembari memegangi dada nya. Terlihat mata Divya begitu terluka, dan mendengar tangisan wanita itu Mega tahu jika Divya sangat mencintai bos nya.
Menjadikan hidup seperti kekal memang kesalahan fatal yang dilakukan hampir semua manusia. Kaum manusia menjadi sangat merasa terlalu percaya diri hingga tidak akan pernah siap dengan sebuah kehilangan. Siap jatuh cinta selalu satu paket dengan siap patah hati. Setiap orang selalu ingin perjalanan asmaranya berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Tidak ada satu orang pun yang berharap akan gagal dan akhirnya mengalami patah hati. Semua pasti paham bahwa patah hati merupakan salah satu risiko yang harus siap di hadapi ketika jatuh cinta. Meski perasaan menjadi sedih dan pikiran pun jadi tak menentu, tetap harus menerima dan menjalani segalanya dengan hati yang lapang sebagai bagian dari perjanlanan move on.
Mega belum pernah merasakan indah nya jatuh cinta, karena itu Mega juga tidak pernah merasakan sakit nya patah hati. Kesakitan yang di rasakan Mega selama ini sudah cukup menguras air mata nya. Dia tidak ingin lagi menambah beban hidup nya dengan rasa sakit hati karena mencintai. Berharap kelak dia bisa menemukan pria yang tepat yang tidak akan pernah menyakiti nya dan membuat nya patah hati.
__ADS_1
Bersambung.....