Air Mata Mega

Air Mata Mega
Sembilan


__ADS_3


Saat ini Jason, Tristan, Tessa serta Jonathan duduk bersama di ruang tamu. Awal nya Mega ingin bergabung karena dia merasa perlu menjelaskan agar tidak ada salah paham, tapi Jonathan melarang nya dan meminta nya untuk tetap beristirahat di dalam kamar. Melihat Jonathan yang begitu peduli terhadap Mega membuat Tessa lagi-lagi terbakar api cemburu. Sayang nya Jason terus menggenggam tangan nya hingga dia tidak bisa berkutik, padahal ingin sekali Tessa memberi pelajaran kepada Mega karena sudah berani mendekati pria yang dia cintai.


"gadis itu bernama Mega, dia salah satu cleaning service di hotel ini " kata Jason mulai menjelaskan. "semalam Richard berusaha melecehkan nya, tanpa sengaja aku melihat nya karena itu aku menghajar Richard"


"cih, seperti nya dia sengaja melakukan nya untuk mendapat perhatian dari mu" cetus Tesaa.


"jaga bicara mu Tessa" Tristan menatap adik nya itu dengan tatapan tajam.


"Richard memang gila. Bisa-bisa nya dia berfikir untuk melecehkan seorang wanita di seperti itu" Jason yang sudah pernah mengenal Mega sebelum nya ikut merasa prihatin dengan kejadian yang di alami gadis itu. Meski mereka baru bertemu satu kali, tapi Jason percaya bahwa Mega adalah gadis baik-baik.


"aku yakin dia adalah wanita murahan yang berusaha menarik perhatian pria kaya. Kau jangan tertipu dengan wajah memelas nya itu Jo" lagi-lagi Tessa memberi komentar pedas sesuai dengan pemikiran nya.


Ketiga pria yang ada disana hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Mereka sudah hafal dengan sifat Tessa, gadis itu akan tetap dengan pemikiran nya dan tidak akan mau mendengarkan orang lain.


"Tessa, apa kau tidak melihat keadaan nya? Wajah nya lebam dan bibir nya terluka. Aku yakin dia berusaha matian-matian melawan Richard. Bersyukur Jonathan berada di tempat dan waktu yang tepat. Jika tidak mungkin Richard berhasil melakukan hal memalukan itu pada nya" Jason masih berusaha memberi pengertian kepada Tessa. "percayalah Tessa, wanita baik-baik tidak akan menyerahkan harga diri nya begitu saja, apapun yang terjadi dia akan mempertahankan harga diri nya matian-matian"

__ADS_1


Tessa mengabaikan kata-kata Jason. Rasa cemburu sudah terlanjur memenuhi hati nya, karena bukan kali ini saja dia melihat Jonathan menolong Mega. Saat di pesta pun Jonathan tidak segan membela gadis itu di hadapan nya.


"berani sekali Richard melakukan hal menjijikan seperti itu di hotelku" desis Tristan dingin. Dia paling tidak suka jika hotel milik nya di gunakan sebagai tempat untuk melakukan hal yang memalukan seperti itu. "pastikan dia mendapat hukuman untuk kesalahan nya"


Jonathan pun memiliki pemikiran yang sama dengan Tristan. "aku sudah meminta pengacaraku untuk mengurus nya. Bukti cctv di hotel ini sudah cukup untuk menjebloskan nya ke dalam penjara"


"bolehkah aku melihat nya? Sejujur nya aku sudah mengenal nya.." Jason meminta izin pada Jonathan.


"kau mengenal nya? Kapan?" tanya Jonathan tidak percaya.


"sebelum kita menemui Tristan kemarin aku sudah berkenalan dengan nya" jawab Jason cuek dan berjalan begitu saja menuju kamar.


Mega mengangguk, karena memang wajah Jason tidak mudah di lupakan. "kau Jason yang menolongku tempo hari"


Mendengar Mega masih mengingat nya membuat Jason tersenyum senang. Dia duduk di kursi di samping tempat tidur dan memperhatikan keadaan Mega. "aku sudah mendengar kejadian yang menimpa mu. Aku turut prihatin, bagaimana keadaan mu sekarang?"


"terimakasih. Sekarang aku sudah merasa lebih baik"

__ADS_1


"Tessa menarik rambutmu dengan kuat, apa kau merasa pusing?" tanya Jason lagi.


"tidak, aku sudah pernah merasakan pukulan yang lebih menyakitkan dari itu. Jadi itu tidak ada apa-apa nya" Mega tersenyum getir saat mengingat berbagai pukulan yang ia rasakan saat Jerry menyiksa nya.


"aku tahu, hanya orang yang mengalami yang paham bagaimana sakit dan hancur nya saat trauma dan depresi bersatu. Aku tidak akan meminta mu untuk bersabar, karena jika kau tidak bersabar pasti sudah sejak lama kau memilih pergi meninggalkan dunia ini. Aku juga tidak akan meminta mu untuk kuat, karena jika kau tidak kuat sudah lama kau akan melukai dirimu sendiri. Mungkin kau sudah tidak bisa membedakan mana yang sakit fisik dan mana yang sakit batin. Aku hanya bisa mengatakan tetaplah semangat, roda terus berputar. Tetaplah bersyukur untuk apapun yang telah terjadi. Tetaplah berjuang dan jangan menyerah. Karena di dunia ini tidak ada kehidupan yang sempurna".


Kata-kata Jason terasa menyejukkan dan membuat Mega terharu, tanpa sadar ia pun meneteskan air mata. "aku sebenar nya sangat hancur tapi aku tahu tak semua orang memperdulikan hal itu. Karena itu aku lebih memilih diam dan membendung nya sendiri. Sebenar nya lelah sekali menjadi aku, yang di hantam habis-habisan dengan kenyataan yang tidak pernah aku duga. Rasanya ingin sekali menyerah, tapi berkali-kali aku yakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. Selalu percaya bahwa suatu saat aku akan kembali menemukan senyumku yang hilang itu. Dan semua yang aku upayakan akan indah pada waktu nya. Walaupun selalu terbesit dalam hatiku untuk pergi menemui Tuhan, sejujur nya aku sangat lelah"


"kau pasti akan mendapatkan jatah kebahagiaan mu. Percayalah, semua memang akan indah pada waktu nya".


Mengobrol dengan Jason seperti ini membuat Mega merasa seperti mendapatkan perhatian dari seorang kakak. Mega tidak menyangka Jason yang terlihat pecicilan dan konyol rupa nya mampu memberi nya ketenangan. "terimakasih, karena kata-kata mu bisa menenangkan ku"


"pertama bertemu dengan mu entah kenapa aku sudah merasa tertarik dengan mu. Kau seperti memiliki daya tarik yang sangat kuat" ucap Jason.


"maksud mu?" tanya Mega tak mengerti.


"bukan apa-apa, lebih baik sekarang kau beristirahat. Aku harus pergi karena aku masih ada urusan. Sampai jumpa lagi Mega.." pamit Jason dan pergi keluar kamar.

__ADS_1


Mega menyandarkan tubuh nya di kepala ranjang. Dia menarik nafas dalam-dalam, memikirkan kenapa sekarang dia bisa kenal dengan orang-orang yang lingkup sosial nya sangat berbeda jauh dengan nya. Mega merasa bersyukur karena mereka memperlakukan nya dengan sangat baik. Tapi entah kenapa terbesit perasaan tidak nyaman di dalam hati nya, hati nya seperti sedang memberi tahu bahwa kedepan nya ada hal yang tidak baik yang akan terjadi. Cepat-cepat Mega menepis perasangka buruk nya, dia tidak ingin memikirkan hal buruk yang belum jelas terjadi.


Bersambung.....


__ADS_2