
Kejadian di lift berhasil membuat Mega trauma, hingga dalam tidur nya Mega seolah masih bisa merasakan setiap sentuhan dan pukulan itu di tubuh nya. Mega terbangun dengan nafas terengah. Mata nya mengawasi keadaan sekitar dengan tatapan liar. Takut sewaktu pria itu muncul dan kembali menyerang nya.
"kau sudah bangun?"
Suara Jonathan mengejutkan Mega hingga membuat nya tanpa sadar memundurkan tubuh nya hingga menyentuh kepala ranjang.
"maaf mengejutkan mu" Jonathan duduk di samping ranjang dan meletak kan nampan berisi menu sarapan di hadapan Mega. "makanlah, kau butuh tenaga untuk bisa menceritakan kejadian itu"
Mega benci saat diri nya dalam keadaan lemah. Karena itu meski tangan nya masih gemetar Mega tetap menyuapkan makanan itu ke dalam mulut nya. Air mata Mega mengalir begitu saja, dan dengan kasar Mega cepat-cepat menghapus nya. Tanpa mengatakan apapun Jonathan mengambil nampan yang berada di depan Mega dan meletakkan nya di atas nakas kemudian memeluk Mega, membiarkan Mega menumpahkan tangisan nya di pundak milik nya.
Mendapat lerlakuan yang begitu lembut membuat Mega tidak bisa lagi membendung tangisan nya. Dia menangis sejadi-jadi nya, menumpahkan semua rasa sesak dan kesedihan nya di pundak Jonathan.
Tangisan Mega terdengar begitu memilukan hati. Menandakan betapa gadis itu selama ini merasa begitu tertekan dan menahan semua beban hidup nya seorang diri. Jonathan menepuk lembut pundak Mega untuk menenangkan nya.
"keluarkan saja semua nya, kau bisa menangis sepuas mu"
Entah sudah berapa lama Mega menangis di pundak Jonathan, yang jelas saat ini pundak Jonathan sudah basah terkena air mata nya. Mega mengangkat kepala nya dan menghapus air mata nya. "terimakasih sudah mau meminjamkan pundak mu" ucap Mega serak.
"apa kau sudah merasa lebih baik?"
"iya, berkat dirimu sekarang aku sudah merasa lebih baik"
Jonathan mengubah posisi duduk nya dan kini mereka saling berhadapan. "jadi katakan padaku, bagaimana kau bisa mengenal Ricard?"
"Richard? Siapa Richard, aku tidak mengenal orang yang bernama Richard"
"pria yang mengganggu mu adalah Richard. Aku mengenal nya karena dia merupakan pembisnis"
"aku tidak mengenal nya. Saat di pesta dia menggangguku, aku mencoba melepaskan diri dari nya dengan menggigit tangan nya kemudian pergi begitu saja. Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan nya sampai dia melakukan hal itu padaku"
Richard di kenal sebagai pria bejat yang suka gonta ganti pasangan. Tak hanya itu, bahkan dalam urusan bisnis pria itu terkenal sebagai pembisnis licik yang mampu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya.
"apa yang dia lakukan padamu?"
__ADS_1
"di... Dia... Dia berusaha menyentuhku" ucap Mega terbata-bata. "aku sudah berusaha melawan tapi tenaga nya begitu kuat, demi Tuhan aku sudah melawan sebisaku tapi... Tapi tangan nya tetap menyentuh ku dan.."
"sstt... Sudah lah, tidak perlu di teruskan" Jonathan melihat tangan Mega gemetar, tanda gadis itu benar-benar ketakutan dengan kejadian yang baru saja ia alami.
Jonathan menggenggam tangan Mega dan menatap mata sendu gadis itu. "sekarang kau sudah aman, dia tidak akan bisa mengganggu mu lagi. Aku pastikan dia mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatan nya".
"hiks... Terimakasih" Mega merasa terharu karena lagi-lagi Jonathan membantu nya dengan begitu tulus. "kau selalu menyelamatkan ku. Kau sudah seperti malaikat penolongku"
"lain kali jika kau memerlukan bantuan jangan sungkan untuk mengatakan nya padaku. Aku pasti akan membantu mu. Terkadang kita memerlukan orang lain sebagai tempat kita bersandar. Memendam segala nya seorang diri juga tidak baik untuk kesehatan" tutur Jonathan. "dokter mengatakan pipimu akan bengkak selama beberapa hari dan kau akan sedikit kesusahan untuk makan dan berbicara. Jadi setelah ini minumlah obat mu dan istirahat, jangan pikirkan apapun sampai kau sembuh. Aku yakin seluruh tubuh mu pasti terasa sakit."
Saat itu barulah Mega menyadari jika pakaian nya sudah di ganti, dia memakai kemeja putih yang kebesaran untuk ukuran tubuh nya.
"baju mu sudah robek, jadi aku membuang nya. Aku tidak memiliki pakaian wanita, jadi aku pakaikan kemejaku. Tapi jangan khawatir bukan aku yang menggantikan pakaian mu. Aku meminta pelayan wanita untuk mengganti nya" Jonathan tidak ingin Mega salah pahan dan mengira diri nya mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"aku percaya padamu Jonathan, kau adalah pria yang baik"
Ketukan pintu terdengar dan mengalihkan obrolan mereka. Jonathan bangkit dari ranjang dan berjalan ke luar. "istirahat saja, jangan keluar dari kamar ini" ucap Jonathan dari ambang pintu kamar.
Jonathan membuka pintu dan ternyata itu adalah Tristan dan adik nya Tessa serta Jason. Tanpa di persilahkan mereka sudah langsung masuk dan duduk di sofa. Dan seperti biasa Tessa akan langsung bergelayut manja di lengan Jason dan tetap tidak peduli meski Jason berusaha melepaskan diri dari nya.
"kami datang karena ingin menanyakan sesuatu" jawab Tristan. "apa kau yang memukuli Richard semalam?"
"benar"
"kenapa, apa dia melakukan sesuatu padamu?" kali ini Jason yang bertanya.
Jonathan tidak ingin menceritakan semua nya secara detail karena itu pasti bisa membuat Mega merasa malu. "dia mengganggu salah satu kariawan disini, dan kebetulan aku melihat nya"
Tristan mengangkat salah satu alis nya, tidak percaya begitu saja dengan ucapan Jonathan. "hanya itu?"
"ya, hanya itu" Jonathan membalas tatapan Tristan untuk meyakinkan teman nya itu. "aku ingin memesan kopi, apa kalian mau?" Jonathan beranjak untuk memesan kopi.
"kau paling tahu selera kami kan?" kata Jason dengan senyuman manis nya.
Tristan merasa ingin pergi ke kamar mandi. Jadi tanpa permisi dia masuk begitu saja ke dalam kamar karena dia berfikir Jonathan hanya sendiri di kamar hotel itu. Saat memasuki kamar Tristan melihat ranjang yang masih berantakan, di tambah lagi ada beberapa obat di atas nakas membuat Tristan mengerutkan kening nya.
__ADS_1
"apa Jo sedang sakit?" gumam Tristan pada diri nya sendiri. Tapi Jonathan terlihat baik-baik saja, dan tubuh nya juga bugar seperti biasa. "akan ku tanyakan nanti"
Kemudian Tristan masuk ke dalam kamar mandi. Dia terkejut saat melihat ada seorang wanita yang berdiri di depan westafel.
"aakkhh..." teriak Mega saat melihat ada pria yang masuk ke dalam kamar mandi.
Cepat-cepat Tristan keluar dari kamar mandi dan langsung menutup pintu nya. Jason, Tessa dan Jonathan langsung berlari memasuki kamar saat mereka mendengar suara teriakan.
"ada apa, ada apa?" tanya Jason heboh.
Tristan tidak menjawab dan hanya menatap Jonathan. Dan Jonathan yang paham situasi langsung menyuruh mereka semua untuk keluar.
"kalian keluar saja dulu, akan aku jelaskan nanti".
"Jo, kenapa aku mendengar suara teriakan wanita, apa kau membawa wanita kemari?" Tessa yang sudah terbakar api cemburu berniat untuk masuk ke kamar mandi untuk memeriksa, tapi Tristan mengentikan nya. "kenapa kakak menghalangiku, minggir aku hanya ingin masuk"
"berhenti bersikap kekanak-kanakan, lagi pula Jonathan bukan kekasih mu dan kau tidak berhak melanggar privasinya" hardik Tristan.
Di dalam kamar mandi Mega mendengar suara Tessa, akhir nya dia pun memutuskan untuk keluar sebelum terjadi kesalah pahaman lebih lanjut. Pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan Mega keluar dengan menundukkan wajah nya.
Tessa membulatkan mata nya saat melihat Mega keluar dari kamar mandi. Di tambah lagi Mega menggunakan kemeja milik Jonathan membuat Tessa semakin murka. Tessa berjalan dengan cepat menghampiri Mega dan menarik rambut nya dengan kasar. "kau lagi, dasar wanita murahan apa yang kau lakukan disini hah? Apa kau merayu Jonathan...."
"Tessa hentikan..!" Jonathan menarik Tessa untuk menjauh dari Mega sebelum gadis itu berbuat hal yang lebih buruk lagi. "lepas Jo, kenapa kau
selalu membela nya. Kenapa dia bisa ada disini".
Tessa mendorong Mega hingga membuat nya hampir terjatuh. Dan untung nya Tristan dengan sigap menangkap tubuh Mega.
Jonathan menarik Tessa keluar dari kamar nya dengan paksa. Makian dan cacian masih terus Tessa lontarkan untuk Mega.
Mata Mega sudah berkaca-kaca. Tapi sedetik kemudian dia teringat jika saat ini pria yang berada di samping nya adalah bos pemilik hotel tempat nya bekerja. Cepat-cepat Mega membungkuk memberi hormat. "maaf, maafkan saya"
Tristan hanya menatap Mega tanpa mengatakan apapun kemudian melenggang keluar meninggal kan Mega sendirian dalam kamar itu.
Bersambung.....
__ADS_1