Air Mata Mega

Air Mata Mega
Dua puluh satu


__ADS_3

Tristan dan Jason mendengarkan cerita Mega dengan seksama. Kini kedua nya ikut mengkhawatirkan keadaan Jonthan dan ayah nya.


"aku akan menghubungi kepala pelayan yang bekerja di rumah Jonathan. Kebetulan aku memiliki nomor nya" Jason segera mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi kepala pelayan.


"hallo, ini Jason, dimana Jonathan?"


"......"


"di rumah sakit? Apa yang terjadi?"


"......."


"baiklah, terimakasih" Jason menutup telfon nya.


Mega dan Tristan merasa tegang saat melihat wajah Jason yang berubah cemas.


"ada apa? apa kata nya?" tanya Tristan.


"ayah Jonathan berusaha bunuh diri, dan sekarang keadaan kritis"


"apa?" seru Mega dan Tristan bersamaan.


"kepala pelayan juga mengatakan jika Jonathan pergi entah kemana"


Mega meneteskan air mata nya. Dia tidak menyangka jika ayah Jonathan benar-benar berniat menemui ibu Jonathan. "apa kalian tahu tempat yang biasa dia kunjungi saat dia sedang tidak baik-baik saja?"


Jason dan Tristan terlihat berfikir, lalu kedua nya menjawab tempat yang sama. "makam ibu nya".

__ADS_1


"ayo kita kesana sekarang" ajak Mega.


Mereka bertiga bergegas pergi menemui Jonathan. Mereka menggunakan lift khusus yang langsung menuju basement.


"pakai mobilku saja" ucap Tristan.


Beruntung nya kaca mobil Tristan memakai kaca film, hingga mereka tidak perlu khawatir karena wartawan yang sedang berkumpul tidak akan bisa melihat Mega yang berada di dalam mobil.


Sesampai nya di area pemakaman mereka langsung menuju makam ibu Jonathan. Mereka bernafas lega saat dari kejauhan mereka benar-benar melihat Jonathan. Terlihat Jonathan duduk di samping sebuah makam. Semakin mereka mendekat samar-samar terdengar suara tangisan lirih, dan mereka yakin itu adalah suara tangisan Jonathan.


"sebaik nya kita beri dia waktu untuk sendiri" ucap Jason.


"kau benar, apa yang terjadi pada ayah nya pasti membuat nya terluka" ucap Tristan menimpali.


Mereka berdiri beberapa meter di belakang Jonathan, dan Jonathan yang terlalu larut dengan perasaan nya tidak menyadari kehadiran mereka. Meski Jason meminta untuk membiarkan Jonathan sendiri, tapi Mega justru melangkah mendekati nya. Dia sudah berjanji bahwa mereka akan menjadi tempat sandaran untuk satu sama lain.


Mega ikut menitikan air mata nya. Kembali dia membiarkan Jonathan menangis sampai dia merasa puas. Karena dia tahu yang di butuhkan Jonathan saat ini bukanlah kata-kata yang menenangkan melainkan sebuah pelukan yang bisa menjadi tempat luapan.


Jason menarik Tristan membawa nya pergi dari tempat itu. Kedatangan mereka bukan di waktu yang tepat. Jason yakin saat ini yang di butuhkan Jonathan hanyalah orang yang bisa menenangkan diri nya, dan orang itu adalah Mega. "ayo kita pergi, kita bisa menemui nya saat keadaan nya sudah membaik".


Tristan sebenar nya enggan untuk beranjak, dia tidak suka membiarkan Jonathan berdua saja dengan Mega. Dia takut akan ada wartawan yang kembali mengambil gambar mereka dan akan timbul gosip baru lagi. Tapi saat ini keadaan Jonathan sedang tidak baik hingga dia harus berbesar hati menerima nya. Akhir nya Jason dan Tristan memutuskan untuk kembali ke hotel.


Sementara itu di dalam apartemen nya, Divya terus saja menenggak minuman beralkohol. Entah sudah berapa botol yang sudah Divya habiskan karena begitu banyak botol berserakan di sekitar nya. Semenjak video nya dan Mega beredar karir nya terus saja menurun sampai saat nya dia di keluarkan dari agensi nya. Sudah lebih dari satu bulan Divya hanya berdiam diri di alam apartemen nya. Dia tidak bisa keluar karena para wartawan terus saja berdiri di luar pintu apartemen nya. Mereka seolah tidak pernah lelah dan terus saja menunggu diri nya untuk keluar. Saat ini Divya benar-benar merasa terpuruk. Kehidupan nya seolah runtuh dalam sekejap. Karir nya hancur, di tinggalkan para penggemar, di bully oleh banyak orang dan pria yang di cintai nya telah menolak dirinya.


Divya mencengkram botol minuman di tangan nya dengan erat. Terbesit satu nama yang menurut nya menjadi sumber dari masalah nya. Tidak lain dia adalah Mega.


"akan ku pastikan kau mendapat balasan yang lebih buruk" gumam Divya. Dia tersenyum licik saat mendapat ide yang menurut nya sempurna untuk membalaskan dendam nya.

__ADS_1


Divya menelfon seorang pria yang sejak dulu selalu mengejar-ngejar diri nya. Seorang pria yang mengatakan bersedia melakukan apapun untuk diri nya.


"hallo, Matteo ini aku"


"......."


"aku ingin kau melakukan sesuatu untukku"


"........."


"aku ingin kau memberi palajaran pada seseorang. Aku yakin kau sudah tahu apa yang terjadi padaku"


"........"


"iya kau benar, dia lah yang membuatku seperti ini. Akan aku kirimkan foto nya, dan aku harap kau melakukan tugas mu dengan baik"


"........"


"baiklah, aku tunggu kabar baik dari mu"


Divya tersenyum licik setelah menyelesaikan panggilan nya. Dia kembali menenggak minuman beralkohol sampai dia merasa puas. Dia tidak sabar menunggu hari kehancuran Mega. Divya baru akan merasa puas saat melihat kehancuran Mega dengan mata kepala nya sendiri. Dan hari itu tidak lama lagi pasti akan segera tiba.


Berbicara tentang benci, sebenar nya adalah suatu keadaan perasaan atau emosi yang menggambarkan ketidak sukaan, permusuhan atau antipati. Sebenar nya kebencian merupakan sesuatu hal yang normal dan manusiawi walaupun sebenar nya hal tersebut merupakan sikap negatif, karena seringkali rasa benci berlanjut dengan muncul nya hal-hal buruk kepada orang yang di benci, yang terkadang memunculkan permusuhan.


Bisa jadi karena sakit hati, ada ketidaksesuaian dengan perasaan, sehingga timbul rasa untuk menghindar, menjauhi, atau bahkan melenyapkan hal yang di benci.


Benci itu hanya menggelapkan jiwa, mengulangi memori rasa sakit hati yang seharus nya di lepaskan. Jangan sampai ada benci yang tersemi, karena benci itu bisa meracuni ruhani.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2