
Matteo sudah bersiap menunggu Mega di depan hotel bersama dengan anak buah nya. Malam ini dia berniat menjalan kan misi nya. Tak lupa dia mengirim pesan pada Divya bahwa dia akan melakukan apa yang dia perintahkan. Mendengar itu tentu saja Divya merasa sangat senang. Dia berpikir akhir nya bisa membalaskan dendam nya pada Mega. Matteo memang tidak memberitahukan apa rencana nya, pria itu hanya mengatakan bahwa Divya tidak akan pernah melihat Mega lagi. Dengan menghilang nya Mega maka Divya berpikir bisa kembali mendekati Tristan, karena wanita yang pantas bersanding dengan Tristan hanyalah diri nya.
Beberapa kali Matteo melirik jam di pergelangan tangan nya. Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, seharus nya Mega sudah keluar dari hotel seperti sebelum-sebelum nya. Dan benar saja tak lama Mega keluar dari hotel, tapi gadis itu tidak sendiri melainkan bersama dengan Tristan yang berjalan di sebelah nya. Matteo memicingkan mata nya saat melihat perlakuan Tristan yang begitu manis kepada Mega. Terlihat beberapa kali Tristan mengelus pucuk kepala gadis itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dan Mega terlihat malu-malu di perlakukan seperti itu oleh Tristan. Mereka terlihat seperti layak nya sepasang kekasih yang saling mencintai. Mega melambaikan tangan nya pada Tristan sebelum gadis itu mengayuh sepeda nya meninggalkan area hotel.
Di tengah perjalanan, mobil yang di kendarai Matteo menghadang laju sepeda Mega membuat gadis itu terkejut hingga membuat sepeda nya kehilangan kendali dan akhir nya terjatuh. Mega meringis saat telapak tangan dan siku nya menggores aspal.
Matteo turun dari mobil dan menghampiri gadis itu. "Mega"
Mega menengadahkan wajah nya untuk melihat siapa yang memanggil nama nya. Mega membulatkan mata nya saat melihat Matteo. "kak Matteo"
Matteo mengulurkan tangan nya untuk membantu Mega bangun. Dan tanpa rasa curiga Mega menerima bantuan dari Matteo.
"aakhh... " Mega merasakan perih di bagian siku dan telapak tangan nya.
"Mega, maafkan aku" ucap Matteo dan langsung menyuntikan obat bius di leher gadis itu.
Sebelum Mega menyadari apa yang terjadi, dia merasakan sengatan kecil di leher nya dan kemudian langsung tidak sadarkan diri. Matte membawa Mega masuk ke dalam mobil nya. Dia membawa Mega menuju rumah yang sebelum nya sudah ia persiapkan. Butuh waktu empat jam perjalanan untuk sampai di rumah itu. Dan saat tengah malam mereka akhir nya sampai. Matteo menggendong Mega masuk ke dalam rumah itu. Membawa nya ke kamar dan dengan hati-hati membaringkan Mega di ranjang kemudian mengobati luka di tangan gadis itu.
"maaf karena harus melakukan ini padamu. Aku berjanji tidak akan menyakitimu." tutur Matteo, kemudian dia mengambil gambar Mega untuk di berikan kepada Divya sebagai bukti bahwa dia telah mengerjakan apa yang Divya minta.
Setelah mengirim pesan pada Divya, tak lama Divya langsung menelfon nya.
"hallo" sapa Matteo
"aku senang kau benar-benar melakukan nya. Terimakasih Matteo" ucap Divya di seberang telefon.
"kau tahu kan kenapa aku bersedia melakukan semua ini?"
__ADS_1
"aku tahu. Itu karena kau sangat mencintai ku. Dan aku sangat bersyukur untuk hal itu"
"lalu kapan kau akan membalas nya?" meski bersedia melakukan apapun untuk Divya, tetap saja pria itu terkadang ingin Divya membalas perasaan cinta nya.
"kau sendiri pernah mengatakan padaku bahwa kau bersedia melakukan apapun untuk ku tanpa mengharapkan balasan. Lalu apa ini Matteo, kenapa kau tiba-tiba ingin aku membalas nya?"
Matteo hanya menghela nafas mendengar nya. "lupakan saja, anggap aku tidak pernah mengatakan apapun padamu"
"baiklah. Lalu mau kau apakan gadis itu? Aku lebih suka kau menjual nya kepada mucikari atau menjadikan nya budak nafsu anak buah mu"
Matteo megepalkan tangan nya saat mendengar perkataan Divya. Bisa-bisa nya Divya memiliki pemikiran selicik itu kepada Mega. "apapun yang akan aku lakukan pada nya kau tidak perlu tahu. Yang pasti kau tidak akan melihat nya lagi" ucap Matteo dan langsung mematikan sambungan telfon nya.
Matteo menatap Mega yang masih belum sadarkan diri. "aku akan menjagamu. Kau tahu kan kalau aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri. Tapi aku mohon tolong jangan membenci ku, aku harap kau mengerti Mega.." Matteo keluar dari kamar dan tidak lupa dia mengunci pintu nya.
Ke esokan hari nya Mega terbangun. Dia menyadari bahwa saat ini diri nya berada di sebuah kamar yang tampak asing bagi nya.
"kak Matteo tolong buka pintu nya. Kenapa kau mengurungku disini. Kak Matteo apa kau mendengarku?" teriak Mega dan berusaha membuka pintu.
Mega melihat sekeliling, mencoba mencari celah untuk diri nya bisa keluar. Namun sayang nya kamar itu tidak memiliki jendela. Kemudian Mega masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu, namun hasil nya pun sama. Kamar mandi disana juga tidak memiliki jendela. Benar-benar tidak ada celah bagi Mega untuk pergi karena hanya pintu itu lah satu-satu nya jalan keluar yang ada.
"kak Matteo, kau dimana, apa kau mendengarku?" teriak Mega lagi, namun tetap tidak ada sahutan. Berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di kepala Mega membuat gadis itu menangis ketakutan.
"tolong aku, siapapun tolong keluarkan aku dari sini, aku mohon" isak Mega. Dia duduk di lantai dan memeluk diri nya sendiri. "aku takut, tolong keluarkan aku"
Tak lama terdengar suara orang berbicara di luar pintu. Mega segera mengetuk pintu dengan keras agar ada yang mendengar nya. Kemudian terlihat seseorang membuka pintu dari luar dan Matteo masuk dengan membawa nampan berisi makanan untuk Mega.
"kak Matteo..." ucap Mega dan mendekati pria itu. Mencoba meyakinkan diri nya bahwa orang di depan nya benar-benar Matteo. "ini benar-benar kak Matteo bukan?"
__ADS_1
"ya Mega, ini aku" Matteo meletakkan nampan di atas nakas kemudian menarik Mega untuk duduk di ranjang. Dia menarik kursi dan duduk di depan gadis itu.
"kak, apa semalam kau membius ku, kau yang membawa ku kemari?" tanya Mega.
"iya, memang aku yang membawa mu kemari" jawab Matteo. "Mega, maaf karena harus membawa mu dengan cara seperti itu. Aku pikir hanya dengan cara itu aku bisa membawamu kemari, aku yakin kau tidak akan mau ikut dengan ku dengan suka rela"
"kenapa kau melakukan ini kak, apa alasan mu?"
Matteo mengeluarkan ponsel nya, dia menunjukan foto diri nya bersama Divya. "kau mengenal nya bukan?"
"apa itu nona Divya?"
"iya, dia memang Divya" Matteo memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku jaket nya. "Mega, aku ingin berkata jujur padamu. Sebenar nya Divya yang menyuruh ku untuk menculik mu, dia meminta ku melakukan ini karena menurut nya kau telah merebut kekasih nya"
"dan kau percaya pada nya? Kakak aku tidak menyangka kau bisa melakukan ini pada ku. Asal kau tahu aku tidak pernah merebut kekasih nya. Tristan memutuskan hubungan dengan nya karena Divya telah meninggalkan nya, dia menghianati Tristan dan menjalin hubungan dengan pria lain. Dan satu hal lagi, aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan Tristan" ucap Mega dengan nada berapi-api.
Matteo menggenggam tanga Mega dan menatap nya. "tolong jangan membenciku. Aku sudah sangat mengenal mu, sejak kecil kita tumbuh bersama dan aku tahu kau bukan wanita seperti itu. Jujur aku melakukan ini karena aku sangat mencintai Divya, aku tidak bisa menolak keinginan nya. Tapi aku berjanji kepadamu kalau aku tidak akan menyakiti mu. Kau hanya perlu tinggal disini untuk sementara waktu"
"tidak kak, kenapa kau jadi seperti ini. Kau bukan lagi kak Matteo yang aku kenal, kau sudah berubah. Karena kak Matteo yang aku kenal adalah orang yang sangat menyayangi ku dan menganggap ku seperti adik nya sendiri. Lalu ini apa? Kau menculik ku dan mengurung ku disini agar Divya merasa senang begitu?"
"Mega, aku tahu aku salah. Tapi ini juga demi kebaikan mu. Aku takut jika aku menolak keinginan Divya, dia akan menyuruh orang lain untuk melakukan nya. Tolong mengertilah"
Mega menarik tangan nya agar terlepas dari genggaman Matteo. "lalu sekarang apa kau tidak berfikir tentang kehidupan ku, pekerjaan ku, dan orang-orang yang mengenal ku? mereka pasti akan mencari ku kak"
"aku tahu" ucap Matteo.
"tapi aku pastikan mereka tidak akan menemukan mu, karena kau akan segera pindah ke luar negri" lanjut Matteo dalam hati.
Bersambung.....
__ADS_1