
Setelah pembicaraan nya dengan sang ayah selesai, Jonathan bergegas kembali menghampiri Mega. Dia tersenyum melihat Mega yang tertidur meringkuk di sofa. Dengan hati-hati Jonathan menggendong Mega dan membawa nya ke kamar tamu.
"maaf karena sudah membuat mu berada di situasi seperti ini. Aku berjanji ke depan nya aku akan menjagamu" tutur Jonathan sembari menatap wajah Mega yang terlihat damai dalam tidur nya.
Jonathan keluar dari ruang tamu, twk lupa ia berpesan kepada pelayan untuk memanggil nya saat Mega bangun nanti. Jonathan naik ke lantai dua menuju kamar nya. Sudah tiga tahun Jonathan tidak pernah memasuki kamar itu. Kamar yang sejak kecil ia tempati yang menjadi saksi bagaimana dia tumbuh selama ini. Perlahan Jonathan mendekati foto dengan figura besar yang terpajang di dinding. Itu adalah foto seorang wanita yang amat Jonathan sayangi, satu-satu nya foto tersisa yang ia miliki. Mata Jonathan berkaca-kaca saat menatap foto almahum ibu nya.
Jika bukan karena keinginan ibu nya, sudah sejak dulu Jonathan pergi dari rumah ayah nya dan di pastikan dia tidak akan pernah mau kembali lagi.
"ibu, aku pulang" ucap Jonathan lirih. Dengan gemetar tangan Jonathan menyentuh wajah ibu nya. "Ibu, aku merindukan mu" perlahan air mata membasahi pipi Jonathan, selalu saja seperti itu. Jonathan tidak akan pernah bisa menahan air mata nya saat ia mengingat almarhum ibu nya. "kenapa ibu pergi meninggalkan ku sendiri, apa ibu sudah tidak menyayangi ku?".
"apa kau menangis?" tanya Mega yang sudah berdiri di ambang pintu, ia tertegun mendengar suara Jonathan yang serak dan bergetar.
Jonathan menghapus air mata nya dan berbalik menatap Mega. "kau sudah bangun? Apa kau mencariku?" Jonathan berusaha memasang senyum terbaik nya.
Meski Jonathan berusaha tersenyum, tapi Jonathan tidak bisa menyembunyikan mata nya yang memerah. Mega tahu betul bahwa saat ini Jonathan sedang tidak baik-baik saja. Mega pun berjalan menghampiri Jonathan, dan setelah sampai di depan pria itu Mega menarik kepala Jonathan agar menyandar di bahu nya. "kau sendiri yang mengatakan padaku, bahwa kadang-kadang kita memerlukan orang lain sebagai tempat bersandar. Menangislah, aku akan meminjamkan bahu ku untuk menjadi sandaran mu" tutur Mega dan mengusap punggung Jonathan dengan lembut, sama seperti yang Jonathan lakukan pada nya saat itu.
Mendapat perlakuan seperti itu akhir nya tangis Jonathan pun pecah. Rasa sesak akibat terlalu merindukan ibu nya dia tumpahkan semua dalam tangisan nya. Hanya dengan Mega luka yang selama ini dia coba sembunyikan nyata nya bisa muncul begitu saja. Gadis itu mampu membuat Jonathan menunjukan sisi terlemah nya yang selama ini tidak pernah ia tunjukan kepada siapapun, bahkan di depan teman-teman nya.
__ADS_1
Sementara itu di luar pintu kamar, ayah Jonathan berdiri dengan sesekali mengusap air mata nya. Dia mendengar suara tangisan putra nya untuk pertama kali nya. Bahkan saat ibu nya meninggal Jonathan sama sekali tidak menangis dan hanya mengurung diri nya di dalam kamar. Perlahan ayah Jonathan pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar nya sendiri. Dia tidak bisa mendengar tangisan putra nya terlalu lama, karena dia tahu semua kesedihan dan luka yang di rasakan oleh putra nya adalah akibat dari perbuatan nya.
Setelah puas menangis barulah Jonathan mengangkat kepalanya dari bahu Mega. "terimakasih" ucap Jonathan.
Mega menghapus air mata yang masih membasahi pipi Jonathan. "aku senang karena bisa berguna untuk mu, jangan sungkan untuk meminjam bahuku. Manusia hidup dengan masalah dan kesakitan masing-masing, dan kita bisa saling menguatkan"
"berjanjilah kita akan selalu saling menguat kan" seperti anak kecil Jonathan mengacungkan jari kelingking nya.
Mega pun menautkan jari kelingking nya pada Jonathan. "aku berjanji" jawab Mega penuh tekat. Kemudian pandangan nya jatuh pada foto ibu Jonathan yang terpajang. "siapa wanita itu? Dia cantik sekali".
Jonathan ikut memusatkan perhatian nya pada foto sang ibu. "itu adalah foto almarhum ibu ku. Dia sudah meninggal lima belas tahun yang lalu".
Jonathan mengangguk.
"aku tidak pernah tahu rasa nya kehilangan orang tua, karena aku memang tidak pernah tahu siapa orang tua ku. Mereka sudah meninggalkan ku di panti asuhan sejak aku masih bayi. Kau tahu Jo, meski sekarang kau sudah kehilangan ibu mu, setidak nya kau lebih beruntung dari ku. Kau pernah merasakan hangat nya kasih sayang seorang ibu. Di tambah lagi saat ini kau masih memiliki ayah".
Jonathan tersenyum miris mendengar kalimat terakhir Mega. "hubungan ku dengan nya tidak sebaik itu. Bahkan aku tidak pernah memanggil nya dengan sebutan ayah"
__ADS_1
"aku tidak tahu alasan perselisihan di antara kalian, satu hal yang harus di ingat, disini entah dirimu ataupun ayah mu yang bersalah hubungan darah di antara kalian tidak akan pernah bisa hilang. Fakta nya kalian tetap ayah dan anak, dan tidak ada yang bisa merubah nya. Walau sebenci apapapun kau kepada nya, dia tetaplah ayah mu. Bersyukurlah kau masih memiliki nya, aku hanya mengingatkan, jangan sampai kau menyesali sikap mu saat beliau sudah tidak ada"
Jonathan merasa tertohok mendengar nasehat dari Mega. Dia menyadari bahwa seburuk apapun sikap ayah nya, dia tetap lah ayah nya.
Mega menggenggam tangan Jonathan dan menatap manik mata hitam pria itu. "seseorang pernah mengatakan padaku, kepergian akan di akhiri dengan kebahagiaan dan kehilangan akan ada pengganti nya. Kesedihan akan dihapus oleh kebahagiaan. Selama hati tidak menutup harapan, bisa jadi kesepian ialah cara yang di sediakan Tuhan untuk berteman dengan keikhlasan. walaupun terkadang menyedihkan dan menyakitkan".
"haruskah aku memaafkan nya?" tanya Jonathan penuh keraguan.
"apa beliau pernah meminta maaf kepada mu?".
Jonathan mengangguk mengiyakan.
"dengan adanya permintaan maaf arti nya beliau mengakui kesalahan dan kekeliruan yang telah di lakukan dengan harapan dapat di maafkan. Seseorang yang meminta maaf bukan menandakan bahwa dia orang lemah akan tetapi, menandakan bahwa dia orang yang berjiwa besar mengakui kesalahan serta kekeliruan untuk memperbaiki hubungan di antara kalian. Jo, permintaan maaf atau meminta maaf bukan perkara yang mudah, sebab pada umum nya banyak orang yang lebih mendahulukan gengsi, dan kesombongan sehingga sulit dan enggan meminta maaf. Meski beliau lebih tua dari mu tapi beliau tidak sungkan untuk meminta maaf pada mu. Itu arti nya beliau sangat menyayangi mu dan tidak mau memiliki hubungan yang buruk dengan mu".
Lagi-lagi Jonathan mengakui kebenaran dari kata-kata Mega. Di setiap ada kesempatan ayah nya selalu meminta maaf pada nya. Dan karena ego nya yang terlalu besar dia selalu mengabaikan permintaan maaf dari ayah nya.
"Jo, jika kamu masih sangat menderita saat ini, tidak apa-apa teruslah belajar memaafkan, mengikhlaskan, dan sabar dalam menghadapi perjalanan hidup mu. Semangat.!!" ucap Mega dengan memasang senyum ceria. Mencoba memberikan energi positif pada Jonathan seperti yang selalu pria itu lakukan pada nya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Jonathan memeluk Mega dengan sangat erat. Jonathan merasa bersyukur saat ini ada Mega di sisi nya, dan gadis itu telah berhasil menyentuh hati nya. Dan untuk pertama kali nya Jonathan merasa jatuh cinta pada seorang wanita, ya dia telah jatuh cinta pada Mega. Gadis itu telah mengisi hati nya dan Jonathan tidak akan membiarkan gadis itu pergi.
Bersambung.....