Air Mata Mega

Air Mata Mega
Dua puluh empat


__ADS_3

Mega menaiki bus untuk bisa sampai ke hotel tempat nya bekerja. Selama di perjalanan dia sangat menikmati pemandangan di sekitar nya. Rasa nya sudah lama sekali dia tidak menikmati hal-hal kecil seperti itu. Semenjak gosip itu muncul Mega menjadi takut untuk keluar rumah. Dia merasa trauma dengan serbuan para wartawan yang di alami nya saat berada di depan rumah kontrakan nya. Meski keadaan sudah membaik, Mega masih memakai masker kemana pun ia pergi. Untuk berjaga-jaga agar para wartawan maupun penggemar Jonathan tidak mengenali diri nya.


Semenjak memiliki ponsel, Mega menjadi lebih tahu tentang berita yang sedang ramai di bicarakan. Dia juga membaca artikel tentang diri nya yang di gosipkan berpacaran dengan Jonathan. Dari sana lah Mega mengetahui jika para penggemar Jonathan banyak yang membenci dan membully diri nya. Banyak sekali makian dan umpatan yang mereka lontarkan untuk diri nya. Mega tahu mereka bersikap seperti itu karena tidak terima idola mereka memiliki kekasih. Dan Mega pun tidak mengambil hati omongan mereka, dia bisa memaklumi hal itu selama mereka tidak menyakiti nya secara langsung.


Sesampai nya di halte, Mega turun dari bus dan berjalan sekitar lima puluh meter untuk sampai di hotel. Disana dia bertemu dengan rekan kerja nya yang bernama David, menurut berita yang pernah Mega dengar dia dia adalah pria yang Zea sukai.


"selamat pagi Mega" sapa David.


"selamat pagi" jawab Mega.


"seperti nya baru kali ini aku melihat mu di halte?"


"kau benar, ini pertama kali nya aku naik bus. Kau tahu kan biasa nya aku naik sepeda. Tapi berhubung sepedaku sedang tidak bisa di pakai jadi aku naik bus"


Tak henti-henti nya David menatap wajah cantik Mega. David merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu. Dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengobrol berdua seperti sekarang. Karena biasa nya rekan kerja mereka yang lain ikut bergabung berkumpul bersama. Apalagi saat ini Mega hanya bertugas membersihkan penthouse, itu membuat mereka menjadi jarang sekali bertemu.


David sengaja memelankan langkah nya agar mereka bisa memiliki waktu lebih lama untuk bersama. "Mega, ada yang ingin aku tanyakan. Aku harap kamu tidak tersinggung dengan pertanyaan ku"


"tanyakan saja"

__ADS_1


"sejujur nya aku tidak percaya kau benar-benar menjadi kekasih dari bos kita. Saat ini kita hanya berdua, maukah kau jujur padaku, kau ini benar-benar kekasih nya atau bukan?"


"kenapa kau bertanya pertanyaan seperti itu?" Mega menjadi salah tingkah, dia merasa tidak nyaman jika ada yang membicarakan mengenai hubungan nya dengan Tristan. Lagi-lagi adegan semalam kembali terlintas di kepala nya. Mega cepat-cepat mengenyahkan bayangan itu.


"jujur aku menyukaimu" aku David. Dia ingin memanfaatkan momen dimana hanya ada mereka berdua. Karena belum tentu dia bisa berbicara sedekat itu dengan Mega. "aku menyukai mu sejak pertama kali aku melihat mu"


Mega merasa seperti dejavu. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam sudah ada dua pria yang mengatakan hal sama pada nya. "David, aku...."


David memberanikan diri menggenggam tangan Mega. "aku sungguh-sungguh meyukai mu Mega, percayalah padaku"


Tanpa mereka sadari ada dua orang menatap ke arah mereka dengan tatapan marah penuh emosi. Zea yang kebetulan berada tak jauh dari mereka melihat adegan itu. Dia mendengar pengakuan cinta David pada Mega. Sudah lebih dari dua tahun dia memendam perasaan nya pada David, dan sekarang pria yang dia sukai justru mengutarakan perasaan nya pada gadis lain. Siapa yang tidak marah jika berada di posisi Zea? Pasti semua akan meraskan hal yang sama. Sedih, patah hati dan kecewa yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.


"Mega, katakan apa kau menerima perasaan ku?" tanya David penuh harap.


"sebenar nya aku..."


Suara bunyi klakson mobil menginterupsi membuat Mega tidak bisa menyelesaikan kalimat nya. Sebuah mobil mahal berhenti di samping David dan Mega. Kedua nya bertanya-tanya siapa orang yang berada di dalam nya.


Tristan menurunkan sedikit kaca mobil nya dan menatap Mega dengan tatapan penuh arti. "aku tunggu di penthouse"

__ADS_1


Melihat sosok Tristan, Mega cepat-cepat melepas tangan nya dari genggaman David. Dia merasa takut dengan tatapan tajam Tristan pada nya. Entah kenapa dia merasa seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh. David merasa kecewa saat Mega menarik tangan nya. Dia berfikir jika selama ini apa yang dia pikirkan sudah salah. Tapi ternyata melihat sikap Mega membuat David berfikir jika gadis itu benar-benar sudah menjadi kekasih bos nya.


"baik tuan" jawab Mega cepat. Dia langsung berlari menuju hotel meninggalkan David. "David, aku pergi dulu" teriak Mega.


Sebelum pergi Tristan menatap David dengan tatapan tajam nya. Dia seolah memberi peringatan lewat tatapan mata nya agar David berhenti mendekati Mega. Merasa ngeri di tatap seperti itu, David memilih membungkukan tubuh nya, memberi hormat pada pria yang merupakan bos sekaligus pria saingan nya.


Zea berjalan mendekati David saat Tristan sudah pergi, dia langsung memeluk David dari belakang tanpa memikirkan bahwa saat ini mereka masih berada di sekitar halte yang masih banyak orang berlalu lalang. David terkejut di peluk secara tiba-tiba. Dia berusaha melepaskan pelukan itu tapi Zea malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"kenapa kau harus menyukai nya sementara di sini aku jelas-jelas sangat mencintai dirimu" kata Zea lirih.


David menghembuskan nafas nya dengan kasar saat tahu bahwa yang memeluk nya adalah Zea. "dengar Zea, aku tidak suka mengatakan ini karena ini pasti akan menyakiti diri mu. Tapi aku juga tidak bisa membalas perasaan mu karena memang aku tidak memiliki perasaan seperti itu terhadap mu"


Kembali Zea merasakan patah hati mendengar jawaban David. Perlahan dia pun melepaskan pelukan nya dan berlari begitu saja meninggalkan David. Zea tidak ingin David melihat air mata nya, David adalah pria yang lembut dan perasa. Pria itu pasti akan semakin merasa bersalah jika sampai melihat nya menangis.


Sementara itu Matteo sengaja memarkirkan mobil nya di area sekitar hotel. Dia mengawasi Mega secara diam-diam sebelum melancarkan aksi nya. Matteo tersenyum saat melihat Mega berlari memasuki hotel. Hampir delapan tahun mereka tidak bertemu dan ternyata Mega tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


"aku akan menjagamu sebisa ku, saat tiba waktu nya nanti aku berharap kau tidak akan membenci ku" gumam Matteo. "aku benar-benar mencintai Divya. Bahkan meski dia hanya memanfaatkan aku, aku merasa tidak keberatan selama aku bisa melihat nya tersenyum".


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2