Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 10


__ADS_3

Ketika aku melihat Mika kaget, aku berinisiatif untuk melihat siapa orang yang telah mengantarkan berkas padaku dan membuat Mika kaget.


Aku pun melihat kedepan, ternyata yang ada dihadapanku saat ini adalah kakak sepupu aku. Ia dan Mika saling tatapan satu sama lain selama beberapa saat. Setelah itu, kak Ryan langsung pergi tanpa sepatah katapun pada ku dan Mika.


Aku menjadi penasaran, ada hubungan apa kak Ryan dengan Mika. Kenapa mereka terlihat saling kenal satu sama lain. Ada apa sebenarnya antara mereka berdua.


Mika yang masih kaget, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kak Ryan, walaupun ia sudah jauh meninggalkan kami. Pandangan mata Mika itu sulit untuk aku artikan. Apakah mata itu berkata merindukan seseorang, atau membenci seseorang. Tapi sebagai perempuan, aku lebih percaya kalau mata Mika itu lebih kepada merindukan kak Ryan dari pada membenci.


"Aku permisi dulu kak Nino," ucap Mika sambil berjalan cepat meninggalkan aku.

__ADS_1


Sekilas, aku melihat mata Mika berkaca-kaca. Ia seakan tidak sangup untuk menahan buliran bening yang akan jatuh dari pelupuk matanya. Bahkan, ia tidak menunggu aku untuk menjawab perkataannya lagi, ia malah langsung meninggalkan aku saja.


Apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin jika aku bertanya apa yang terjadi antara mereka pada kak Ryan. Tapi lebih tidak mungkin lagi kalau aku bertanya apa yang terjadi pada Mika. Itu sangat tidak benar bagi aku. Apalagi diposisi aku yang sekarang ini. Saat ini, aku bukan wanita, mana bisa aku bicara dari hati kehati sebagai sesama wanita.


Biarkanlah, aku seharusnya tidak ikut campur urusan orang lain. Karna aku saja masih terlalu banyak urusan yang harus aku urus untuk diriku sendiri. Sudahlah, kenapa harus pusing memikirkan orang lain sedangkan urusan yang aku punya saja tidak terurus.


....


Bahkan, Mika tidak ingin makan saat aku ajak keluar makan siang. Ia juga tidak makan, saat aku membawakan makanan buat dia. Aku tidak punya cara untuk membuat hati Mika terhibur dan merasa baik. Aku tidak tahu bagaimana trik lelaki saat menghibur pada gadis. Jika aku melakukan trik berlebihan, itu sama saja merusak nama baikku. Namakan juga aku tidak paham apa yang laki-laki biasa lakukan. Lagian, aku ini bukan pacarnya Mika.

__ADS_1


Kami pulang setelah perkerjaan yang melelahkan di kantor. Aku tidak bicara pada kak Ryan, begitu juga sebaliknya. Kak Ryan lebih terlihat aneh saat ia diam seribu bahasa dari pada saat dia ngerocos bicara sama mama.


Sifat kepoku sebagai wanita akhirnya muncul juga. Aku tidak bisa menahan sifat ingin tahu yang sedari tadi aku bendung dalam hatiku tadi. Aku memutuskan untuk mengajak kak Ryan mampir di taman sejenak.


"Kak Ryan, apa kamu mau temani aku santai di taman sebentar?"


"Aku rasa, sebaiknya kamu tidak usah terlalu lama berada di luar rumah Nino. Jika ingin bersantai, aku sarankan kamu sebaiknya bersantai di sekitar villa saja," ucap kak Ryan.


"Lho, kenapa memangnya, apa ada yang salah jika aku ingin bersantai di taman?"

__ADS_1


"Tidak ada yang salah, tapi saat ini, kamu tidak terlalu aman jika berada ditempat umum sembarangan."


__ADS_2