Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 45


__ADS_3

Mama dengan cepat menarik tanganku untuk dibawa menuju pangung. Aku yang malang, tidak bisa melakukan apapun, selain mengikuti langkah kaki mama dengan sangat terpaksa.


"Mama, pelan-pelan dong," kataku sedikit berbisik pada mama.


"Jangan banyak bicara, ikuti saja apa yang mama katakan."


Aku lihat, di atas pangung sudah ada gadis yang lumayan cantik sih wajahnya. Tapi sayangnya, badan gadis itu terlalu gendut untuk ukuran orang cantik.


"Ma, dia yang akan di tunangkan sama aku?" kataku sangat kaget.


"Iya, dia adalah gadis itu."


Baru saja kaki ku ingin naik keatas tangga.


Tiba-tiba, semua lampu yang ada di tempat ini, mati secara bersamaan.


Semua yang ada di tempat acara ini, sangat panik karna lampu mati secara tiba-tiba saja.


"Hadirin semuanya, mohon perhatiannya sebentar. Kalian semua jangan panik, karna kita hanya ingin menyampaikan sebuah acara tambahan saja."

__ADS_1


Seorang laki-laki berbaju hitam, dengan memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya, sedang berdiri tegak di atas pangung.


"Acara tambahannya adalah, kita akan memberi kejutan pada keluarga besar, Tuan Herman Hutomo. Sebagai hadiah untuk anak perempuannya yang akan di tunangkan dengan anak bapak Bupati kita."


Suara riuh mengatakan, apa yang laki-laki itu katakan adalah salah. Karna anak keluarga Hutomo adalah laki-laki, yaitu, aku.


"Apa yang kamu katakan! Jangaj bicara ngaur dan jangan buat kekacauan di sini!" kata mama dengan nada keras sambil berjalan mendekati laki-laki. Sedangkan aku, hanya melihat apa yang terjadi saja.


"Wuah ... ini adalah, Nyonya Hutomo yang terhormat," kata laki-laki itu saat melihat mama.


Suara laki-laki itu terdengar sangat lantang, karna dia menggunakan pengeras suara, yang bisa didengar oleh semua orang yang ada di tempat acara ini.


"Penjaga! Penjaga! Kenapa kalian diam saja, apa kalian sengaja ingin menghancurkan acara pertunangan anak ku ini," kata mama dengan sangat kesal.


"Siapa kamu! Apa yang kamu inginkan?"


"Aku bukan siapa-siapa, dan aku juga tidak ingin apa-apa. Hanya datang sebagai pembawa acara tambahan saja."


"Hadirin semua, saya ingin menyampaikan satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh kalian selama ini. Dengarkan baik-baik, apa yang akan saya sampaikan."

__ADS_1


"Kalian semua yang hadir di sini adalah orang yang akan menjadi saksi terbongkarnya sebuah kebohongan yang telah terkubur selama puluhan tahun."


"Kalian lihat, ini adalah Nyonya Hutomo. Wanita yang sangat cantik, bukan?" kata laki-laki itu sambil berjalan mengelilingi mama.


"Kalian tahu tidak, kalau Nyonya cantik ini, adalah seorang pembohong besar," kata laki-laki itu dengan lantang.


Semua yang mendengarkan hal itu, sibuk berbisik dan berbicara sesama mereka.


"Apa yang kamu bicarakan, jangan sembarangan kamu yah. Kamu tahu, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!" kata mama dengan berteriak dan berusaha untuk merebut pengeras suara dari laki-laki itu.


"Semuanya, saya tidak bohong. Jangan dengarkan apa yang laki-laki ini katakan. Wajahnya saja tidak bisa kita lihat, bagaimana bisa kata-kata yang ia ucapkan itu benar. Jadi, jangan tertipu dengan orang yang hanya ingin mengacaukan saja," kata mama berusaha menjelas.


"Baiklah, apa jika kalian ingin bukti, maka saya akan berikan sebuah bukti untuk kalian lihat. Kalian akan tahu, mana yang bohong dan mana yang tidak."


Layar putih besar terpampang dengan jelas. Memutarkan sebuah rekaman vidio antara mama dengan seorang laki-laki yang tidak terlihat wajahnya. Sedangkan mama, wajah mama terlihat dengan sangat jelas di layar itu.


Dari penjelasan mama yang mengatakan, kalau anaknya yang bernama, Nino itu sebenarnya bukanlah laki-laki, melainkan perempuan. Dan juga, semua penjelasan tentang anaknya yang telah meninggal karna kekurangan gizi, hingga ia mendapatkan seorang anak untuk menggantikan anaknya.


Ia juga mengatakan, kalau ia telah membunuh orang yang telah membantunya untuk mendapatkan aku sebagai anak pengganti. Semua itu ia lakukan, karna ia tidak ingin rahasianya terbongkar suatu hari nanti.

__ADS_1


~*sepandai-pandai tupai melompat, akan jatuh ketanah juga pada akhirnya. Begitu juga manusia, sepandai-pandai menyembunyikan kesalahan, akan ketahuan juga akhirny*a.~


Pepatah itu sangat cocok untu mama ku yang sangat licik. Luarnya terlihat sangat baik dan begitu lemah lembut. Tapi kenyataannya, ia tak lebih dari seorang yang penuh dengan kepura-puraan semata.


__ADS_2