Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 58 (end)


__ADS_3

Tidak ada yang terjadi antara kami tadi malam. Karna aku dan Mulya sama-sama merasa capek setelah melewati serangkaian acara resepsi yang begitu melelahkan.


Tapi malam kedua pernikahan kami, Mulya tidak sabar lagi untuk melaksanakan kewajibannya sebagai suami.


Ia tidak bisa untuk bersabar, sampai bulan madu kami tiba. Padahal, bulan madu yang telah mama siapkan itu seharusnya, lusa.


Setelah tiga malam tinggal di rumah, menunggu kamar pengantin. Baru kami boleh meninggalkan kamar pengantin untuk bulan madu.


Itu adalah tradisi yang mama turunkan pada kami. Kata mama, orang tua mama berpesan seperti itu waktu ia baru saja menikah dengan papa.


Malam itu, Mulya seperti bukan Mulya yang aku kenal. Ia terlihat sangat agresif dan lincah. Dan pada akhirnya, pertahanan yang aku tahankan untu bulan madu, runtuh juga.


Malam itu, aku dan Mulya sama-sama menikmati, manisnya sebagai pasangan yang sah. Pasangan halal, yang telah di restui oleh agama dan negara.


Sepuluh bulan kemudian.


Saat ini, aku sedang berada di ruamh sakit. Rumah sakit tak jauh dari rumah ku. Aku baru saja melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Mirip seperti papanya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kamu, nak?" tanya mama dengan sangat cemas.


"Aku baik-baik aja kok ma. Mama gak perlu cemas dengan aku."


"Mamakan sudah bilang padamu, saatseperti ini, harusnya kamu tinggal di rumah mama aja untuk sementara waktu."


"Gak usah cemas ma, aku baik-baik aja kok. Lagian, gak enaklah sama mas Mulya. Kalau aku harus ajak dia pindah kerumah mama."


"Kamu ini ya, keras kepala bamget," kata mama pada akhirnya.


Kehidupan yang selama ini aku idapkan, telah aku dapatkan sekarang. Aku sudah punya suami dan anak yang tampan.


Aku juga punya mama kandung yang sangat sayang padaku. Ia tidak pernah membiarkan aku dalam kesulitan sedikitpun.


Saat tahu aku tidak ingin pindah kerumahnya. Mama malah memberikan aku sangat banyak pelayan untuk menjaga aku di rumah.


Bukan hanya itu, mama juga akan datang kerumah ku, seminggu lima kali. Atau bahkan, terkadang juga enak kali ia datang mengunjungiku.

__ADS_1


Saat ini, aku benar-benar merasa sangat cukup dengan apa yang telah aku punya sekarang.


Aku sudah punya keluarga yang utuh. Aku punya suami yang sangat sayang padaku. Aku punya buah hati yang sangat tampan. Dan aku punya mama yang sangat bawel yang begitu perhatian padaku.


Sekarang, aku tahu kalau takdir yang telah tersurat tidak akan pernah salah. Karna, Rodak kehidupan akan selalu berputar. Sekali keatas, sekali kebawah.


Jadi, saat kita berada di atas, jangan lupa melihat kebawah. Saat kita berada di bawah, jangan pernah menggeluh dan putus asa. Karna suatu saat nanti, kita pasti berada di atas.


Apa yang telah terjadi di dunia ini, tidak ada yang abadi. Dari itu, jika kamu merasa begitu bahagia dengan apa yang kamu punya. Kamu jangan lupa, itu tidak akan kekal selamanya. Dan jika kamu tidak bahagia dengan kehidupan yang sedang kamu jalani saat ini. Percayalah, akan ada kebahagian yang akan menanti kamu suatu saat nanti.


Sekian.


"""""""""""""""""""""""""""""'''''''"""""""""""""""""""""""""""""""""


Sampai jumpa di karya aku berikutnya. Jangan lupa kasih saran dan masukan. Terima kasih buat kalian yang selalu setia mendukung aku, hingga aku bisa sukses menamatkan karya aku ini. I love you all.


See you ... Ta ... ta ....

__ADS_1


__ADS_2