Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 34


__ADS_3

"Apa!"


Aku kaget bukan kepalang, saat mendengarkan apa yang mama rencanakan. Apa mama sudah lupa, kalau aku ini bukan laki-laki?


"Mama tahu ini tidak mudah bagi kamu Nino. Tapi ini adalah satu-satunya cara, agar papa kamu mempercepat hak warisan yang seharusnya kamu miliki."


"Mama lupa siapa aku? Mama tidak ingat siapa aku yang sebenarnya? Mama lupa kalau ...."


"Diam! Aku tidak minta pendapat dan penjelasan kamu. Lagian, ini juga hanya sekedar rencana. Tidak benaran menikahkan kamu dengan putrinya. Hanya bertunangan saja," kata mama membentak aku dengan nada yang tinggi.


"Jangan keterlaluan ma, aku juga ingin kehidupan aku sendiri," ucapku dengan nada sedih.


"Kamu akan bebas Nino, kalau kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan."


"Kamu lupa, bagaimana mereka memperlakukan kita, saat kita sedang jauh di sana. Mereka memperlakukan kita seperti orang yang tidak punya hak sama sekali," ucap mama lagi dengan nada yang sangat sedih.


Aku terdiam saat mama mengungkit bagaimana kehidupan kami di luar negeri. Aku yang tidak punya apa-apa, harus siap tinggal di tempat yang tidak terlalu nyaman. Mama siap hidup dengan kesunyian, selama belasan tahun.


"Mama jangan sedih ya, aku akan lakukan apa yang mama inginkan. Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan mama," ucapku sambil memegang kedua tangan mama.


Mama tersenyum, lalu membawa aku kedalam dekapannya. Mama memeluk tubuhku dengan sangat erat.


Aku tidak bisa menolak permintaan mama. Karna mama adalah orang telah merawat aku sejak kecil. Mama rela hidup berteman sepi, hanya untuk melindungi aku.

__ADS_1


Aku tidak punya pilihan lain, selain melakukan apa yang mama minta. Karna aku sangat tisak ingin, melihat mama sedih dan kecewa. Walaupun hal yang mama minta itu, adalah hal yang sangat bertentangan dengan hati kecilku.


Mulya pov


Aku terdiam di pintu ruang tamu rumah kakak ku. Awalnya, aku datang kesini hanya untuk melihat kakak ku yang katanya sakit beberapa hari yang lalu.


Tapi saat aku ingin masuk, aku malah mendengarkan keributan dari arah kamar kakak ku.


Makanya, aku malah memilih diam mematung di depan pintu yang tak jauh dari ruang tamu.


Dalam keributan itu, tanpa sengaja aku mendengarkan nama Nino yang menjadi bahan perdebatan mereka. Hal itu mampu membuat aku tertarik untuk mendengarkan apa yang mereka katakan lebih lanjut.


Aku kaget, ketika Herman menyebutkan tentang pertunangan Nino dengan seorang perempuan. Yang tak lain adalah anak bupati yang sedang menjabat saat ini.


Aku berdaham untuk memberitahukan pada mereka berdua, kalau mereka harus bergenti berdebat, karna aku sudah capek berada di sini menyaksikan perdebatan yang tidak ada akhirnya.


"Mulya!" ucap Herman terlihat sangat kaget.


"Maaf, aku tidak berniat untuk mengganggu kalian berdua. Hanya saja, aku merasa sedikit tidak nyaman saat mendengarkan kalian berdebat. Maaf, aku sudah menganggu," kataku sambil tetap berdiri di depan pintu kamar.


"Kapan kamu datang?" kata Herman dengan nada cemas.


"Baru saja," ucapku singkat namun tidak melihat Herman, melainkan memperhatikan wajah kakak ku.

__ADS_1


"Boleh aku masuk, kak?"


"Ya, masuk saja," kata kakak ku sambil tetap duduk diam di tempat tidur.


"Apa kamu masih sakit? Apa yang sebrnarnya terjadi?"


"Tidak ada, ini hanya permasalahan aku dan mas mu."


Aku tahu siapa kakak ku. Selain umurnya yang terbilang sangat amat muda, ia juga tidak bisa menyimpan rahasia apapun dari aku.


"Eee ... apakah tidak sebaiknya kamu keruang keluarga saja, Mul. Agar kita bisa minum sekaligus ngobrol," kata Herman sedikit merasa cangung.


"Tidak perlu. Aku datang hanya untuk melihat kakak ku, yang katanya sedang tidak enak badan beberapa hari ini."


"Oh, kakak mu susah agak mendingan sekarang. Sudah sembuh malahan."


"Kak, apa kamu baik-baik saja sekarang?" ucapku sambil duduk di samping kakak.


"Aku sudah sembuh sekarang. Aku baik-baik saja," ucap kakak ku dengan nada rendah yang hampir tidak terdengar.


"Apa kamu butuh sesuatu, kak?"


"Tidak, aku hanya ingin istirahat sendian saja."

__ADS_1


__ADS_2