Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 44


__ADS_3

"Baiklah, kalau kamu suka aku langsung berkata terus terang, maka aku katakan secara terus teras, tanpa istilah lagi. Mulai detik ini, aku memutuskan hubungan kita."


"Apa! Ini tidak mungkin. Kenapa kamu putuskan aku, apa alasannya?"


"Jangan pura-pura kaget seperti itu, Mika. Aku sangat tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini. Kamu merasa kaget, bukan karna kamu memang cinta dan sayang pada aku, bukan? Tapi yang sedang kamu cemaskan itu adalah, nasib keluarga kamu yang aku tangung selama ini."


"Mika, kamu tenang saja. Aku tidak akan mempersulit hidup mu dan keluarga kamu lagi. Karna sekarang, aku telah mebemukan seorang gadis, yang mampu mengisi hatiku."


"Siapa dia?"


"Harusnya, kamu tidak perlu tahu siapa dia. Yang perlu kamu rasakan saat ini adalah, rasa bahagia karna telah bebas dari aku."


"Bagaimana kalau aku tidak bahagia karna kamu lepaskan?"


"Itu terserah pada kamu saja, kamu mau bahagia atau tidak, aku tidak peduli. Aku pacaran sama kamu itu, hanya untuk membuat Ryan sakit hati."


"Kamu memang tidak punya hati, Mulya. Kamu terlalu egois," kata Mika dengan air mata yang menggalir.


"Kenapa kamu sedih? Harusnya kamu merasa puas dan tenang. Karn aku tidak akan mengganggu hidup kamu lagi. Aku juga akan tetap membiayai keluarga kamu."


"Bukan itu yang aku pikirkan."


"Lalu?"

__ADS_1


"Ini adalah masalah hati. Hati yang telah menginginkan kamu untuk tetap tinggal bersamaku."


"Aku tidak bisa, karn aku telah bertemu seorang gadis yang mampu membuat aku jatuh cinta. Dan juga, aku tahu, kalau Ryan masih sangat mencintai kamu."


Tidak ada jawaban apapun dari Mika. Gadis itu hanya terdiam ketika aku menyebut nama Ryan. Aku yakin, kalau di hatinya masih tertanam cinta suci untuk Ryan.


"Aku pergi dulu, sebaiknya, kamu juga pulang," kataku sambil bergerak meninggalkan Mika yang terdiam bagaikan patung, sambil tertunduk.


"Oh ya, aku lupa mengatakan satu hal pada kamu. Mika, yang kamu rasakan saat ini, itu bukan cinta. Melainkan, rasa nyaman dan rasa terbiasa berada di sampingku. Aku juga yakin, kalau kamu masih mrnyimpan cinta suci yang kamu miliki, untuk Ryan."


Lalu, aku kembali melanjutkan langkah kaki ku yang sempat terhenti.


Alina POV


"Kak Ryan ...."


"Jangan gugup, Nino. Ada kakak yang selalu berada di samping kamu," kata kak Ryan yang duduk di samping aku.


Kami berangkat dengan mobil yang sama. Sedangkan mama dan papa, ia berangkat dengan mobil yang lain.


Hotel mewah yang menjadi tempat acara pertunangan itu lumayan jauh dari tempat tinggal ku. Jadinya, aku harus menghabiskan hampir setengah jam, waktu di perjalanan.


Saat kami sampai, mereka menyambut kami dengan meriah. Mama yang bak ratu itu, berjalan di samping aku.

__ADS_1


"Benarkah semua ini, mama?" tanyaku pada mama sambil berbisik.


"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja apa yang mama katakan. Kamu akan baik-baik saja, jika ikut apa kata mama."


Kami masuk kedalam, dengan beberapa anak buah papa yang masih setia mendampingi.


Ketika melihat anak buah papa, aki merasa harap-harap cemas. Aku sangat takut, kalau rencana Mulya tidak berjalan dengan lancar. Di tambah, di sini adalah acara pertunangan aku dengan anak Bupati. Kali saja tidak ada poloisi di sini. Oh tidak, yang benar saja kalau tidak ada yang menjaga.


"Nino, ku ini terlihat sangat gelisah dan cemas. Apa yang kamu takutkan sih? Apa kamu takut, nanti gadisnya tidak cantik, alias, jelek?" kata kak Ryan terus berada di samping aku.


"Bukan itu yang aku takutkan, kak Ryan. Tapi ...."


"Tapi apa, Nino?"


"Ada ajalah, aku tidak bisa kasih tahu sama kakak apa yang aku cenaskan."


"Hmz, main rahasia-rahasiaan kamu sama kakak yah."


Pembawa acara menyapa semua tamu yang hadir. Lalu membacakan satu persatu rentetan acara yang akan dilangsungkan malam ini.


Hatiku semakin berdebar-debar, saat pembawa acara itu memanggil namaku untuk naik keatas pangung. Karna sampai saat ini, aku tidak melihat keberadaan Mulya di manapun.


Aku sangat cemas, jangan-jangan, Mulya tidak akan datang dan aku akan tetap bertunangan dengan anak Bupati ini.

__ADS_1


__ADS_2