Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki
Bab 29


__ADS_3

Mulya ternyata benar-benar mengantarkan aku untuk pulang. Tapi, ia tidak mengantarkan aku sampai di depan gerbang villa, melainkan, hanya sampai di mana anak buah papa sedang riuh buat menemukan di mana keberadaanku.


Bukan Mulya orang yang tidak bertangung jawab, hanya saja, ia tidak ingin terlihat sedang bersamaku. Demi keamanan aku dan menjaga rahasia pertemuan aku dan dia.


"Tuan muda, apa anda baik-baik saja?" kata anak buah itu dengan cemas saat melihat aku yang berjalan kearah mereka.


"Aku baik-baik saja," ucapku datar lalu masuk kedalam mobil.


"Jalan pulang sekarang," kataku pada anak buah papa.


Mereka terlihat sedikit bingung, ketika melihat tingkahku yang begitu aneh.


Dalam perjalanan pulang, aku tidak bicara sepatah katapun pada anak buah papa. Aku hanya terdiam tanpa kata, sambil terus melihat kearah luar.


"Kemana saja kamu Nino? Kenapa baru pulang sekarang?" kata mama langsung ngomel saat melihat wajahku.


"Aku capek ma, mau istirahat sekarang," ucapku sambil berjalaneninggalkan mama yang sedang berada di ruang keluarga.


"Nino!" teriak mama dengan suara kerasnya.


Walau seperti apapun mama berteriak padaku, aku tidak ingin menghiraukan mama. Bukan niat untuk jadi anak durhaka, tapi aku sedang sangat lelah sekarang. Bukan hanya lelah tubuh, tapi juga lelah hati.


Aku menutup dan mengunci pintu kamar rapat-rapat. Lalu membaringkan tubuhku keatas kasur, untuk melepaskan lelah tubuh ini. Namun tidak bisa melepaskan lelah hati ini.

__ADS_1


"Nino, apa kamu sudah tidur?"


Suara lembut milik kak Ryan terdengar dengan jelas dari luar kamarku.


Aku menghapus air mata, lalu berjalan menuju pintu kamar.


"Belum tidur kok kak," ucapku dengan suara parau, yang semakin tidak karuan dengan nada suara laki-laki yang aku buat.


"Hmz, boleh kakak masuk Nino?"


"Boleh kok kak."


Kak Ryan pun menjalankan kursi rodanya, untuk masuk kedalam kamarku. Ia masih belum bisa berjalan dengan normal, setelah kejadian itu.


"Kamu ada masalah apa sih Nino? Kakak lihat, kamu mengabaikan mama mu barusan," kata kak Ryan memulai pembicaraan saat kami sudah sama-sama di kamar.


"Suara kamu terdengar tidak seperti biasanya Nino, ada apa dengan kamu?"


"Tidak, tidak ada apa-apa kak. Suara aku memang seperti ini juga biasanya," ucapku sedikit gelagapan.


Kenapa bisa kak Ryan menyadari ada yang aneh dengan aku. Padahal, alat perubah suara ini masih terpasang dengan baik.


Setiap aku memakai rambut palsu ini, maka otomatis, alat perubah suara juga ikut berfungsi dengan baik.

__ADS_1


"Jangan bohong sama kakak Nino, kamu seperti baru saja selesai menangis. Ada apa sih sebenarnya?"


Ternyata, kak Ryan memang benar-benar bisa mengenali suaraku yang memang agak serak. Aku memang sedang menangis saat ia mengetuk pintu kamar ini.


"Aku, aku gak nangis kok kak," kataku menggelak.


"Bagus deh kalo gak nangis. Ingat ya, kamu itu anak cowok, mana boleh nangis."


Aku hanya terdiam sambil tersenyum kecut pada kak Ryan.


"Oh ya, kamu lanjut istirahat, kakak mau keluar sekarang," kata kak Ryan sambil memutar kursi rodanya.


"Apa kakak mau aku antar kekamar kak?"


"Gak usah Nino, kakak masih bisa kekamar sendiri kok," ucap kak Ryan sambil tersenyum.


Setiap kali melihat kak Ryan yang menggunakan kursi roda. Aku merasakan rasa bersalah yang sangat kuat bersarang di hatiku.


Akulah orang yang telah membuat ia harus menggunakan kursi roda itu. Walaupun ia tidak cacat secara permanen. Tapi ia harus menghabiskan masa agak lama duduk di atas kursi rodanya.


Semoga saja suatu hari nanti, aku bisa membalas kak Ryan dengan lebih baik lagi. Aku ingin menebus rasa bersalah ini, dengan mengembalikan apa yang membuat kak Ryan bahagia.


Tapi ntah kapan, dan ntah bagaimana caranya. Aku juga tidak tahu, kapan niat aku itu bisa tercapai.

__ADS_1


Yang ada, saat ini, aku sedang berada di masa yang sangat sulit.


Jika Mulya membocorkan identitasku sebagai perempuan pada papa dan pada semuanya. Maka, hancurlah sudah segala rencana mama. Otomatis, aku juga dalam masalah besar, jika rahasia besar itu terbongkar.


__ADS_2