Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Aku Terbawa Suasana Romantis


__ADS_3

*Part Xiao Ying


Pagi pun tiba, hari ini adalah hari ulang tahun Kaisar dan yang berarti sudah hampir 1 minggu aku berada di sini.


Semua kejadian semalam aku berusaha untuk melupakannya, begitu juga hari ulang tahun Kakak yang sudah lewat.


Tadi Pelayan Lee bilang Kakak dalam perjalanan kembali itu berarti Putra Mahkota juga akan segera kembali, mungkin mereka akan sampai siang nanti, karena sore ini akan merayakan pesta ulang tahun Kaisar.


Aku yang sedang melamun di dalam kamar tiba-tiba di kejutkan dengan seseorang melemparkan batu kecil di jendela kamar ku, lalu ku buka jendela, ternyata Pangeran Kecil datang, dia memakai topeng yang sangat cantik dan membuatku tertawa.


‘’Selamat pagi Nona.’’


‘’Topeng apa ini? kamu terlihat cantik.’’ dengan nada tertawa aku mengejeknya.


‘’Harusnya saya terlihat tampan dengan topeng ini, bukannya cantik.’’


‘’Tapi kamu terlihat cantik, kalau aku ini adalah lelaki mungkin aku sudah jatuh cinta padamu.’’


Lalu dia membuka topengnya dan berkata.


‘’Kalau tanpa topeng apa kamu akan jatuh cinta?’’


‘’Kalau tanpa topeng kamu terlihat jelek.’’ Aku tertawa dan mengejeknya lagi.


‘’Haizzzz… apa semua perempuan memang begini ya, selalu membalikkan kata.’’


Aku pun hanya tertawa.


‘’Sini kamu keluar, saya juga membawakan topeng untuk kamu, topeng ini saya yang membuatnya.’’


Pangeran membawakan sebuah topeng cantik untukku saat aku melihatnya aku sangat menyukainya, hati pun merasa terhibur dan dengan cepat aku keluar dari kamar, lalu aku pun memakainya.


‘’Wow… topeng ini untuk aku? cantik sekali.


Aku seperti tidak percaya kalau kamu yang membuatnya?’’


‘’Tidak apa kalau kamu tidak percaya, yang penting kamu menyukainya itu pun sudah membuatku senang.’’


‘’Ya aku sangat menyukainya, terimakasih ya. Kenapa kamu jadi begitu baik?’’


‘’Sebenarnya saya memang baik, kamu saja yang tidak pernah menyadarinya.’’


‘’Haahhhh…yang benar saja.’’


Sebenarnya suasana hati yang kurang baik ini terhibur dengan kedatangan pangeran kecil, dia menemani ku bermain dan mengobrol sampai hampir menjelang siang dan dia pun kembali ke istana.


Dia memberikan topeng itu padaku sebagai hadiah, meski dia bersikap kekanak-kanakan tapi aku merasa dia itu cukup baik.


Tidak lama setelah Pangeran pergi, Pelayan Lee berlari kearah ku dengan wajah yang gembira.


‘’Nona, Nona besar bersama Jenderal Meng sudah kembali.’’


Aku yang mendengar itu pun tersenyum gembira dan segera berlari ke tempat Kakak.


‘’Kakak…’’ aku memanggilnya sambil memeluknya.


Mungkin Kakak sedikit merasa heran dengan sikapku.

__ADS_1


‘’Apa sesuatu terjadi?’’


‘’Tidak, saya hanya merindukan Kakak, semalam adalah hari ulang tahun Kakak dan saya tidak menyediakan apa-apa untuk Kakak.’’


‘’Tidak apa, Kakak sudah terbiasa, hari ulang tahun Kakak 1 hari sebelum hari ulang tahun Kaisar, jadi Kakak sangat sibuk.’’


Lalu Jenderal Meng berkata


‘’Kita akan merayakannya setelah ulang tahun Kaisar.’’


Dengan wajah tersenyum aku mengangguk kan kepala kepada Jenderal Meng.


‘’Xiao Ying, kamu bersiap lah, Kakak akan


membawa kamu berjalan-jalan ke istana.’’


‘’Istana… baiklah saya segera pergi bersiap.’’


Dengan sangat bersemangat aku menjawab Kakak.


Dalam hati aku berfikir, istana... tempat Putra Mahkota tinggal, itu berarti aku bisa bertemu Putra Mahkota. Aku sangat senang, aku segera menyuruh Pelayan Lee membantu ku bersiap.


Dengan pakaian yang cantik aku pun selesai bersiap, akhirnya aku, Pelayan Lee, Kakak dan juga Jenderal Meng Berangkat ke istana.


Baru saja sampai di depan istana, aku melihat wow…. Betapa indahnya istana, aku yang tidak pernah melihat dan masuk itu pun benar-benar terpesona.


‘’Xiao Ying, Kakak akan memperkenalkan kamu kepada permaisuri, setelah itu kamu pergi lah berjalan-jalan bersama Pelayan Lee, karena Kakak akan ada yang ingin di diskusi kan bersama permaisuri.’’


Dalam hati aku berfikir


Permaisuri...? Itu berarti adalah ibu Putra Mahkota, jantungku jadi berdetak kencang saat mendengarnya.


‘’Baik Kak.’’


Lalu aku, kakak dan Pelayan Lee pun berjalan menuju tempat permaisuri, sedangkan Jenderal Meng sudah pergi menyusul Jenderal Yu yang sejak pagi sudah berjaga di depan gerbang istana.


Dari kejauhan aku sudah melihat seorang perempuan di temani banyak dayang-dayang cantik istana, pakaiannya berbeda dan sangat cantik.


Itu pasti permaisuri, kata ku dalam hati sambil mempersiapkan diri, karena jarak ku dengannya semakin dekat.


Lalu dengan sopan Kakak memberi hormat kepada permaisuri, dan mengenalkan ku padanya.


Ternyata permaisuri sangat cantik dan wanita yang sangat lemah lembut, tak heran kalau Putra Mahkota juga sangat tampan dan lemah lembut.


Setelah selesai aku dan Pelayan Lee pun keluar berjalan-jalan, Kakak sudah berpesan agar kami tidak memasuki sembarang tempat dan hanya boleh berjalan-jalan dan melihat-lihat saja, karena kakak akan menghadiri pesta ulang tahun Kaisar, jadi kami pun harus pulang nanti.


Hari sudah mulai gelap dan pesta ulang tahun Kaisar sepertinya pun sudah di mulai dan aku yang dari tadi berjalan-jalan pun tidak melihat Putra Mahkota atau pun Pangeran.


Lalu datang Jenderal Yu, dia datang untuk mengantar kami ke kereta kuda dan kami akan di kawal oleh prajurit untuk sampai ke rumah.


Saat bertemu dia aku pun hanya diam, kita pun seperti orang asing.


Di tengah jalan pulang ke rumah, aku mendengar suara seseorang menunggangi kuda dan ternyata itu adalah Putra Mahkota.


Huhhh…. Apa yang dia lakukan? Dalam hati aku bertanya.


Lalu salah satu prajurit berkata.

__ADS_1


‘’Yang mulia, apa yang bisa kamu bantu?’’


‘’Saya akan membawa Nona pergi, kalian jangan khawatir karena saya sudah mengatakannya kepada Jenderal Meng dan Nona besar.’’


Karena yang berkata begitu adalah Putra Mahkota jadi prajurit pun membiarkan Putra Mahkota membawaku.


Dia mendekati kereta kuda dan membantu ku turun dengan memegang tangan ku dan Pelayan Lee Hanya tersenyum melihat ku.


Setelah itu dia membawa ku pergi dengan menunggangi kuda. Aku pun bertanya.


‘’Kamu kenapa tidak berada di pesta ulang tahun Kaisar? Bagaimana kalau Kaisar mencari kamu?’’


‘’Saya sudah memberitahu sesuatu kepada ayahandaku jadi di membiarkan saya keluar.’’


Aku penasaran tidak tahu apa yang dia katakan pada Kaisar sampai memperbolehkannya keluar.


Karena sulit untuk berbicara dengan menunggangi kuda aku pun diam saja.


Lalu sampai lah kami di sebuah tempat seperti pasar, di situ sangat ramai, banyak sekali orang bermain kembang api.


Di situ kita bermain kembang api dan berjalan dalam keramaian, kami juga memberi topeng yang cantik dan memakainya, sepanjang jalan dia terlihat begitu gembira sambil menggandeng tanganku dan sudah pastinya aku juga sangat gembira.


Dia membawaku ke tepi sungai yang jauh dari keramaian, sungai dengan suasana yang romantis dan di hiasi dengan lampu-lampu cantik.


Di situ kami terbawa suasana romantis di mana, dia membuka topeng yang dia pakai lalu dia mulai menatap mata ku dan perlahan dia juga membuka topeng yang ku pakai, tidak tahu sejak kapan tangannya sudah memeluk pinggang ku, wajahnya yang tampan dengan bibir merah itu semakin mendekati bibirku dan karena detak jantung yang sangat kencang aku pun tidak kuat menahannya dan dengan sekuatnya ku pejamkan mataku.


Lalu aku merasakan bibir lembut itu mengecup keningku. Aku pun membuka mata dan dia hanya tersenyum dengan perlahan dia lepaskan tangannya dari pinggangku dan berkata.


‘’Kenapa, kamu takut?’’


Aku hanya tersenyum malu, tanpa menjawab apa pun. Karena suasana itu membuat ku sangat kaku aku mencoba mencairkannya dengan bertanya.


‘’Jadi apa yang anda katakan pada Kaisar sampai dia memperbolehkan anda keluar.’’


‘’saya berkata pada ayahanda kalau saya pergi mencarikannya menantu.’’


Dengan malu aku menjawab.


‘’Kamu- jangan membohongiku, Kaisar pastinya tidak akan membiarkan kamu keluar dengan alasan seperti itu.’’


Tangannya mulai memeluk pinggangku lagi dan dengan wajah yang nakal dia pun berkata.


‘’Saya tidak membohongimu, tapi karena saya ingin melihatmu jadi aku berbohong pada ayahanda dan juga prajurit yang membawa kamu pulang tadi.’’


Aku terkejut mendengar itu dan seketika aku risau dan takut. Lalu ku tolak tangannya dari pinggangku.


Melihat reaksi ku begitu dia pun berkata.


‘’Jangan takut, saya tidak akan membawa masalah padamu atau pun pada Pelayan Lee dan prajurit yang membawa kamu tadi. Saya benar-benar hanya ingin bertemu dengan kamu, Pangeran sudah menceritakan semua kejadian semalam padaku.’’


Mendengar dia berkata seperti itu hati ku tidak bisa marah padanya, malah aku merasa senang mendengarnya.


‘’Besok saya akan pergi berburu, maukah kamu ikut dengan ku?


‘’Berburu? Tapi aku tidak tau bagaimana cara berburu, bahkan aku tidak tau bagaimana cara memanah.’’


‘’Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, kamu cukup menemaniku saja.’’

__ADS_1


‘’Baiklah.’’ Dengan wajah tersenyum dan hati yang gembira aku menjawabnya.


Karena sebenarnya kami keluar tanpa izin dan untuk menghindari masalah ataupun rasa khawatir, maka Putra Mahkota pun membawa ku pulang dan dengan segera juga dia kembali ke pesta ulang tahun Kaisar.


__ADS_2