
* Kembali ke dua hari yang lalu
* Part Raja Han
Kenapa ada Putra Mahkota sebodoh ini, dia tidak pantas menjadi Kaisar, orang yang pantas adalah aku.
Hahaha…pergilah dan bunuh lah Kaisar untukku. Aku sudah lama menunggu waktu ini, Kaisar tidak akan menyangka Putra Mahkota sendri lah yang akan membunuhnya, Putra kesayangannya, kepercayaannya, harapannya akan yang mengkhianatinya. Malang sekali nasib mu Kaisar.
Sekarang aku harus menyingkirkan pengganggu terbesar ku dulu. Jenderal Meng, aku ingin lihat sampai kapan dia bisa menyembunyikan rahasia itu, saat ini aku belum ada bukti. Tapi sebentar lagi aku akan menguasai semuanya.
‘’Raja Han, hamba sudah menyelidiki gadis itu, dia sudah mengalami kemajuan besar, setelah 6 bulan kematian Kakaknya, dia selalu berlatih panah setiap hari dan pangeran lah yang selalu bersamanya.’’
‘’Baiklah, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan, ternyata gagal membunuhnya juga menjadi keuntungan bagiku, kali ini aku bisa memanfaatkannya.’’
…
Ini sudah saatnya aku pergi mengunjungi pangeran.
‘’Paman, apa yang paman lakukan di sini?’’
‘’Paman sudah lama tidak mengunjungi kamu, hari ini paman tidak sibuk jadi hanya ingin mengajak kamu minum teh.’’
‘’Paman sudah lama tidak mengunjungi saya, akan saya suruh Pelayan menyediakan teh kesukaan Paman.’’
‘’Hahaha... baiklah, kamu memang keponakan yang sangat mengerti paman.’’
‘’Bagaiman kabar Paman, apakah sehat?’’
‘’Paman sangat sehat, terimakasih sudah memperhatikan Paman, bagaimana dengan kamu sendiri? kamu juga sudah sampai umur untuk menikah, apa sudah ada pilihan?"
‘’Belum ada paman?’’
‘’Kamu berbohong pada Paman, lihat dari matamu kamu sedang menyembunyikan sesuatu, katakanlah padaku siapa gadis itu?"
‘’Kami hanya berteman dan berlatih panah bersama.’’
‘’Benarkah begitu? seorang gadis bisa memanah, pasti gadis ini bukan gadis biasa.’’
‘’Dia gadis yang cantik dan pandai memanah, berani dan juga terlihat lucu kadang.’’
‘’Tampaknya Pangeran sangat menyukainya, lalu kenapa tidak kamu katakan pada ayahanda untuk memperistri dia?’’
‘’Itu tidak mungkin Paman, lebih baik berteman saja.’’
‘’Kenapa? apa yang kamu khawatirkan? apa dia akan memanah kamu jika kamu memperistri dia?’’
‘’Hahaha…tentu saja tidak Paman, saya lebih merasa bahagia bisa dekat dan berlatih panah bersamanya setiap hari.’’
‘’Kalau begitu pasti kalian berdua sangat mahir dalam memanah.’’
‘’Dia lebih mahir dariku, Paman, saya selalu kalah di tangannya.’’
‘’Hahaha kamu jangan membohongi Paman, teknik memanah kamu sangat baik mana mungkin kamu kalah, kamu hanya mengalah padanya setiap kali.’’
‘’Hahaha tapi kali ini saya benar-benar mengaku kalah.’’
__ADS_1
‘’Paman penasaran dengan gadis ini, sebegitu hebat kah dia? biar Paman coba tebak, gadis yang pandai memanah selain istri Jenderal Meng, pasti gadis ini ada hubungannya dengan istri Jenderal Meng.’’
‘’Paman benar, dia adalah adiknya.’’
‘’Pantas saja, Paman tidak heran lagi, punya bakat seperti ini sangat sayang jika di biarkan, kebetulan kekuatan memanah prajurit di perbatasan barat semakin menurun, kenapa tidak kamu bantu dia meminta pada Kaisar untuk mengangkatnya menjadi pelatih seperti kakaknya sebelum ini.’’
‘’Tapi Paman, jika dia pergi ke perbatasan bagian barat maka saya tidak bisa sering bertemu dia lagi.’’
‘’Keponakanku jika dia bisa melatih dengan baik, ayahandamu pasti menyukainya, sampai saat itu kamu bisa meminta pada ayahandamu, kalau kamu akan memperistri dia, percaya pada Paman, ayahandamu pasti setuju.’’
‘’Benar juga kata Paman, baiklah saya akan mencoba bicara pada ayahanda.’’
‘’Baiklah Paman ingin pergi mencari ayahandamu, jika sempat datang lah mencari Paman minum teh.’’
‘’Pastinya Paman.’’
…
Tidak saya sangka Pangeran sama bodohnya dengan Putra Mahkota, hanya karena seorang wanita saja, benar-benar tidak berguna.
Saatnya saya pergi mencari Kaisar.
‘’Adik memberi hormat pada Yang Mulia.’’
‘’Raja han, apa yang membawamu datang menemui ku hari ini?’’
‘’Adik dengar, kesehatan Yang Mulia tidak begitu baik akhir-akhir ini.’’
‘’Saya sudah sehat, terimakasih atas niat baikmu, katakan lah, apa yang ingin kamu bicarakan?’’
‘’Bicaralah.’’
‘’Adik pernah pergi ke perbatasan barat mengunjungi Jenderal Meng, saat itu adik merasa curiga dan menyuruh orang menyelidikinya dan ternyata dia selalu membantu para pemberontak itu. Membantu dalam hal makanan, juga melepaskan para pemberontak di sana.’’
‘’Apa yang kamu katakan?’’
‘’Adik curiga mereka adalah bagian dari para pemberontak itu.’’
‘’Kalau begitu saya harus berhenti untuk mengirimnya ke sana, beraninya dia.’’
‘’Tapi Kaisar, adik punya satu pendapat, karena sekarang kita tiada bukti.’’
‘’Cepat katakanlah.’’
‘’Menurut adik, lebih baik Kaisar mengirim mereka semua pergi ke sana, karena dengan Jenderal Meng dan Jenderal Yu di sini mereka akan menguasai prajurit istana yang jumlahnya lebih besar, jika seandainya terjadi pemberontakan maka setidaknya kita mempunyai prajurit yang sangat banyak untuk menghalangi mereka, di banding prajurit di perbatasan sana yang jumlahnya lebih sedikit.’’
‘’Jika begitu siapa yang akan mengurus prajurit di sini?’’
‘’Yang Mulia bisa dengan tenang memberikan kuasa kepada Putra Mahkota.’’
‘’Baiklah, biar saya pikirkan dulu bagaimana mengatasinya. Sekarang saya hanya mendengar darimu dan tidak mempunyai apa-apa bukti.’’
‘’Yang Mulia harus percaya padaku, ini semua demi kebaikan Yang Mulia dan juga negeri ini.’’
‘’Baiklah, kamu pergi dulu, akan saya pikir kan dulu.’’
__ADS_1
…
Sekarang aku hanya tunggu Kaisar buat keputusan, jika Kaisar percaya padaku maka semua rencana akan berjalan dengan lancar.
* Part kaisar
‘’Yang Mulia, Pangeran ingin menemui anda.’’Kasim istana datang melapor.
‘’Biarkan dia masuk.’’
‘’Hormat kepada ayahanda.’’
‘’Sekarang apa lagi yang ingin kamu pinta dariku.’’
‘’Ayahanda, hamba datang untuk mengusulkan sesuatu.’’
‘’Sejak kapan kamu sudah pandai mengusulkan sesuatu padaku? Cepat katakan."
‘’Saya ingin mengusulkan, seorang pelatih panah yang baru."
"Katakan lah siapa dia?"
"Dia adalah Xiao Ying adik ipar Jenderal Meng."
‘’Gadis itu lagi? Yang sudah membuat Putra Mahkota hampir kehilangan tahtanya.’’
‘’Ayahanda, sekarang gadis itu sudah berubah, dia sangat pandai memanah dan bahkan saya pun kalah darinya.’’
‘’Benarkah sehebat itu? kalau begitu kamu kembalilah dulu, nanti akan saya pikirkan.’’
‘’Terimakasih ayahanda.’’
…
‘’Kasim istana, lihat lah satu per satu Putra ku mencoba membantu gadis itu, apa yang bagus darinya?’’
‘’Yang Mulia, menurut hamba usul dari Pangeran tadi bisa di jadikan sebagai salah satu alasan untuk mengirim mereka ke perbatasan barat.’’
‘’Lancang kamu, apa saya sudah buat keputusan.’’
‘’Mohon ampun Yang Mulia, hamba tidak bermaksud begitu, tapi Yang Mulia, apa yang di katakan oleh Raja Han tadi ada benarnya juga, para prajurit di perbatasan barat memang selalu kekurangan makanan, walaupun seberapa banyak kita mengirimnya dan setiap kali Jenderal meng selalu mengatakan kalau semua makanan itu habis di rampok.’’
‘’Semakin lama semakin lancang kamu, jangan kamu pikir saya tidak akan menghukum kamu.’’
‘’Ampun Yang Mulia, ampuni hamba.’’
‘’Bawakan saya buku catatan makanan yang sudah kita kirim ke perbatasan barat selama setahun ini.’’
‘’Baik yang mulia.’’
…
‘’Ternyata makanan yang di kirim ke perbatasan barat begitu banyak sampai sudah melebihi jumlah yang saya perkirakan.
Baiklah 2 hari lagi, panggil Jenderal meng dan Jenderal Yu menghadap, panggil gadis itu juga, saya ingin menemui mereka.’’
__ADS_1
‘’Baiklah Yang Mulia.’’