Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Malaikat Penjaga Ku Part 1


__ADS_3

* Part Jenderal Yu


Aku juga sudah tidak kuat berlari, akhirnya aku bersembunyi lagi di sebuah pohon besar, aku berharap Jenderal Meng dapat selamat.


Luka ku mengeluarkan begitu banyak darah, sehingga aku sudah merasa pusing dan lemas.


Sejenak aku ingin menutup mata, tapi keadaan tidak memungkinkan, jika aku tidak sadar maka aku akan di bunuh. Lebih baik aku mati karena menyelamatkan diri dari pada aku menyerah dan mati di tangan mereka.


Di saat seperti ini, orang yang ku ingat adalah dia, aku tidak ingin mati di sini aku masih ingin melihatnya lagi.


Tidak... aku tidak boleh mengingatnya, banyak rakyat dan nyawa yang masih harus ku selamatkan.


Seharusnya aku bertahan hidup demi rakyat ku, maafkan anakmu ini ayahanda, yang sejenak lupa akan tanggung jawab.


Dengan sekuat tenaga yang masih ku punya aku berdiri, berusaha berlari ke tempat yang lebih aman, tapi sebelum aku berdiri aku mendengar suara langkah kaki,


Aku bersiap sambil memegang pedang ku dan sambil berdiri, perlahan aku berjalan dan melihat ke arah suara itu, dan ternyata itu Xiao Ying.


Apa yang dia lakukan di sini, ini sangat lah berbahaya, tampaknya dia bersembunyi dari orang itu.


Seorang dari mereka tampaknya sudah hampir mendekatinya, aku tidak boleh biar kan, ini sangat berbahaya.


Dengan segera aku mendekatinya, karena takut dia terkejut dan berteriak, maka aku menutup mulutnya dengan tangan ku, dia berusaha melawan tapi akhirnya ku tenang kan dia.


Akhirnya ku bawa dia lari, tapi aku sudah benar-benar tidak dapat bertahan, sedang orang-orang itu masih mencari dan mengejar.


Tampak hujan mulai turun, Xiao Ying berusaha menolongku, tapi kita berlari sampai di kaki gunung, dan itu sudah jalan buntu.


Mereka tampaknya semakin dekat, Xiao Ying membawa ku bersembunyi di semak-semak dan tidak sengaja kami menemukan sebuah gua.


Akhirnya kami pun masuk ke dalam, aku tidak kuat lagi dan akhirnya aku tidak tahu apa-apa lagi, semuanya gelap seketika.


...


"Pergi... atau ku bunuh kalian, ayahanda ku tidak akan membiarkan kalian."


"Yu Er, cepat kamu pergi... selamatkan dirimu, tinggal kan saja Ibunda."


"Tidak... saya akan melindungi ibunda.


Ayahanda akan segera kembali dan kita semua akan selamat."


"Kalian tidak perlu saling melindungi dan ayahanda mu juga sudah kami penggal, sekarang tinggal kalian berdua, akan saya bantu kalian menyusulnya."

__ADS_1


"Tidak... tidak... ibunda..."


...


"Tidak... jangan bunuh ibunda ku... tidak.... jangan..."


"Jenderal Yu... Jenderal Yu..." Panggil Xiao Ying


Tiba-tiba aku terbangun dengan suara panggil Xiao Ying dan aku sadari semua kejadian itu hanya lah mimpi.


"Air..." Aku mencari air, karena rasa yang sangat haus.


"Ini, pelan-pelan..." Xiao Ying menyuapi air ke mulut ku.


Setelah selesai minum air, aku pun melihat sekitar dan ternyata kami masih berada di dalam gua, dan tampak dari suasana gua, sepertinya kami sudah tinggal beberapa hari di sini.


"Sudah berapa lama kita di sini?"


"Ini sudah hari ke 3. Jangan bergerak dulu, lukamu belum kering tapi setidaknya sudah tidak berdarah, kamu jangan khawatir, kita aman di sini."


"Bagaimana dengan Jenderal Meng?"


"Jangan khawatir, dia selamat, sekarang kamu harus khawatir dirimu sendiri."


"Sudah saya bilang jangan bergerak dulu, lihat lah lukamu mulai berdarah lagi." Sambil dia bantu aku bersandar dan mengambil obat lalu mengoleskannya ke luka ku dan dia balut kembali.


"Bagaimana kamu dapat obat-obatan ini?"


"Setiap kali berburu dengan Jenderal Meng, dia akan selalu mengajariku dan memberi tahu rumput mana yang bisa di jadikan obat."


"Ternyata gadis bodoh seperti kamu bisa menjadi pintar juga."


"Dalam keadaan terluka begini kamu masih bisa mengejek ku, tidak apa melihat kamu terluka jadi bisa saya maafkan."


Tersenyum aku dengan jawabannya dan dalam hati ku juga aku merasa bahagia, karena dia sangat menjaga aku.


"Apa kamu lapar?" Sambil dia mengambilkan makanan untuk ku.


Aku merasa terharu karena selama 3 hari ini dia menjagaku, bahkan dia sendiri bertahan hidup dengan memakan makanan hasil berburu.


Sedikit demi sedikit aku berusaha makanan, sambil di suapi Xiao Ying, karena terluka dan 3 hari pingsan tanpa makan dan minum. Aku harus makan agar mempunyai tenaga.


"Kembalilah istirahat setelah makan."

__ADS_1


Karena badan yang masih lemah, aku pun kembali beristirahat dan tidur, sebentar-sebentar Xiao Ying akan datang menyuruh ku minum air atau pun makan dan mengganti balutan luka ku.


Sampai lah ini hari kelima, tampaknya luka ku mulai kering dan tidak berdarah lagi, walaupun masih lemah dan sakit, tapi setidaknya aku sudah dapat berdiri.


...


"Xiao Ying, kita sudah lima hari berada di gua ini, bagaimana kalau kita kembali."


"Apa kamu pikir kamu bisa berjalan jauh dengan luka seperti itu?"


"Tapi Jenderal Meng akan mengkhawatirkan kita."


"Jika kamu tahu Jenderal Meng mengkhawatirkan kamu, lalu kenapa kamu pergi tanpa pamit."


"Pagi itu, saat saya hendak bersiap diri untuk pergi melatih, tiba-tiba seorang prajurit berkata padaku, kalau kamu dalam bahaya, prajurit itu membawaku ke hutan dan sesampainya di hutan saya baru sadar kalau prajurit itu bukan lah prajurit kita.


Dia berusaha membunuhku dan tiba-tiba datang lagi beberapa orang dari mereka, lalu tidak tahu bagaimana, saya tidak sadarkan diri lalu terbangun di sebuah gubuk di ujung hutan, saat itu hari sudah mulai gelap, mereka mengurung saya di situ."


"Kamu tahu siapa mereka?"


"Saya sempat mendengar mereka berkata, jangan membunuh ku dulu sebelum Raja Han sampai."


"Jadi ini semua adalah perbuatan Raja Han."


"Benar, tapi saya berhasil kabur dan sampai setengah jalan saya di kejar dan tiba-tiba Jenderal Meng datang menolong ku, tapi tidak di sangka Jenderal Meng terluka."


"Ini bukan lah salahmu, yang penting sekarang kamu harus sembuh dulu lalu kita kembali untuk menemui Jenderal Meng, barulah kita bicara hal ini lagi."


"Tidak tahu bagaimana keadaan Jenderal Meng sekarang."


"Saya tahu kamu khawatir, begitu juga denganku. tapi tunggu lah sampai lukamu membaik sedikit lagi, jika dengan luka seperti ini dan kita bertemu mereka di luar sana maka itu sangat lah bahaya."


"Ternyata kamu sadar akan bahaya, bagaimana kamu bisa sampai di sini?"


Sambil berbicara dengan tangan dia yang sibuk membalut lukaku, dia menjawab


"Saya mencari kamu."


Hatiku seperti tergerak dengan jawabannya itu.


"Kenapa kamu tidak biarkan saya mati saja?" Sambil aku memandangnya serius.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2