Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Rencana Pemberontakan


__ADS_3

* Part Jenderal Yu


Sudah 6 bulan berlalu sejak kematian nona besar, hubunganku bersama Xiao Ying pun semakin membaik.


Senang melihatnya, ingin memulai hidup yang baru, dia mulai berlatih panah dan juga kegiatan lainnya sama seperti Nona besar dulu.


Aku berjanji pada nona besar dalam hati, aku akan menjaganya, walaupun saat ini aku belum bisa mengungkapkan perasaanku padanya.


Takut dia akan menolak ku mengingat percintaannya bersama Putra Mahkota tidak meninggalkan kenangan indah.


Aku pun tidak ingin terburu-buru melihat hubungan kami begitu baik sekarang, aku tidak ingin merusak kebahagian ini.


...


Hari ini Jenderal Meng pulang, setelah 6 bulan dia di perbatasan barat istana. Dia pun berdiskusi dengan ku tentang hal kerajaan.


‘’Tampaknya kesehatan Kaisar tidak begitu baik akhir-akhir ini.’’


‘’Kaisar sebenarnya sudah sakit dari seminggu yang lalu.’’


‘’Itu sebabnya saya kembali, sepertinya akan ada masalah besar.’’


‘’Jenderal, sebenarnya 2 hari lalu saya melihat Putra Mahkota keluar istana dengan berpakaian hitam dan wajah di tutupi, gerak geriknya tampak mencurigakan, jadi saya pun mencoba mengikuti dia saat itu.


Ternyata dia pergi bertemu dengan seorang bangsawan juga.


Setelah lama saya perhatikan orang itu tidak asing, sepertinya Raja Han (adik Kaisar), Tetapi saya tidak terlalu yakin karena jarak saya sedikit jauh.


Saya juga melihat orang-orang yang bersamanya adalah orang-orang yang saat itu mencoba membunuh pangeran, saya curiga Putra Mahkota akan melakukan pemberontakan.’’


‘’Hati-hati jangan sampai orang lain tahu, kita harus teruskan penyelidikan, jika memang Putra Mahkota bermaksud berbuat begitu, maka kita harus mencegahnya.’’


‘’Tapi cepat atau lambat Kaisar juga akan menyerahkan tahta padanya, menurut anda apa sebenarnya alasan Putra Mahkota berbuat begitu?’’


‘’Kita tidak pasti sekarang, mungkin juga ada yang memanfaatkan Putra Mahkota, jika memang orang itu adalah Raja Han, maka sudah pasti mereka merencanakan pemberontakan.


Raja Han pernah mengunjungi saya di perbatasan barat, dia berkata padaku ingin membantu rakyat di sana, tapi saya sangat mengenalnya, dia sangat licik.


Saat itu saya curiga dengan gerak geriknya, jadi saya menyuruh orang menyelidikinya dan ternyata dia sudah membangun pasukan terlatih dengan memanfaatkan rakyat-rakyat di sana, tampaknya dia sudah menghasut dan memanfaatkan kemarahan rakyat.’’


Aku benar-benar terkejut mendengar semua ini, ternyata sudah sejauh ini rencana mereka.


Jika memang benar itu Raja Han, maka pemberontakan tidak boleh terjadi.


Karena Raja Han mempunyai sifat politik yang sangat jahat.


‘’Tapi kita tidak pasti lagi orang yang bersama Putra Mahkota itu adalah Raja Han atau bukan, saya masih terus menyelidikinya."


‘’Bagaimana pun kita harus selalu siap siaga mengingat kesehatan Kaisar yang semakin menurun.’’


"Sebenarnya, jika memang ini terjadi, kamu gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin, rakyat-rakyat kerajaan barat sedang menunggu pemimpinnya kembali.


Kamu lah satu-satunya yang tersisa dan kamu lah yang bisa mengubah masa depan mereka kelak.’’


"Saya mengerti.’’


Aku di sadarkan Kembali oleh Jenderal Meng akan tanggung jawabku akan tujuanku.


Cepat atau lambat semuanya akan datang, aku tidak dapat menghindar lagi, walaupun sejenak aku melupakan ini karena adanya cinta.

__ADS_1


...


Setelah selesai berdiskusi dengan Jenderal Meng, Aku pun kembali mencari Xiao Ying dan Pangeran.


Di tengah jalan aku bertemu Putra Mahkota yang berjalan pergi dengan wajah yang marah dan dia bahkan tidak memperdulikan aku.


Awalnya aku tidak mengerti kenapa dia bersikap seperti itu, mengingat kami tumbuh bersama dari kecil, lalu aku mengerti saat aku melihat Xiao Ying berdiri sendiri dengan wajah sedih di situ.


Aku pergi menghampirinya dan menghiburnya.


‘’Kenapa berdiri melamun di sini, cepat kembali berlatih. Dasar malas.’’ Sambil aku berjalan melewatinya dan kembali ke tempat Latihan.


Lalu dia tersadar dari lamunan dan menjawab aku.


‘’Apa... kamu bilang aku malas?’’


‘’Yaaa... kamu pemalas.’’


Wajahnya tampak kesal sambil mengikuti ku kembali ke tempat Latihan.


...


Malam ini aku duduk di atas atap sambil menikmati pemandangan langit malam yang penuh bintang, lalu Xiao Ying datang menghampiriku, kita berdua pun duduk sambil berbicara.


Lalu aku bertanya padanya.


‘’Apa yang Putra Mahkota katakan padamu?’’


‘’Dia ingin saya kembali padanya, saya pun tidak mengerti kenapa tiba-tiba dia datang."


‘’Lalu apa jawaban kamu?’’


‘’Tentu saja tidak, kami di takdir kan bukan untuk Bersama.’’


‘’Saya sudah berjanji pada diriku, saya tidak ingin menjadi Selir atau Permaisuri seperti yang dia janjikan.’’


‘’Menjadi Selir atau pun Permaisuri mempunyai kuasa , semua orang akan mendengarkan perintah kamu.’’


‘’Tidak, saya tidak ingin kuasa itu, saya sudah merasa bahagia dengan hidupku sekarang.’’


‘’Oh ya... jadi maksud kamu,merasa bahagia karena ada saya?


Dia memandangku dengan heran lalu berkata.


‘’Ya kamu memang sedikit membuatku merasa lebih baik.’’


Mendengar dia berkata begitu pun terus ku pegang pinggangnya dan kutarik badannya ke depan hingga di terkejut dan memandangku.


Lalu dia mendorongku dan berkata.


‘’Jangan selalu mempermainkan saya seperti ini.’’


Aku pun hanya tersenyum melihat tingkah lucunya itu, dia yang merasa tidak nyaman itu pun pergi dengan wajah kesal, meninggalkan aku di situ.



Keesokan harinya, seperti biasa aku dan Xiao Ying mulai berlatih, dan tiba-tiba orang dari istana datang berkata bahwa Kaisar ingin bertemu.


Aku pikir hanya ingin bertemu aku dan jenderal meng tapi ternyata kaisar juga ingin bertemu xiao ying.

__ADS_1


Aku merasa curiga, tapi Kaisar ingin bertemu harus bagaimana lagi.


Akhirnya kami bertiga berangkat pergi menemui Kaisar.


Sesampainya di depan Kaisar kami pun memberi hormat terlebih dahulu, di situ juga ada Raja Han dan pangeran.


Tampak suasana hati Kaisar sangat baik, lalu Kaisar pun berkata.


‘’Jadi gadis ini lah yang membuat Putra Mahkota hampir meninggalkan tahtanya?"


Lalu Jenderal Meng menjawab


‘’Mohon Yang mulia dapat melupakan masalah yang sudah lalu dan memaafkan kesilapan adik ipar hamba.’’


‘’Ya tentu saja saya memanggil kalian datang bukan untuk menghukumnya, saya dengar dari pangeran kalau kamu sekarang sangat mahir memanah, bahkan pangeran tidak dapat menandingi kamu lagi.’’


Lalu Xiao Ying menjawab Kaisar.


‘’Hamba tidaklah semahir seperti yang Pangeran katakan, hamba masih belajar, pangeran lah yang selalu mengalah karena melihat hamba adalah seorang perempuan.’’


‘’Benarkah, tapi apa yang kudengar bukan seperti itu.’’


Lalu adik Kaisar berkata.


‘’Yang mulia jika benar dia mahir dalam memanah bagaimana kalau angkat dia sebagai pelatih untuk melatih prajurit di perbatasan bagian barat istana. Saya dengar prajurit panah, kekuatannya menurun sejak kematian istri jenderal meng.’’


‘’Oh ya… benarkah begitu, bagaimana pendapat jenderal meng?’’


‘’Adik ipar hamba masih belajar yang mulia, bagaimana kalau Jenderal Yu saja yang menggantikannya?


‘’Saya akan mengirim kalian bertiga pergi ke perbatasan bagian barat, sedangkan prajurit yang di sini biar Putra Mahkota yang memimpinnya untuk sementara.


Kaisar sudah berkata begitu dan kami pun tidak dapat berbuat apa selain terpaksa harus menyetujui ya.


Setelah selesai pertemuan itu, kami bertiga berjalan keluar sambil Xiao Ying bertanya.


‘’Sebenarnya Kaisar sedang menghina atau memuji? saya baru belajar tidak sampai 1 tahun dia menyuruhku menjadi Pelatih.’’


Lalu aku menjawab.


‘’Kita masih di istana, berhati hati kalau bicara.’’


Kami bertiga pun pulang dan sesampai di rumah


kami pun berdiskusi, Xiao Ying berkata.


‘’Sepertinya saya pernah melihat Raja Han, saya melihatnya saat saya mengikuti Pangeran, dialah yang memerintahkan orangnya untuk membunuh pangeran, hanya saat itu dia memakai topeng, tapi mendengar suaranya tadi saya yakin itu adalah dia."


‘’Apa kamu yakin dia orangnya?’’ Tanyaku.


‘’Saya sangat yakin.’’ Xiao Ying menjawab.


‘’Ini sudah pasti jebakan.’’ Aku berkata pada jenderal meng.


Lalu Jenderal Meng menjawab.


‘’Tampaknya ada yang sudah menghasut Kaisar agar mengirim kita keluar, maka istana bisa dengan mudah di kuasai, saya curiga mereka mengetahui identitas kamu."


Saat Jenderal Meng berkata tentang identitas, tiba-tiba Xiao Ying memandang aku dengan wajah penuh pertanyaan, tapi di situ dia hanya diam.

__ADS_1


‘’Apa yang harus kita lakukan Jenderal, kita tidak bisa melindungi Kaisar jika kita berada di perbatasan, sedangkan Putra Mahkota akan mengambil ahli pasukan prajurit istana.’’


‘’Hanya bisa bersiap siaga, ini adalah keputusan Kaisar, saya juga akan mempersiapkan orang-orang untuk menjaga Kaisar secara diam diam.’’


__ADS_2