
*Part Jenderal Yu
Pagi ini, saat sedangkan berlatih bersama Xiao Ying, tiba-tiba datang seorang prajurit Jenderal Meng yang membawakan sebuah surat dari Jenderal Meng.
Jenderal Yu, Putra Mahkota akan sampai di perbatasan dalam waktu 3 hari.
Kembali lah sebelum Putra Mahkota sampai.
Jenderal Meng.
...
"Xiao Ying, Jenderal Meng berkata Putra Mahkota akan sampai di perbatasan dalam waktu 3 hari, kita harus segera kembali."
"Tapi untuk kembali ke perbatasan kita membutuhkan waktu 1 hari dengan menunggangi kuda, sedangkan dari sejak surat ini di kirim sudah memakan waktu 1 hari."
"Jika sekarang kita berangkat mungkin kita akan sampai besok pagi."
"Baiklah Kita berangkat sekarang sebelum terlambat."
Aku dan Xiao Ying akhirnya bersiap kembali di pagi itu.
"Ketua Hao, kami harus kembali ke markas, keadaan di sini saya serahkan padamu."
"Jangan khawatir, saya akan menjaga dengan baik."
Lalu kami pun berangkat dengan menunggangi kuda masing-masing.
kami tidak melalui hutan, kami melalui jalan lain yang lebih dekat dan hanya memakan waktu 1 hari.
Karena menunggangi kuda kami juga harus beristirahat dan makan, walaupun kami tidak ingin beristirahat tapi kuda kami pun harus beristirahat dan makan.
Kami beristirahat beberapa kali dalam perjalanan, dan sampai hari mulai gelap tapi kami masih belum sampai setengah jalan.
Karena perjalanan di malam hari sedikit susah, kami pun beristirahat beberapa kali karena kuda kami tidak bersedia untuk terus berlari.
Begitu lah seterusnya kami beristirahat dan melanjutkan perjalanan lagi, sampai di subuh harinya di mana 80 persen perjalanan sudah kami tempuh, kami pun mulai lega dan beristirahat sebentar, tapi tiba-tiba tidak di sangka, kuda Xiao Ying mungkin melihat sesuatu dan terkejut sehingga membuatnya melarikan diri.
Kami pun kesulitan mengejarnya, dan sekarang sudah pasti lambat karena hanya tinggal 1 kuda untuk kami berdua.
"Kita tidak dapat membuang waktu dengan mengejar kuda itu lagi."
"Tapi dengan hanya 1 kuda kita akan terlambat." Kata Xiao Ying.
"Tidak apa, kita hanya perlu istirahat kan kuda lebih sering."
Akhirnya aku dan Xiao Ying menunggangi 1 kuda dan beristirahat lebih sering, sampai hari sudah terang pun kami masih belum juga sampai.
"Yu, hari sudah terang, mungkin juga Putra Mahkota sudah sampai."
"Saya tahu kamu khawatir, tapi Jenderal Meng pasti punya alasan."
"Untuk kamu mungkin dapat beralasan, tapi bagaimana dengan saya? Jenderal Meng akan kesulitan mencari alasan."
__ADS_1
"Jangan khawatir, kita usahakan sore ini sampai."
Xiao Ying tampaknya khawatir. Sebenarnya saya masih penasaran bagaimana perasaan dia jika bertemu Putra Mahkota, akhirnya saya coba memberanikan diri untuk bertanya.
"Nanti kamu akan bertemu Putra Mahkota, bagaimana perasaan kamu?"
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Saya hanya merasa penasaran, karena sudah lama kamu tidak bertemu dia."
"Kamu akan merasa cemburu?"
"Itu sudah pasti, saya mengenalnya sejak kecil, dia tidak akan pernah melepaskan apa yang dia inginkan, begitu juga saya khawatir dia tidak akan melepaskan kamu."
"Jangan khawatir, bagaimana pun saya tidak akan pernah kembali padanya."
"Apa kamu pernah merindukannya?"
"Apa jawaban yang ingin kamu dengar?jika saya menjawab iya, lalu apa yang akan kamu lakukan."
"Saya akan membunuhnya."
Xiao Ying menatapku dengan tatapan terkejut.
"Kenapa menatapku begitu? kamu adalah milikku sekarang, jangan sekali kamu coba untuk merindukannya."
Xiao Ying tertawa.
"Saya serius."Sambil kedua tangan ku memegang lengannya.
Lalu saya tarik dia mendekat, saya cium bibirnya yang manis itu dengan lembut.
Belum puas berciuman, Xiao Ying menghentikannya.
"Ini bukan saatnya, kita masih harus melanjutkan perjalanan."
"Baiklah, saya akan mendengarkan apa kata calon isteriku."
Perjalanan kami teruskan, hari pun sudah sore dan kami pun sampai di markas dengan di sambut oleh Jenderal Meng.
"Kenapa begitu lambat, Putra Mahkota sudah sampai sejak pagi tadi."
"Kami mengalami sedikit masalah di perjalanan."
"Baiklah lah ini bukan saatnya kita bicarakan ini dulu, Xiao Ying kamu cepat kembali ke ruangan mu dan jangan keluar dulu, kami beralasan kamu sakit."
"Baiklah."
Xiao Ying pun bergegas kembali ke ruangannya sebelum di ketahui Putra Mahkota.
Tidak lama setelah Xiao Ying pergi, Putra Mahkota datang menghampiri kami.
"Jenderal Yu, sudah sangat lama kita tidak berjumpa, malam ini kita harus minum bersama."
__ADS_1
"Yang Mulia, benar saya akan menemani anda minum sampai mabuk."
"Baiklah, kita jumpa malam ini. Jenderal Yu kamu pergilah beristirahat dulu."
"Baiklah Jenderal."
Akhirnya aku juga pergi kembali ke ruangan ku, untuk menghindari pertanyaan dari Putra Mahkota,
Tapi malam ini aku juga harus mengontrol diri walaupun aku mulai tidak menyukainya.
Aku takut dia akan merebut Xiao Ying kembali.
...
Malam pun tiba, kami bertiga pun makan malam bersama.
"Kenapa Xiao Ying tidak ikut makan bersama?"
"Tadi kami sudah memanggilnya, tapi dia masih merasa kurang sehat, jadi saya suruh dia beristirahat saja." jawab Jenderal Meng
"Begitu rupanya. Apa sakitnya parah? sudah panggil tabib periksa?"
"Hahaha... Yang Mulia jangan khawatir, mungkin besok dia sudah dapat melatih kembali, dia hanya perlu istirahat."
"Bagus lah kalau begitu. Kenapa Jenderal Yu diam saja, mari kita bersulang."
"Mari bersulang untuk kesuksesan Yang Mulia memimpin prajurit istana selama ini."
Di tengah kami minum-minum, Jenderal Meng mulai bertanya.
"Yang Mulia, jika boleh saya tahu, apa sebenarnya tujuan Kaisar mengirim anda ke sini?"
"Sebenarnya ini hanya untuk menjebak Raja Han, jadi kita harus bersiap sedia jika sesuatu terjadi, kita harus segera kembali ke istana jika mendapat kan laporan."
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Sejak 2 tahun lalu, Raja Han sudah merencanakan pemberontakan, saya tahu dia memanfaatkan saya untuk mencapai tujuannya, jadi saya pun memutuskan untuk masuk dalam permainannya, saya ingin lihat seberapa jauh dia akan melangkah."
"Memanfaatkan? bagaimana bisa?" Tanyaku.
"Raja Han tahu akan kejadian saya dengan Xiao Ying, jadi dia memanfaatkan kejadian itu untuk menghasut saya membunuh ayahanda."
"Raja Han sangat licik dan jahat." Jawab Jenderal Meng dengan marah.
"Awalnya saya mulai buta dan terpengaruh akan hasutan itu, tapi Xiao Ying menyuruh saya jangan melakukan hal bodoh, Itu lah yang menyadarkan saya."
"Kaisar sakit parah dan kita masih di sini, jika tiba-tiba Raja Han menyerang saya khawatir kita akan terlambat." Jawab Jenderal Meng
"Untuk kembali ke istana saja kita butuhkan waktu 3 hari." Sambung ku.
"Saya sudah membuat persiapan sebelum berangkat ke sini, Pangeran akan melapor padaku dan sementara saya meminta pangeran memimpin prajurit, ayahanda tidak berkata banyak dan menyuruhku datang ke sini.
Jadi sampai saat ini rencana Raja Han berjalan lancar, karena kita bertiga tidak berada dia istana.
__ADS_1
Saat ini dia pasti menunggu kematian Kaisar dan bersiap untuk menyerang dan menguasai istana."
Bersambung...