
*Part Xiao Ying.
Saya yang segera kembali ke ruanganku dan mendapati Pelayan Lee dan satu lagi pelayan berada di ruanganku dan saya mengerti itu semua adalah perintah dari Jenderal Meng.
”Nona kamu sudah kembali,tadi Putra Mahkota ada datang ke sini tetapi dia hanya bediri di luar untuk beberapa saat lalu pergi” Ucap Pelayan Lee melapor.
”Baiklah,maaf sudah membuat kalian khawatir.” Saya tidak ingin mereka dapat masalah karena menolongku.
Sejak kembali sampai malam saya tetap berada di ruangan dan hanya Pelayan Lee yang membantu saya untuk mengetahui keadaan di luar,tetapi tidak tau kenapa saat Pelayan Lee membawakan saya makan malam,saya merasa baunya sangat tidak enak dan membuat saya merasa ingin muntah.
”Ueeekkkk…kamu bawa makanan apa,kenapa baunya gak enak?” Tanyaku yang merasa tidak nyaman.
”Nona,ini kan makanan kesukaan anda.” Jawab Pelayan Lee.
”Ermmmm gak mungkin cepat bawa pergi.” Ucapku sembari menutup hidung.
”Iya Nona,nanti saya bawakan makanan lain ya.” Ucap Pelayan Lee sembari membawa pergi makanan itu.
Saya tidak tau bagaimana mereka masak,kenapa bisa masak sampai berbau seperti itu padahal itu makanan kesukaanku.
Tidak lama kemudian Pelayan Lee masuk dan membawakan makanan dan juga buah.
Kali ini makanan yang di bawakan tidak berbau lagi.
”Kamu duduk temani saya makan.” Ucapku kepada Pelayan Lee.
”Baik Nona.” Jawab Pelayan Lee.
”Kamu sudah makan? Tanyaku.
”Belum Nona.” Jawab Pelayan Lee.
“Kamu makan saja apa yang ingin kamu makan.” Ucapku.
Lalu Pelayan Lee mengambil sebuah jeruk dan mengupasnya lalu dia makan.
”Uhukkk…asam sekali jeruk ini Nona,biar saya ganti aja ya.”Ucap Pelayan Lee dengan wajah kusut.
”Mana sini saya coba.” Ku ambil sepotong dan ku makan.
”Tidak asam,ini rasanya enak kenapa harus di ganti?kamu ini sedikit asam pun tidak bisa tahan.” Ucapku sembari menertawakan Pelayan Lee.
”Tapi ini benar-benar asam Nona.” Ucap pelayan Lee,masih dengan wajah kusutnya.
__ADS_1
Sembari makan sepotong demi sepotong dan itu terasa sangat enak dan tiba-tiba saja saya teringat sesuatu.
Saya terdiam dan Pelayan Lee pun terdiam sejenak, dia memandangku terdiam,kami bertatapan seolah apa yang kami fikirkan itu sama.
“Pelayan Lee panggil tabib sekarang juga.” Perintahku kepada Pelayan Lee,saya teringat saya sudah dua bulan tidak datang bulan.
”Baik Nona.” Pelayan Lee segera berlari keluar memanggil tabib.
Sembari menunggu tabib datang,saya benar-benar berharap apa yang saya fikirkan ini semua tidak benar,jika benar pun jangan datang di saat seperti ini.
Tidak lama kemudian Pelayan Lee kembali dan membawa seorang tabib dan saya di periksa,tabib menekan nadi di tanganku.
Semua terasa begitu hening untuk sesaat sedangkan jantungku berdetak begitu kencang menunggu hasil pemeriksaan dari tabib.
Tabib melepaskan tangannya dari nadiku dan saya tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.
”Tabib,bagaimana hasilnya?” Tanyaku dengan gelisah.
”Nona,sebelumnya saya ingin mengatakan selamat untuk Nona.” Ucap sang tabib.
”Apa maksud kamu?” Tanyaku sekali lagi yang merasa tidak percaya.
”Nona saat ini sedang hamil dan sudah dua bulan,kandungan Nona sedikit lemah,Tetapi tidak perlu khawatir saya akan memberikan Nona obat untuk memperkuat kandungan.” Ucap sang tabib.
”Baiklah,terima kasih tabib,kalian semua boleh keluar.” Perintahku pada mereka,
Saya ingin menyendiri untuk sejenak,saya ingin memikirkan harus bagaimana.
Saya duduk terdiam bersandaran di atas tempat tidur ku sembari mengelus perutku dan berfikir akan semua kenangan yang saya lalui bersama Yu dan saat itu terfikir kembali saya bukan berasar dari masa ini.
Tetapi saya hamil dan ini waktu yang tidak tepat walaupun saya sangat mencintai Yu tetapi di sisi lain saya merasa sangat gembira karena enam bulan yang akan datang akan hadir buah cintaku bersama Yu dan tidak tau apakah Yu kecil atau Xiao Ying kecil,semua fikiran itu membuatku tersenyum dan membayangkan kehidupan kami yang bahagia kelak.
Ya… sudah ku putuskan,saya harus bersyukur dan menerima semua ini walaupun ini bukan keadaan yang tepat,sebaiknya saya memberi tahu Yu akan hal ini,Ya… besok pagi saya akan pergi mencarinya dan memberitahu kan kabar ini,dia pasti akan sangat gembira,kami bersama akan menjaga dan melindungi bayi ini walau bagaimana pun.
Mama…Papa…kalian akan punya cucu ucapku dalam hati,saya sangat merindukan mereka.
Hidupku baik-baik saja kalian tidak usah khawatir,Yu akan menjagaku dan kami akan sangat bahagia sama seperti Mama dan Papa.
Saya yang terlalu lama berfikir pun merasa lelah dan tertidur.
”Saya tidak akan melepaskan kamu walaupun kamu hamil anak Yu,ini akan lebih baik,saya akan membunuh keduanya bersamaan ha…ha…ha.”
”Tidak…tidak…jangan…jangan…”
__ADS_1
”Nona…Nona… bangun…bangun.” Terdengar suara Pelayan Lee yang memanggilku sehingga saya tersadar dari mimpi buruk itu,badanku penuh keringat dingin.
”Nona…tidak apa-apa kan?” Tanya Pelayan Lee khawatir.
”Tidak,saya hanya bermimpi buruk.”Ucapku dengan suara lemah.
“Pelayan Lee,tolong rahasiakan kehamilanku dan jangan sampai Jenderal Meng tau.” Saya tau ini bukan saat yang tepat dan saat ini saya harus merahasiakannya dari Jenderal Meng dulu.
Pagi ini saya putuskan untuk pergi mencari Yu dan memberitahukan kabar bahagia ini dan mencari jalan keluar bersama.
Saya pun bangun dan bersiap-siap,walaupun hamil saya tetap harus berlatih agar tidak ada kecurigaan,jika Kakak masih ada,dia pasti akan ikut bahagia.
Saya akan kembali ke ibu kota dan pergi kemakam kakak untuk memberitahukan kabar ini juga padanya.
Setelah semuanya siap,seperti biasanya saya keluar dan berjalan sembari menghirup udara segar di mana rasanya sudah begitu lama tidak kembali ke sini dan berlatih bersama prajurit-prajurit yang selama ini berjuang bersama.
Ternyata saya juga merindukan saat-saat berada di sini.
Sembari berjalan santai bertujuan mencari Yu dan sesampainya saya di depan ruangan Yu,saya melihat Yu keluar dengan terburu-buru.
Jadi saya ikuti saja dia dari belakang untuk memberinya kejutan.
Berjalan dan terus berjalan,ternyata Yu sampai di tempat para prajuri berlatih dan di situ saya melihat Jenderal Meng.
Saya melihat Yu dan Jenderal Meng sedang berbicara santai tadinya saya ingin pergi saja tetapi saya penasaran karena percakapan mereka bukan di tempat yang rahasia jadi saya pun pergi mendekat dan berdiri di sebalik pondok prajurit untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.pasti Yu sedang meminta ijin untuk menikah.
Dengan senyuman dan bersemangat saya mendengar setiap perkataan meraka dan saya sangat menyesal karena berdiri di sini,apa yang saya dengar semuanya sangat menyakitkan.
tiada lagi senyuman dan semangat seperti tadi.
Sekarang hanya tinggal airmata yang menetes setetes demi setetes.
Jenderal Meng sudah pergi dan saya pun keluar berdiri tidak jauh dari Yu dan tepat berada di depannya. Saya melihat betapa dia kesulitan untuk memilih dan terlihat begitu menderita dengan keadaan ini.
Di situ saya sadar dan saya tidak dapat memberitahunya,malah lebih baik saya harus meninggalkannya supaya saya tidak menjadi beban baginya.
Tidak sempat untuk pergi,Yu sudah melihatku,dia memandangku dan terdiam.
Semua ini salahku,lebih baik saya pergi.
Tidak ingin membuatnya tambah menderita saya pun berbalik badan dan pergi.
Saya tidak dapat membohongi hati,tetapi saya berharap dia datang mengejarku.
__ADS_1
Bersambung…