
Kaisar memaksaku sampai tahab ini,orang yang di bawa masuk oleh pengawal adalah Ketua Hao dan juga Putri kecilnya yang namanya sama dengan Xiao Ying,dan beberapa prajurit,bahkan wanita dan anak-anak yang merupakan rakyatku.
”Yang Mulia,Hamba mohon lepaskan mereka,ini semua adalah tanggung jawabku.” Bagaimana ini?harus bagaimana saya memohon lagi,Kaisar sekarang menahan orang-orangku.
”Apakah kamu bersedia?”Kaisar bertanya lagi,apa yang harus saya jawab.
Saya masih terdiam dengan pertanyaan itu dan ragu untuk menjawab,saya harus menikahi gadis yang tidak perna saya cintai.
Melihat saya ragu dan tidak menjawab,pengawal membunuh Ketua Hao di depan mataku,dengan darahnya yang mengenai wajahku.
”Ayah…” Ying Er,Putri kecil Ketua Hao menangis memanggil ayahnya yang kini terbaring berumuran darah,dia berusaha memeluk ayahnya tetapi apa daya dia terikat sehingga dia hanya dapat merangkak untuk menggapai mayat sang ayah.
Saya tidak tahan melihat semua ini dan saya merebut pedang yang ada pada Pengawal Kaisar,lalu saya ingin melawan,tetapi dengan satu tusukan,Pengawal langsung membunuh Ying Er yang sangat kami sayangi.
Salah satu pengawal memukulku sehingga saya terjatuh dan berlutut,saya tidak dapat lagi menahan tangis melihat mayat Ying Er yang tidak sempat menggapai sang ayah.
”Apa kamu masih ragu?” Tanya Kaisar.
”Pengawal…bunuh mereka semua.” Perintah Kaisar.
”Hentikan…”Teriakku.
Lalu kaisar menghentikan pengawal yang belum sempat membunuh orang-orangku.
”Hamba bersedia,hamba bersedia menikahi Putri dari Mongolia,hamba juga bertemakasih atas kebaikan Yang Mulia.” Saya bersedia menerima dengan terpaksa dan dengan hati yang sudah sangat hancur,hatiku penuh dendam,ingin sekali saya membunuh Kaisar.
Kini Kaisar sangat puas dengan jawabanku,dan dia pun pergi setelah memerintahkan kepala kasim untuk mengumumkan pernikahanku.
Takdir mempermainkan hidupku,kenapa bukan saya yang mati saja,saat saya melihat mayat Ying Er bersama Ketua Hao.
Kemudian saya di kurung kembali,tidak tau kapan pernikahan akan di laksanakan dan tidak tau apa yang terjadi di luar sana,hatiku telah mati dan hidupku sangat hancur,bahkan Pengeran pun tidak datang mengunjungi saya lagi dan membawakan kabar.
Tidak tau sudah berapa lama saya di kurung,agaknya sudah memasuki hari ke tujuh sejak kematian Ketua Hao dan Ying Er,saya hanya dapat mendoakan mereka dari dalam penjara ini,di mana siang dan malam pun saya tidak tau,saya bahkan tidak dapat mati,tetapi saya hidup dengan tiada arti,saya tidak dapat mengorbankan rakyatku lagi.
__ADS_1
Hari ini seperti biasa pengawal membawakan makanan yang sebenarnya lebih pantas untuk di berikan kepada anjing,dengan kasar melempar masuk makanan itu dan sengaja mengenai wajahku.
Saya sudah terbiasa dengan perlakuan ini,dan apa yang dapat saya lakukan hanya diam.
”Makanlah makan itu,meskipun seperti makanan anjing tetapi itu akan memberikan kamu hidup,sehingga kamu mempunyai harapan.” Terdengar suara seseorang berbicara padaku dan ternyata itu adalah seorang lelaki tua yang menghuni penjara yang berada di depanku.
”Harapan seperti apa?saya tidak dapat mati,bahkan hidup juga tidak berarti.” Jawabku kecewa dan putus asa.
”Setiap kehidupan itu berarti,hanya dengan terus hidup maka akan ada harapan.” Ucap lelaki tua itu.
”Saya sudah di kurung di sini sejak saya berumur 20 tahun dan sekarang setidaknya penjara ini sudah menemani saya selama 50 tahun,apa bedanya saya dengan kematian?” Ucap lelaki tua yang saat ini berdiri di balik jeruji besi tepat di depanku.
Saya hanya memandanginya diam dan dengan tatapan yang masih putus asa.
“Makanlah dan teruskan hidup dengan baik,orang yang mencintaimu sedang menunggumu di luar sana.” Setelah berkata begitu,lelaki tua itu pun kembali ke pojok dan tidur.
Saya mengingat kembali Xiao Ying yang saat ini tidak tau di mana dan bagaimana keadaannya,tetapi saya sangat merindukannya.
Saya berharap dia masih hidup dan juga anakku yang ada di dalam kandungannya.
“Yu…” Teriak Pangeran yang tiba-tiba saja datang dengan sangat panik,tetapi saya sudah mati rasa dan tidak lagi begitu terkejut dengan datangnya kabar buruk karena hidupku sekarang sudah cukup buruk.
”Yu…Xiao Ying…” Mendengar nama ini saja saya langsung berdiri seperti saya telah hidup kembali.
”Xiao Ying…Xiao Ying…bagaimana dia?apa sudah di temukan?apa dia selamat?” Ucapku penuh semangat.
Pengeran hanya diam dengan wajah sedih dan mata memerah,kenapa?kenapa dia diam? tanyaku dalam hati.
”Kenapa diam?” Teriakku padanya.
”Yu,kami telah menemukan mayat Xiao Ying.” Ucap Pangeran menangis.
”Apa maksudmu ‘mayat’?” Teriakku pada Pangeran dengan hatiku yang mulai takut akan kenyataan terburuk yang akan saya dengar.
__ADS_1
”Kami menemukan mayatnya di sungai dan sudah dalam keadaan membusuk.” Pengeran berkata sembari menangis,begitu juga saya yang sudah hancur dan semakin di hancurkan lagi.
Saya sudah tidak bisa menangis lagi,cobaan yang datang secara bersamaan ini membuat saya Kehilangan akal sehat.
Hahaha…ingin sekali saya tertawa,tetapi hatiku sangat perih,dadaku terasa sangat sesak.
Takdir masih tidak puas mempermainkanku,saya yang tidak makan dan minum kini hanya terbaring lemah,mungkin lebih baik saya mati,saya menutup mataku tetapi telingaku masih dapat mendengar pintu jeruji besi yang sedang di buka oleh seseorang,saya sadar seseorang membawaku pergi tetapi saya tidak dapat melawan lagi,semuanya telah gelap dan saat saya terbangun, saya mendapati diriku sudah berada di sebuah ruangan,dan dengan pandangan yang masih kabur,saya melihat Xiao Ying duduk di sebelahku.
Ku paksakan mata ini terbuka dan ternyata itu bukan Xiao Ying.
”Yu,jangan bangun dulu,kamu masih lemah,istirahatlah.” Ucap Putri dari negera Mongolia,gadis yang akan saya nikahi itu.
”Di mana saya?” Tanyaku penuh kebencian.
”Sekarang masih di istana.” Jawab Putri Xu.
Melihat saya memaksa untuk bangun,Putri Xu segara menuangkan air dan memberikannya padaku.
”Tidak perlu.” Dengan kasar saya menolak air itu sehingga jatuh ke lantai.
Putri Xu terkejut,yang dia kenal bukan lah Yu yang sekarang,Yu yang dulu telah mati,saya bukan lagi sosok yang menyayanginya seperti adik perempuanku sendiri.
”Bagaimana Putri kesayanganku bisa mencintai lelaki sepertimu?tidak tau berterimah kasih” Ucap Raja Mongolia yang tiba-tiba masuk dengan marah karena sikapku pada Putri Xu.
“Ayahanda maafkan Yu,jangan marahi dia,dia masih lemah.” Putri Xu berkata sembari bermanja pada Ayahandanya,ini membuat saya muak dan saya benci melihatnya,bukan saja mereka,saya benci melihat siapa pun saat ini.
”Jika bukan karena Jenderal Meng saya tidak akan menikahkan Putriku pada seorang Raja yang gagal seperti kamu.” Ucapnya lagi menghinaku.
Apa yang dapatku perbuat lagi selain menjadi anjing yang menuruti kata-kata tuannya.
Dalam fikiranku jika ingin menikah,lalu menikah sajalah tidak perlu banyak berbicara lagi.
Hatiku sudah mati terkubur bersama Xiao Ying.
__ADS_1
Bersambung…