
Keadaan seperti ini kami hanya bisa menunggu karena ini adalah perintah dari kaisar.
Setelah selesai makan malam Jenderal Meng sudah berpamitan dulu karena masih ada kerjaan yang harus di lakukan dan tinggal lah saya dan Putra Mahkota,saya masih menemani Putra Mahkota untuk minum dan tampaknya suasana hati Putra Mahkota tidak baik,dia juga minum begitu banyak dan terlihat mabuk.
”Yang Mulia,sebaiknya Yang mulia tidak minum sampai mabuk karena kita sedang berada dalam keadaan bersiap siaga.” Saya mencoba untuk mengingatkan Putra Mahkota.
”Yu,apa menurut kamu jika saya duduk di tahta dan menjadi kaisar maka Xiao Ying akan kembali padaku?” Tanya Putra Mahkota.
”Maaf Yang Mulia,ini bukan lah pertanyaan yang harus saya jawab.” Sampai saat ini dia masih tidak ingin melepaskan Xiao Ying.
”Yu,kita bersahabat sejak kecil kamu tidak perlu bersikap seperti ini.”
“Jadi apa jawaban yang ingin kamu dengar.” Ucapku berubah sikap sembari menuangkan arak padanya.
”Ya,kamu benar apa sebenarnya jawaban yang saya ingin dengar,sikap sahabat saya ini terlalu dingin,bagaimana bisa mengerti tentang asmara.” Perkataan Putra Mahkota sepertinya adalah sindiran untukku,tetapi aku hanya tersenyum sembari meminum arak yang ada di cawan.
”Jika senyuman itu kamu tunjukkan pada Xiao Ying,akan kah Xiao Ying akan jatuh cinta padamu?” Perkataan itu sebenarnya membuat hatiku menahan amarah.
”Kamu sudah mabuk,sebaiknya kembali untuk beristirahat.” Jawab ku mencoba untuk menghindar.
”Kapan kamu akan mengenalkan wanita yang kamu suka padaku?”
Mengapa saya merasa pertanya Putra Mahkota ini seperti jebakan.
”Saya terlalu sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk itu.” Saya masih mencoba menjawab dengan tenang walaupun sebenarnya tanganku bergetar.
”Bagaimana dengan Putri Xu?dia cantik dan sepertinya bisa menjadi calon istri yang baik.” Aku benar-benar tidak tahan lagi.
”Aku tidak ingin membicarakan hal ini,sebaiknya kembali untuk beristirahat.” Ucapku dengan wajah kesal.
__ADS_1
”Baiklah,mari kita kembali beristirahat,sejak kapan sahabatku ini menjadi pemarah Ha ha ha.” Putra Mahkota tampak tidak dapat berdiri dengan benar.
”Yang Mulia,kamu sudah mabuk,jangan minum lagi.” Ucapku sembari menolongnya untuk berdiri.
”Saya tidak mabuk.” Teriaknya sembari menolak tanganku dengan kasar.
”Saya sangat menderita,saya tidak dapat menjaga cinta Xiao Ying sehingga kini dia membenciku,tetapi itu tidak akan menjadi alasan bagiku untuk menyerah,saya tidak akan perna melepaskan dia.” Ucap Putra Mahkota dengan pandangan mata yang marah dan berkaca-kaca.
Dalam hati aku bertanya kenapa dia melampiaskannya padaku.
”Dia tidak akan menjadi milik pria lain.” Lanjut Putra Mahkota sembari memandangku dan pergi,seolah pria yang di maksudkan adalah saya.
Saya merasa Putra Mahkota mengetahui sesuatu atau apa dia tahu akan hubunganku bersama Xiao Ying,tetapi itu tidak lah mungkin.
Walau bagaimana pun Xiao Ying adalah milikku,dia sendiri yang tidak dapat menjaga Xiao Ying dengan baik dan saya tidak akan membiarkan dia menyakiti Xiao Ying lagi.
Akhirnya saya pun kembali beristirahat Juga,tetapi dalam kepalaku masih saja teringat akan perkataan Putra Mahkota dan itu membuat saya tidak dapat tidur,apalagi saya sangat merindukan Xiao Ying yang biasanya saat ini dia sudah tertidur di sampingku.
Ke esokan harinya Jenderal Meng memintaku menemuinya tidak tau apa yang ingin dia katakan,saat sampai,saya melihat Jenderal Meng sedang berdiri memerhatikan para prajurit yang berlatih dari kejauhan.
”Jenderal Meng.” Saya menghampiri Jenderal dan memberi hormat.
”Yu,ada sesuatu yang sangat penting ingin saya tanyakan dan ini bersifat pribadi.” Ucap JenderalMeng sembari berjalan santai.
”Silakan Jenderal tanyakan saja.” Ucapku yang juga menemaninya berjalan santai sembari memerhatikan kumpulan prajurit yang berlatih.
”Sudah sampai di mana hubungan kamu bersama Xiao Ying?” Tanya Jenderal Meng serius.
”Saya ingin memperistri dia.” Jawabku dengan yakin.
__ADS_1
“Xiao Ying adalah adik iparku dan saya berjanji pada mendiang istriku untuk menjaganya dan sudah pastinya saya merestui kalian,tetapi saya khawatir akan ambisi Putra Mahkota.”
Ucapan Jenderal Meng yang khawatir dan sebenarnya itu juga yang menjadi kekhawatiran terbesar yang mengganjal di hatiku selama ini.
”Saya mengerti dan sebenarnya itu juga yang selalu mengganggu di fikiran,semalam perkataan Putra Mahkota terdengar seperti menyindir saya walaupun dalam keadaan mabuk,tetapi saya tidak akan menyerah.” Ucapku dengan penuh keyakinan.
”Yu,kamu mengerti akan kondisi kamu sekarang,jika Putra Mahkota naik tahta maka semua menjadi terserah padanya,sedangkan kamu masih harus mengumpulkan kekuatan,kamu mengerti apa maksudku.” Perkataan Jenderal menyadarkan ku dan benar saya masih terlalu lemah untuk menjaga rakyatku.
Saya terdiam sejenak dan tidak lagi percaya diri dan seyakin jawabanku tadi.
”Yu,sebenarnya tanggung jawabmu sekarang bukan hanya dalam hal asmara,tetapi ada lagi yang lebih penting,yaitu rakyatmu,mungkin sekarang kamu sudah mencapai lebih dari separuh kesuksesan tapi kamu masih belum mendapatkan tahta dan kerajaanmu kembali dan kamu tau itu semua akan menjadi keputusan Putra Mahkota kelak.” Setiap perkataan Jenderal Meng benar-benar seperti sedang memukulku dan sepertinya saya tidak mempunyai pilihan.
”Yu,orang yang harus kamu peristri sebenarnya bukan lah Xiao Ying tetapi Putri Xu,kelak Xiao Ying hanya bisa menjadi selirmu karena kelak statusmu adalah seorang Raja.”
Ucapan Jenderal Meng membuat hatiku sangat sedih,tapi semua itu adalah kenyataan,hanya saya sendiri yang selama ini masih membohongi hatiku sendiri.
”Tetapi Jenderal,saya tidak dapat melakukan itu,saya tidak dapat menyakiti Xiao Ying,apa bedanya saya dengan Putra Mahkota jika saya berbuat begini.” Ini sangat menyakitkan bagiku,bagaimana bisa saya mengkhianati Xiao Ying.
”Itulah kenyataan yang harus kamu terima,keputusan ada di tanganmu,hari itu sudah dekat di mana kamu harus memilih rakyat dan tahtamu atau gadis yang kamu cintai,fikirkan baik-baik dan buatlah keputusan tanpa penyesalan kelak.” Ucap Jenderal Meng sembari berjalan pergi meninggalkan saya.
Aku yang masih berdiri dengan hati yang sedih di antara kedua pilihan,kenapa saya tidak dapat memiliki keduanya?saya ingin keduanya.
Apa yang harus saya lakukan?saya benar-benar tidak bisa menyakiti Xiao Ying,apalagi harus meninggalnya dan menikahi Putri Xu.
Semua masalah ini membuat fikiran di kepalaku menjadi sangat kacau di tambah hatiku yang sedih,tidak sempat lagi saya memikirkan penyelesaiannya,kini tambah lagi satu masalah.
Tanpa saya sadari Xiao Ying sudah berdiri tidak jauh dan tepat di depanku dengan tatapan yang sedih,saya tidak tau sudah berapa lama dia di situ dan apa dia mendengar semuanya.
”Xiao Ying.” Badanku kaku,saya memanggilnya dengan hati penuh pertanyaan dan rasa sedih,dalam hati berharap dia tidak mendengar percakapan saya dengan Jenderal Meng.
__ADS_1
Bersambung…