Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Malaikat Penjaga Ku Part 2


__ADS_3

"Jika kamu mati, lalu siapa yang akan melindungi ku dan membawa ku kembali?"


"Kamu berbohong?"


"Kamu lah yang berbohong padaku."


"Apa yang bisa saya bohongi?"


"Saya tahu, kamu bukanlah seorang Jenderal, saya tidak pasti siapa dirimu, setiap malam kamu tidur dan selalu memanggil ibunda mu."


"Jika saya memberitahukan yang sebenarnya, apa kamu akan menjauhiku?"


"Siapa pun kamu, itu bukanlah urusanku, saya tidak ingin tahu lagi." Dia menjawab sambil mengalihkan pandangan.


"Kamu berbohong lagi padaku."


"Kenyataan dan identitas kamu tidaklah berarti apa-apa bagiku."


"Jadi saya tidak berarti bagimu?"


"Bukankah saya juga tidak berarti bagimu?"


"Jika begitu buat apa kamu masih di sini bersama ku , menjagaku dan membiarkan saya hidup."


Dia hanya diam tanpa memandang ku.


"Selama ini, pernahkah kamu menyukai ku?"


"Untuk apa saya menyukai orang seperti kamu? saya bukanlah orang yang pantas untuk bersaing dengan Putri Xu."


"Kamu berbohong, kamu menyukai ku?" Sambil ku tarik tangannya dan memandang matanya.


"Apa sekarang masih berati jika saya menyukai kamu?" Dia menjawab ku dengan wajah yang sedikit marah.


Tanpa berkata apapun, ku tarik dan ku cium bibirnya , dia melawan dan mendorong ku menjauh, sambil berkata.


"Jangan selalu mempermainkan saya."


"Saya tidak pernah mempermainkan kamu, selama ini. Kamu tidak tahu bagaimana menderitanya saya karena tidak bisa mengatakan kalau saya menyukaimu.

__ADS_1


Kamu juga tidak akan pernah tahu bagaimana saya selalu ingin melindungi kamu.


Saat di sungai itu, saat kamu di penjara, saat kamu berlutut untuk memohon Kaisar.


Pernah jugakah kamu tahu kalau saya merasa sakit hati setiap kali melihat kamu bersama Putra Mahkota. Kamu tidak akan mengerti betapa saya menyukai kamu selama ini."


Dia mendekati ku, dan berkata.


"Kenapa? apa alasannya? dulu kamu bersikap begitu dingin padaku. Kamu tahu saya mencintai orang yang salah, kenapa kamu tidak hadir dalam hidupku saat itu? sekarang saya menyesal seumur hidup karena telah mengorbankan Kakak ku."


"Maafkan saya, seharusnya saya bersikap lebih baik padamu dulu, seharusnya saya tidak membiarkan kamu bersamanya dan terluka begini." Sambil aku menyeka air matanya.


Lalu perlahan ku jelaskan padanya.


"10 tahun yang lalu, saat saya berumur 10 tahun, Ibunda menemani ku berlatih pedang dan tidak pernah saya sangka itulah hari terakhir ibunda menemani ku. Tiba-tiba saja prajurit istana masuk menyerang kami, saya sudah berusaha melindungi ibunda, saat seorang prajurit mulai mengarahkan pedangnya padaku, ibunda lah yang sebaliknya melindungi ku dengan menangkis pedang itu dan berusaha melawan mereka.


Dalam keadaan seperti itu prajurit kami datang, ibunda menyuruh ku segera pergi, saya tidak ingin pergi, saya ingin bersamanya, tapi prajurit kami membawa pergi saya dengan paksa, saat itu lah ibunda terbunuh di depan mataku, dan saya tidak dapat berbuat apa-apa.


Bersama sekelompok prajurit yang melindungi ku, kami berlari masuk kedalam hutan, sedangkan prajurit istana terus mengejar, satu persatu prajurit yang menjaga ku mati terbunuh sehingga tinggallah saya seorang diri berlari di hutan sampai saya bertemu dengan Jenderal Meng.


Jenderal Meng menyelamatkan saya, walaupun saat itu dia mengawal prajurit untuk membantai kami.


Sedangkan saat itu, ayahanda ku yang tidak berada di istana, ternyata telah terbunuh di perbatasan.


Sebelum berangkat, beliau berkata padaku dia akan pergi membantu Kaisar karena adanya kabar pemberontakan, beliau juga berkata padaku sepulangnya nanti dia akan mengajak ku pergi berburu.


Bukan saja ayahanda ku dan ibunda ku, Kakak ku yang sedang hamil pun tidak mereka biarkan, Kakak ku di bunuh bersama dengan suaminya, semuanya keluarga ku di bantai dan kepala mereka di penggal.


Sehingga tinggallah saya sendiri yang masih hidup dengan dendam yang tidak bisa ku balas, hanya karena sebuah ramalan, Kaisar membunuh semua keluarga ku, membiarkan kan rakyat kami hidup menderita, kelaparan, bahkan menjadi budak dan di perlakukan seperti binatang.


Saya sudah berjanji pada diriku untuk mengembalikan kedamaian rakyat ku.


Sekarang kamu tahu identitas ku, jika kamu ingin pergi, kamu pergi lah... karena saya juga seorang Putra Mahkota, saya tidak ingin melukai kamu.


Meski saya menyukai kamu, pada akhirnya saya takut akan melukai kamu."


Saat ini aku pasrah, jika Xiao Ying ingin menjauh maka akan aku hargai keputusannya. Tapi tidak aku sangka tangannya mulai menyentuh wajah ku dengan lembut, lalu dia memeluk ku.


"Apakah kamu merasa kasihan padaku?"

__ADS_1


"Tidak... saya percaya kamu dapat mengembalikan kedamaian rakyat dan menjadi seorang Raja yang bijaksana." Dia berkata sambil memeluk ku erat.


"Jadi kamu akan menjauhiku?" Dengan sedih aku bertanya padanya.


"Apa kamu mencintai Putri Xu?"


"Dia sudah seperti adik kandung ku sendiri, kamu tahu orang yang ku cintai adalah kamu, ini pilihan yang sangat sulit bagi ku."


Lalu sambil melepaskan pelukannya dia pun memandang ku dan berkata.


"Kalau begitu, teruskan mencintai saya, maka saya pun juga akan begitu."


Jawaban itu sepertinya membuat seluruh luka di badan ku sembuh, semua beban di hatiku hilang seketika. Aku pun tersenyum dan segera ku tarik dia dan ku cium bibirnya, dia tidak melawan dan kali ini dia membalas ciumanku.


Ciuman yang semakin bergairah itu pun membuat ku lepas kendali, ku pindah kan ciuman ku ke lehernya dan dengan perlahan tangan ku mulai membuka pakaiannya, begitu juga ku buka pakaian ku, sebentar ku lepas ciuman itu dan memandangnya dan sekarang orang yang ku cintai sejak lama ini, berada di depan ku tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.


Lalu ku teruskan mencium dan ******* bibirnya dengan lebih bergairah, begitu juga dia membalas ku, perlahan lagi ku pindahkan ciuman ke lehernya dan aku mulai mendengar suara desahannya.


Suara ******* itu membuat ku semakin ingin memilikinya, desahannya yang membuat ku lepas kendali dan dengan permainan yang sedikit kasar, malam itu pun menjadi malam yang paling bahagia dalam hidupku karena dapat memiliki dia seutuhnya.


...


Pagi pun tiba, aku membuka mata dan memandangi wajahnya yang cantik itu, dia masih tertidur di pelukan ku, lalu ku kecup lagi bibirnya yang manis, dan sepertinya kecupan ku itu membangunkannya.


Dia membuka mata dan melihat aku sedang memandanginya, lalu dia tersenyum.


Hari ini adalah hari ke enam kami berada di gua.


Tiba-tiba Xiao Ying bertanya.


"Apa luka kamu masih sakit?" Sambil dia melihat luka ku


"Sudah tidak terlalu sakit, mari kita keluar dari sini dan kembali, saya sudah merasa sehat."


"Bagaimana kalau kita bertemu orang-orang Itu lagi, saya khawatir kita tidak dapat melawan mereka."


"Jangan takut, saya akan melindungi kamu." Sambil ku belai rambutnya dan meyakinkannya.


Dia menjawab ku dengan senyuman manis dan menganggukkan kepala.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2