
* Part Xiao Ying
Aku tidak pernah menyangka akhirnya aku dan Yu saling mencintai, bahkan aku rela memberikan kesucian ku padanya,dan rasa cinta kali ini berbeda, ada rasa aman saat bersamanya.
Sekarang identitasnya tidak lah jadi masalah untuk ku, walaupun apapun dia aku akan tetap mencintainya. Aku merasa bahagia bersamanya sekarang, tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Tapi aku berharap, kali ini aku mencintai orang yang tepat, walaupun rasa takut untuk mencintai dan terluka lagi, atau pun sampai mengorbankan orang lain, aku berharap semua ini tidak akan terjadi lagi padaku.
...
Kali ini dia terluka parah dan sudah seharusnya aku menjaga dan merawatnya, dia sudah terlalu banyak menjagaku dan menyelamatkan nyawaku.
Sebenarnya aku tidak berharap banyak dari percintaan kali ini, jika benar kami berjodoh maka ke mana pun aku tetap akan menjadi miliknya.
Aku juga tidak berharap banyak akan menjadi istrinya, biar lah semua berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.
Melihatnya bahagia dengan kembalinya para prajurit, aku juga sudah merasa sangat bahagia dan aku akan selalu mendukungnya, aku percaya dia akan menjadi Raja yang bijaksana kelak.
Tidak tahu siapa pun permaisurinya nanti, itu bukanlah hal yang sangat penting untuk ku pikirkan, yang penting bagi ku sekarang adalah aku dapat bersamanya.
Kali ini dia tidak keras kepala, dia mendengar kan kata-kata ku untuk beristirahat sampai lukanya sembuh, begitu pula aku merawatnya setiap hari.
...
Tidak terasa sudah 1 bulan kami tinggal di sini, lukanya pun sudah sembuh, maka aku pun menyarankan, untuk segera kembali.
"Kita sudah 1 bulan lebih di luar sini dan tidak memberikan apa-apa kabar kepada Jenderal Meng, ini sudah seharusnya kita kembali."
"Benar, mari kita pulang, tapi sebelum kita pulang, saya ingin membawamu ke suatu tempat."
Lalu Yu membawa ku ke suatu tempat dengan menunggangi Kudanya.
"Lihatlah, ini adalah istana yang di tinggalkan, di sini lah seharusnya rumah ku, banyak kenangan bersama Ayahanda dan ibunda di sini, masa kecil ku yang tidak dapat saya lupakan."
Yu membawa ku pergi melihat istana yang dulu terpaksa di tinggalkan.
"Saya percaya, kamu akan bisa mendapatkan kembali istana dan juga rakyatmu."
__ADS_1
"Kamu benar, tapi tidak tahu harus menunggu berapa lama lagi." Dia menjawab dengan wajah yang sedih.
Tampaknya dia belum ingin meninggalkan tempat ini, ya... aku mengerti, karena di sini lah tujuan terbesar yang ingin dia capai.
"Jika kamu merasa belum ingin meninggalkan tempat ini, kita bisa tinggal lebih lama, tapi kita harus mengabari Jenderal Meng terlebih dahulu."
"Tapi apa kamu akan mendukung rencana ku?"
"Jika kamu sudah mempunyai rencana, maka tentu saja saya akan selalu mendukung kamu."
"Baiklah, dengan adanya kamu di sisi ku, saya pasti akan berhasil."
"Pasti bisa, saya percaya."
Aku tidak ingin mementingkan diri sendiri, aku tahu ada yang lebih penting lagi untuk dia kerjakan, maka aku akan selalu mendukungnya.
Kami pun tidak jadi pulang dan kami menuliskan surat untuk mengabari Jenderal Meng bahwa kami selamat dan kami juga memberitahukan tentang keberadaan kami.
Akhirnya kami fokus untuk menjalankan rencana kami di sini, pertama kami mulai melatih kembali prajurit yang tersisa di sini yang berjumlah 1000 orang prajurit.
Aku melatih kelompok memanah, sedangkan Yu melatih ilmu pedang dan juga bela diri.
Hari terus berganti, tidak terasa prajurit kami semakin kuat dan semakin bertambah jumlahnya.
Banyak tempat sudah dapat kami kuasai, yang dulunya di kuasai oleh prajurit Istana kini dapat kami gantikan dengan prajurit kami.
Kami menyerang secara diam-diam ke markas perbudakan di saat malam hari, membunuh prajurit istana lalu prajurit kami akan menyamar jadi prajurit Istana, begitu lah cara kami agar tidak di ketahui oleh Kaisar.
Untungnya juga Jenderal Meng membantu kami walaupun resikonya adalah nyawa, tapi Jenderal Meng tetap membantu kami secara diam-diam.
Dalam 1 tahun kami sudah berhasil menguasai kembali 90 persen daerah di bagian barat, sedangkan kini kami masih perlu menelusuri hutan yang luas itu.
Setiap hari sedikit demi sedikit kami mulai menelusuri hutan dan mengenal setiap titik di dalam hutan, sampai suatu hari kami menemukan sebuah markas prajurit orang-orang bertopeng yang mengejar kami saat itu.
"Akhirnya kita menemukan tempat mereka, untuk menguasai hutan itu kita harus menyingkirkan mereka, sampai sekarang kita sudah dapat mengetahui setiap titik hutan, malam ini kita akan menyerang dan seperti yang biasa kita lakukan, jangan sampai ada yang tersisa." Yu berkata pada prajurit.
Akhirnya dengan cara penyerangan kami dan kami berhasil membunuh semuanya tanpa satu pun yang tersisa, bahkan kami bakar tempat itu agar tidak ada bukti.
__ADS_1
Kami tahu kalau tempat itu adalah tempat rahasia Raja Han, maka dari itu kami membakar tempat itu agar dia mengira Jenderal Meng lah yang melakukannya, karena dengan begitu Raja Han tidak dapat berbuat apa-apa pada Jenderal Meng.
Perbudakan, kelaparan sudah dapat kami atasi, rakyat dapat bercocok tanam dan berternak tanpa harus mengkhawatirkan prajurit Istana mengganggu, karena semuanya adalah orang-orang kami, walaupun dari luar terlihat masih adanya perbudakan dan kelaparan, tapi itu semuanya palsu, ini agar Kaisar tidak curiga.
Keberhasilan kami tinggal lagi 1 langkah, yaitu mencari cara untuk mengembalikan istana dan juga tahta kepada Yu, bagian ini sangat lah sulit karena harus menghadapi Kaisar.
Walaupun sekarang rakyat dapat hidup lebih baik, kami masih tidak boleh gembira dulu, karena kapan pun Kaisar mengetahuinya kami semua akan kehilangan nyawa.
...
Malam ini untuk merasa lebih lega, kami pun merayakan keberhasilan kami bersama dengan semua prajurit yang sudah berusaha dan berjuang keras, semuanya dapat minum dan makan.
Wajah Yu terlihat sangat bahagia, beberapa tahun ini bersamanya, baru kali ini aku dapat melihat dia minum dengan senyuman gembira, aku berharap dia akan selalu bahagia seperti hari ini.
Hari pun semakin larut sedangkan para prajurit yang mabuk pun istirahat, aku melihat dia duduk sendiri di luar sambil memandang ke langit.
Aku pun pergi mendekatinya, duduk di sampingnya dan mengingatkannya.
"Jangan minum terlalu banyak."
"Kamu jangan khawatir, saya dapat mengontrol diri ku."
"Sudah larut malam dan di luar sini dingin, apa sebenarnya yang mengganggu pikiran kamu?"
"Aku berpikir, walaupun sekarang sudah dapat meringankan beban rakyat, tapi ini bagi ku belum lah berhasil sepenuhnya, apa yang seharusnya milik ku harus kembali padaku."
"Setidaknya sekarang rakyat tidak harus merampok untuk bertahan hidup, saya yakin ayahanda dan ibunda kamu pasti bangga dengan kamu."
"Xiao Ying, maafkan saya belum bisa memenuhi janjiku untuk membawa kamu pulang dan mengunjungi makam Kakak kamu dan menjadi kamu istriku."
Aku tersenyum mendengar perkataannya dan aku mencoba untuk menggodanya.
"Saya pikir kamu sudah lupa akan janjimu itu."
"Bagaimana saya bisa lupa, kamu adalah orang yang paling saya cintai."
"Benarkah? kalau begitu lain kali jangan lupa untuk mengatakan kalau kamu mencintaiku."
__ADS_1
Sambil dia melepaskan jubahnya lalu di pakaikan nya padaku, lalu dia memeluk ku dan berkata.
"Saya mencintai mu dan selamanya saya tidak akan lupa."