
* Part putra mahkota
Pikiranku sangat kacau, aku tidak bisa tidur karena kemana pun aku pergi dan apa pun yang aku lakukan,selalu ada bayang-bayang nya.
Lebih baik aku melampiaskan rasa ini dengan minum-minum sampai pagi.
Lalu tidak tahu kenapa tiba-tiba aku merasa ingin mengunjungi makam kakak xiao ying, aku ingin mengatakan padanya kalau aku sungguh-sungguh mencintai adiknya.
Dengan menunggangi kuda aku pun berangkat sendiri. Dengan hati yang sangat sedih aku pun sampai dan lalu aku berlutut dan menuangkan arak ke depan makamnya.
"Masih ingatkah kamu, dulu kita dan Jenderal Meng, Jenderal Yu serta para prajurit, kita merayakan kemenangan bersama. Saat itu kita berempat bertanding minum dan pada akhirnya kami 3 orang lelaki yang mabuk dan mengaku kalah.
Jenderal Meng begitu mencintai kamu, sampai kadang saya pun merasa iri dan ingin juga mendapatkan pasangan dan saling mencintai seperti kalian.
Saya mohon maafkan aku yang gagal melindunginya. Izinkan lah saya bersama Xiao ying dengan restu mu. Saya tahu, cinta kami sudah mengorbankan dirimu, tapi saya sungguh mencintainya dan ingin bersamanya.
Apa aku salah mencintai adikmu?"
Selesai mengungkapkan isi hati, lalu sambil aku berdiri ingin pergi, aku melihat Xiao Ying bersama Jenderal Yu datang juga mengunjungi makam, aku tahu selama ini dia sangat dekat dengan Jenderal Yu, tapi milik ku adalah milik ku, tidak akan pernah seorang pun bisa merebutnya dari ku, jika aku tidak bisa melupakanmu, maka aku berjanji akan memilikimu kembali.
…
Sudah 6 bulan berlalu, sekali pun aku tidak pernah melupakannya dan janjiku padanya.
Aku tidak perduli dengan gosip yang tersebar di seluruh istana kalau aku tidak pernah datang mengunjungi dan menyentuh istri yang ayahanda pilihkan untuk ku.
Mereka berkata bahwa istriku sangat kasihan, tapi adakah orang yang datang mengasihani ku?
Bagaimana aku bisa bersama dengan orang yang tidak aku cintai.
Aku hanya inginkan dia, aku juga tahu sebenarnya dengan menjadi Kaisar maka aku akan mempunyai kekuatan untuk memiliki dia kembali, aku bisa menjadikannya permaisuri ku, satu satunya Permaisuri ku.
…
*Kembali ke 2 hari yang lalu
Di saat aku sedang terpuruk seperti ini ternyata ada seseorang yang datang mengerti akan perasaan ku, dia adalah Raja Han, Paman ku.
Malam ini Paman mengajakku bertemu di luar istana dan aku pun pergi menemuinya.
__ADS_1
‘’Paman kenapa ingin bertemu secara diam-diam di sini?’’
"Apa ada orang yang mengikuti kamu?"
"Tidak Paman, saya sudah sangat berhati-hati."
"Baiklah, Paman tidak akan menghabiskan waktu berlama-lama di sini.
Paman merencanakan masa depan yang lebih baik untuk dirimu, di banding dengan ayahandamu yang tidak memperdulikan perasaanmu.’’
‘’Tidak begitu Paman, saya mengerti ayahanda inginkan dukungan kekuatan yang lebih besar lagi.’’
‘’Oh yaaaa..lalu apa kamu mencintai istrimu?’’
Aku terdiam mendengar paman bertanya begitu.
‘’Lihat lah dirimu, kamu adalah Putra mahkota, sejak kecil kamu mandiri dan tidak pernah meminta apa pun, tapi ayahandamu keterlaluan, seorang gadis yang kamu cintai pun tidak dia bisa dia restui.’’
Aku diam berfikir ada benarnya kata Paman, kenapa ayahanda begitu padaku.
‘’Kenapa kamu diam? bukan kah kamu ingin Bersama gadis yang kamu cintai itu?’’
‘’Untuk melindunginya tentu kamu harus memiliki kekuatan yang besar dulu dan kamu kekuatan apa itu?’’
‘’Maksud paman?’’
''Benar itulah maksud Paman, jika kamu menjadi Kaisar maka kamu bisa jadikan gadis itu Permaisuri.’’
‘’Tapi sekarang saya adalah Putra Mahkota, kelak ayahanda akan memberikan kedudukannya untukku juga.’’
‘’Tentu saja, cepat atau lambat, ini hanya masalah waktu, tapi coba kamu pikir, harus tunggu berapa lama lagi? apa gadis itu bisa menunggu? apa kamu rela dia menjadi milik orang lain?’’
‘’Tidak, dia tidak boleh di miliki orang lain, hanya saya yang boleh memiliki dia.’’
‘’Kalau begitu kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?’’
‘’Tapi paman, saya takut, jika kali ini gagal maka nyawa lah taruhannya.’’
‘’Saya tidak menyuruhmu untuk melakukan pemberontakan saat ini, jika Kaisar mati lebih cepat maka, cepat juga kamu akan memiliki apa yang kamu mau.’’
__ADS_1
‘’Saya juga tidak mungkin membunuh ayahanda.’’
‘’Saya juga tidak menyuruh kamu membunuhnya dengan tangan kamu sendiri, ambil obat ini, carilah cara untuk memasukannya ke makanan Kaisar.
‘’Tapi Paman, dia adalah ayahandaku bagaimana saya tega melakukan ini padanya.’’
‘’Apa kamu lupa bagaimana dia tega dengan dirimu dan bahkan juga dia ingin membunuh ibunda mu juga gadis yang kamu cintai itu, obat ini tidak akan langsung membunuhnya.’’
"Benar kata Paman, ayahanda begitu tega pada diriku, maka lebih baik saya yang menjadi Kaisar.
Akan saya biarkan ayahanda beristirahat dengan baik, dia sudah lelah memimpin negeri ini, biar saya yang menggantikannya."
‘’Pergilah, lakukan apa yang saya suruh, Paman melakukan ini karena Paman sayang padamu.
Saya tidak tega melihat kamu menderita seperti ini. Kamu jangan takut, Paman selalu mendukung kamu, tidak akan Paman biarkan siapapun menghalangi langkah kamu.’’
Setelah itu Paman pun pergi dengan menunggangi Kudanya dan aku pun juga segera pergi dari situ, aku seperti mendapat keberanian karena ada paman yang mendukungku.
Baiklah, Xiao Ying tunggu saya sebentar lagi, ini akan sangat cepat kita dapat bersama lagi.
Maafkan saya ayahanda, kamu lah yang memaksa aku.
Sesampainya di istana, aku segera memberikan obat itu kepada Pelayan yang memasak makanan Kaisar, sebenarnya pelayan itu ada di pihak ku, jadi dengan sangat mudah aku dapat memanfaatkannya.
Sebenarnya ayahandaku sudah kurang sehat, dengan obat ini perlahan-lahan bisa mengantarkannya lebih cepat, aku membantu dia mengurangi penderitaannya.
...
Setelah mulai menjalankan rencana bersama Paman, sementara itu pun aku pergi menemui Xiao Ying, aku dengar dari Pangeran sekarang dia sangat pandai memanah. Bahkan juga sudah pandai menunggangi kuda. Aku sangat merindukannya.
Aku pergi mencarinya di tempat latihan, dia sedang mengadu pedang dengan Pangeran, dia tampaknya sudah mulai ceria kembali.
Aku menyuruhnya agar bersabar menunggu ku.
Tapi aku sangat kecewa setelah menemuinya, dia sudah menunjukkan sikap yang berbeda padaku. Bahkan dia menolak aku, semua yang terjadi ini karena aku tidak bisa melindunginya.
Tapi itu dulu, akan aku tunjukkan padanya kalau aku dapat berkuasa dan melindunginya,tidak akan aku biarkan juga dia mencintai orang lain. Dia hanya boleh menjadi milikku dan mencintaiku.
Tidak akan pernah aku lepaskan dia, akan ku miliki dia kembali seperti dulu. Aku tahu Jenderal Yu menyukainya dan akan aku singkirkan setiap penghalang jalanku.
__ADS_1