Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Kedatangan Putra Mahkota


__ADS_3

* Part Jenderal Meng


Sudah 1 bulan lebih Jenderal Yu dan Xiao Ying menghilang, tidak tahu mereka masih hidup atau tidak, pencarian yang setiap hari saya lakukan selalu sia-sia mengingat hutan itu begitu luas itu.


Hari ini Ketua prajurit memberikan saya sebuah surat.


"Jenderal Meng, saya membawakan sebuah surat."


"Baiklah, terimakasih."


Ini sudah biasa jika saya mendapatkan surat, setiap hari selalu ada surat yang masuk dari istana dan tempat-tempat lainnya.


Lalu aku pun membuka surat.


"Jenderal Meng, maafkan kami yang baru dapat memberikan kabar saat ini, saya dan Xiao Ying selamat dan saat ini kami berada di daerah bagian barat bersama rakyat dan hidup dengan baik.


saya juga ingin memberitahukan kalau kami tidak akan kembali dalam waktu yang agak lama berhubungan adanya rencana yang ingin saya jalankan, di sini saya menemukan kembali prajurit ayahanda yang masih selamat di mana mereka sudah hidup menjadi rakyat biasa.


saya mempunyai rencana untuk memulai membangun kembali prajurit dan juga istana serta membantu penderita rakyat di sini.


Jenderal juga tidak perlu mengkhawatirkan Xiao Ying, saya akan menjaganya dan melindungi, saya akan terus memberikan kabar melalui surat, saya berharap Jenderal Meng dapat membantu dan mendukung semua rencana ku."


Jenderal Yu.


Betapa bahagianya aku saat mendapat surat ini dan tahu kalau mereka selamat dan seperti yang Jenderal Yu katakan, saya pasti akan mendukung setiap langkah dan membantunya dalam menjalankan rencananya itu.


Aku melakukan ini bukanlah karena semata-mata membantu Jenderal Yu saja, tapi selama ini saya dan Yue Er istri ku memang sudah bertekad untuk membantu rakyat di sana, kami tidak tega melihat penderitaan rakyat, bahkan saya juga sudah berjanji pada ayahanda Jenderal Yu sebelum beliau di bunuh.


Saat itu Raja barat dalam keadaan terluka, dia memohon padaku untuk menyelamatkan Putra satu-satunya Jenderal Yu, karena dengan begitu satu-satunya cara agar kerajaan barat dapat bangun kembali dan menyelamatkan rakyat.


Saya sudah berjanji pada Raja barat dan saya akan memenuhinya dengan semampuku.


...


Jenderal Yu sudah mulai menjalankan rencananya, dia pun selalu mengirimkan saya surat dan memberitahu setiap perkembangan dia sana.


Saya sangat bangga padanya, dia pintar seperti Ayahnya Raja barat, dalam 1 tahun dia sudah mencapai 90 persen keberhasilan dan boleh di katakan prajurit di sana yang berpakaian prajurit istana adalah orang-orangnya.


Sedangkan saya di sini juga mulai mengganti prajurit ku dengan orang-orang ku, di mana prajurit dari kaisar akan saya bunuh jika mereka berani berkhianat, dan sampai sekarang semua prajurit ku sangat lah patuh dan dapat di percaya.

__ADS_1


Jumlah prajurit ku di sini tidak lah banyak, hanya berjumlah 10 ribu prajurit dan itu sudah pasti tidak cukup jika ingin membantu Jenderal Yu.


Di tengah kegundahan ini, saya mendapatkan kabar Putra mahkota akan di kirim Kaisar ke sini, ini berarti Jenderal Yu dan Xiao Ying harus segera kembali. Tidak tahu apa tujuan Kaisar, dalam keadaan sakit dia berani mengirim Putra Mahkota keluar Istana.


Sampai saat ini saya juga belum mendapatkan surat dari Kaisar tentang rencananya.


Kali ini saya tidak dapat menebak apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh Kaisar.


Jika begini dia membahayakan tahta dan juga dirinya, karena Raja Han sudah pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini.


Sementara Putra Mahkota sudah di perjalanan kesini dan akan sampai dalam 3 hari, saya segera menuliskan surat agar Jenderal Yu dan Xiao Ying segera kembali.


Sedangkan bagian istana sana saya masih menunggu surat perintah dari Kaisar.


Bagaimana pun saya harus melindungi Kaisar mengingat Putra Mahkota keluar istana jadi saya juga menuliskan surat untuk orang-orang ku di sana untuk memberikan kabar dan membantu untuk melindungi Kaisar.


...


3 hari kemudian, Putra Mahkota pun sampai, sedangkan Jenderal Yu dan Xiao Ying tidak juga sampai.


"Hormat kepada Yang Mulia."


"Benar, disini perkembangan prajurit sangat cepat karena berlatih setiap hari.


Yang Mulia baru sampai dan pergi lah istirahat dulu."


"Baiklah, tapi kenapa saya tidak melihat Xiao..... Jenderal Yu maksud ku."


"Jenderal Yu pergi menyelidiki rakyat bagian barat dan akan segera kembali."


"Kenapa harus di selidiki, apa yang terjadi?"


"Tidak ada hal yang perlu di khawatir kan Yang Mulia, Jenderal Yu menyelidiki mereka karena baru-baru ini kami menemukan markas rahasia."


"Markas rahasia?"


"Benar, kami belum menemukan siapa yang membangunnya, karena saat penyerangan, tempat itu tidak sengaja sudah terbakar habis "


"Baiklah, terus selidiki dan jika ada apa-apa perkembangan kita harus melaporkan ini ke Kaisar."

__ADS_1


Putra Mahkota pun pergi keruangan istirahatnya yang sudah di sediakan, sedangkan aku terpaksa harus berbohong.


Jenderal Yu dan Xiao Ying tidak tahu kenapa begitu lambat, saya sangat mengkhawatirkan mereka, untungnya saja Putra Mahkota sungkan untuk bertanya tentang keberadaan Xiao Ying.


Jika Xiao Ying tidak kembali maka saya harus mencari alasan lain, besok dia harus melatih prajurit dan sudah pasti Putra Mahkota akan pergi mencarinya.


Saya tahu kalau sampai sekarang Putra Mahkota tidak pernah melupakan Xiao Ying, bahkan sampai sekarang juga dia tidak pernah mengakui isterinya. seperti yang Yue Er katakan, Putra Mahkota mempunyai sifat memiliki yang sangat kuat, sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan dan terus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


...


Tidak aku sangka tiba-tiba malam ini Putra Mahkota ingin makan malam bersama, dia ingin kami menemani minun karena sudah lama tidak bertemu, sedangkan Jenderal Yu dan Xiao Ying belum lagi sampai.


Putra Mahkota hanya membuat alasan, sebenarnya dia ingin bertemu Xiao Ying.


Ini membuat ku sangat gelisah, aku harus mencari alasan jika mereka belum sampai lagi.


Sementara agar Putra Mahkota tidak curiga, saya memanggil Pelayan Lee.


"Pelayan Lee, kamu bawa lagi seorang pelayan lain dan kalian berdiam diri di kamar, saya takut Putra Mahkota akan pergi mencari Xiao Ying tanpa sepengetahuan ku."


"Baiklah Jenderal Meng."


"Ingat, jika Putra Mahkota bertanya tentang Xiao Ying, katakan padanya kalau Nona sedang tidak sehat dan tidak melatih hari ini, dan juga jika dia bertanya tentang Jenderal Yu, katakan saja kamu tidak tahu dan jangan bicara terlalu banyak padanya."


"Baik Jenderal, saya mengerti."


Sebelum semuanya terlambat, saya harus membuat persiapan, dan benar saja dugaan ku.


Ketua prajurit datang melapor.


"Jenderal, saya melihat Putra Mahkota pergi menuju ruangan Nona Xiao Ying."


"Saya sudah menduganya, kali ini kita lihat bagaimana Pelayan Lee membantu Nona Xiao Ying."


"Tapi Jenderal, Pelayan Lee, gadis itu tidak pandai berbohong."


"Bagaimana kamu tahu?"


Ketua prajurit tampaknya bingung untuk menjawab, sebenarnya bukan bingung tapi tampaknya dia malu.

__ADS_1


"Pergilah, bagaimana kamu tahu atau tidak tahu saya sudah mengerti melihat dari wajahmu yang memerah itu."


__ADS_2