Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Pengorbanan Jenderal Yu


__ADS_3

* Part Jenderal Meng


"Jenderal Meng, sejak pagi Jenderal Yu menghilang." Ketua prajurit datang melapor.


"Apa yang terjadi sebenarnya? dia tidak mungkin menghilang dan pergi tanpa izin saya."


"Kami sudah mencarinya selama setengah hari dan belum menemukannya juga, saya khawatir dia dalam bahaya."


"Baiklah, saya akan pergi mencarinya, kalian juga terus mencari."


Setelah berfikir sejenak, saya mempunyai firasat kalau dia mungkin pergi ke pemukiman warga bagian barat. Tapi di sana sangat lah berbahaya jika dia pergi sendiri. Aku akan coba pergi mencarinya di sana.


...


Dengan menunggangi kuda aku berangkat sendiri, sesampainya di hutan aku tidak juga menemukan dia, aku teruskan pencarian di mana-mana,tidak terasa hari sudah sore, keadaan di hutan mulai gelap.


Aku masih terus mencari dan sampai lah aku di ujung hutan, di situ aku melihat Jenderal Yu sedang bertarung dengan sekelompok orang bertopeng, jumlahnya sekitar 10 orang dan jumlah itu terlalu banyak untuk di hadapi Jenderal Yu, meski pun ilmu pedangnya hebat.


Tampaknya juga orang-orang bertopeng itu bukan orang biasa, mereka sepertinya terlatih dan topeng yang mereka pakai sama dengan orang-orang suruhan Raja Han.


Aku curiga orang-orang ini memang suruhan Raja Han, mungkin dia tahu akan identitas Jenderal Yu.


Dengan segera aku tinggal kan kuda ku dan pergi membantu Jenderal Yu , kami berdua bertarung dengan 10 orang, saat itu aku melihat Jenderal Yu sudah terluka, perutnya sudah tergores pedang dan tampaknya luka itu cukup dalam.


"Kamu sudah terluka, tidak bisa teruskan, kamu harus lari, biar saya yang menghalangi mereka dulu."


"Tidak Jenderal, saya juga tidak bisa membiarkan kamu sendiri."


Mereka menyerang kami dan kami berhasil mengalahkan 8 orang, tapi karena Jenderal Yu sudah terluka, dia terkena lagi tusukan pedang di bahunya, lalu datang lagi beberapa orang dari mereka yang keluar dari hutan dan menghujani panah ke arah kami.


Berusaha kami menangkis panah-panah itu, karena terlalu banyak dan sebuah panah menancap di bahu ku, lalu panah lain menancap lagi ke lengan ku, Jenderal Yu dengan tubuh lemah dan terluka membantu ku menangkisnya.


"Cepat pergi dari sini." Sambil Jenderal Yu menolongku berdiri.


Saat berdiri sebuah panah mengenai lagi dadaku dan itu ada panah yang paling sakit karena terkena di bagian dada.


Walaupun terluka aku harus terus berlari. Dengan keadaan tubuh penuh luka kami berdua berlari masuk kehutan, kedua orang yang tersisa itu mengejar kami.


Aku tidak lagi dapat bertahan, rasa sakit panah di dadaku membuat ku hampir pingsan, sedang Jenderal Yu sendiri pun kesakitan, dia sendiri mencoba menutupi lukanya yang terus mengeluarkan darah.


Setelah berlari agak jauh dengan keadaan hutan yang gelap, kami bersembunyi di sebuah pohon besar, tampaknya di situ cukup aman untuk bersembunyi, di situ Jenderal Yu menyandarkan aku di pohon sedangkan dia sendiri merobek bajunya dan berusaha menutupi lukanya sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, aku sudah tidak dapat berlari lagi.


"Yu, kamu cepat pergi, biarkan saja saya di sini."


"Tidak, kita berdua akan selamat."


"Tapi saya sudah tidak dapat berlari lagi."


"Jenderal Meng, saya sudah menganggap anda seperti abang kandung, nyawaku adalah kamu yang selamat kan."


"Apa yang ingin kamu lakukan? jangan berbuat hal bodoh, saat ini kamu terluka dan tidak mungkin bisa melawan mereka."


"Jenderal, saya akan pergi mengalihkan perhatian mereka, di sini sudah dekat dengan jalan keluar hutan, kuatkan lah dirimu untuk berlari keluar dari sini nanti."


"Tidak, ini sangat berbahaya, kamu juga tidak akan bisa bertahan."


"Jenderal terimakasih sudah menjagaku selama ini, jika saya tidak kembali, saya berharap dapat menjadi adikmu di kehidupan mendatang."


"Apa yang kamu katakan, jangan buat hal bodoh."


"Tolong sampaikan padanya juga, Saya mencintainya walaupun tidak dapat bersama."


Lalu Jenderal Yu pergi meninggalkan aku, dia pergi mengalihkan perhatian mereka, dia berlari kembali masuk ke hutan demi menolongku dan itu sangat berbahaya dengan luka di tubuhnya dia tidak akan bertahan dan tidak dapat melawan mereka.


Tidak saya tidak boleh membiarkan dia sendiri.


Aku berusaha bangkit untuk masuk kembali membantunya, tapi aku berpikir lagi jika aku pun mati maka pengorbanannya akan sia-sia.


Dengan susah payah berdiri dan dengan berat hati aku pun, perlahan berjalan menuju jalan keluar hutan, terjatuh dan bangkit kembali, berusaha keluar dari hutan, tapi tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki, sehingga aku pun kembali bersembunyi di sebuah pohon dan bersandar di situ sampai orang itu pergi dan aku pun tidak dapat bertahan lagi, akhirnya semua gelap.


...


Tiba-tiba aku terbangun di sebuah taman bunga, aku mendengar suara Yue Er istri ku, dia memanggilku.


"Suamiku...sudah saatnya bangun."


"Yue Er... Yue Er... saya sangat merindukan mu." Sambil aku memeluknya dan menangis.


"Semuanya akan baik-baik saja, sekarang bangun lah."


Tiba-tiba dia terlepas dari pelukan ku dan terus menjauh dan menjauh, sambil dia tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Bangun."


Lalu aku terbangun dan melihat Xiao Ying di depanku dan terus memanggil aku, kenapa dia di sini ini sangat lah bahaya.


Aku sangat lemah dan tidak lagi dapat bertahan, tapi aku teringat Jenderal Yu yang masih dalam bahaya. Aku harus menolongnya, bagaimana ini?


Tapi aku terlalu lemah dan semuanya kembali gelap.


...


Yue Er...Yue Er...Yue Er...


Lalu aku terbangun dalam keadaan lemah, dan aku pun terbangun, ternyata hari sudah pagi.


"Jenderal akhirnya anda bangun." ketua prajurit berkata.


"Yu.....dimana Jenderal Yu? apa sudah di temukan? Dengan panik aku mencari Jenderal Yu.


"Jenderal, kami sudah melakukan pencarian di dalam hutan, sampai sekarang prajurit masih mencari, harap Jenderal jangan khawatir dan kembali istirahat."


"Sudah berapa lama saya terbaring di sini?"


"Ini sudah hari ke lima."


"Tidak... saya harus pergi mencari Yu , mana Xiao Ying, panggil Xiao Ying ke sini."


Ketua prajurit terdiam.


"Kenapa diam, tidak kah kamu mendengar saya menyuruh mu memanggil Xiao Ying."


Ketua prajurit berlutut dan berkata.


"Maaf kan saya Jenderal, tidak bisa menjaga Nona dengan baik, malam itu saya melawan orang itu dan saya pikir Nona akan ikut prajurit kembali, tetapi sampai di markas saya juga tidak menemukannya lagi."


"Tidak... ini sudah lima hari, sekarang juga saya harus pergi mencari."


Sambil aku dengan badan masih penuh luka dan turun dari tempat tidur.


"Jenderal, anda masih terluka, tolong jangan begini, saya akan terus mencari mereka."


"Bagaimana saya bisa memaafkan diriku jika sesuatu terjadi pada mereka, ini sudah lima hari, bagaimana saya bisa tenang."

__ADS_1


Ketua prajurit terus menahan aku untuk pergi dan dengan keadaan seperti ini akhirnya semua menjadi gelap lagi.


__ADS_2