Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Hidup Di Perbatasan


__ADS_3

Pagi pun tiba dan aku sangat bersemangat, ini adalah hari pertama aku menjadi pelatih.


Seharusnya aku menjadi pelatih membuat kue, bukannya pelatih memanah, tapi inilah hidupku di jaman kuno ini, mau tidak mau harus di sesuaikan.


...


Aku sudah mulai melatih para prajurit, tapi aku tahu Jenderal Meng selalu memperhatikan aku dari jauh, mungkin dia khawatir, Begitu juga Jenderal Yu.


Aku memang sudah mahir dalam memanah tapi aku belum begitu berpengalaman, jadi aku masih harus berlatih dan terkadang Jenderal Meng dan Jenderal Yu lah yang membantu aku.



Di sini setiap hari aku hanya berlatih dan melatih, begitu lah hari-hari aku lewati di perbatasan ini. Kemahiran ku pun semakin bertambah seiring juga bertambahnya pengalaman, sedangkan prajurit yang ku latih sekarang sudah semakin mahir dan mengalami kemajuan besar selama 1 tahun ini.


Ya...tidak terasa sudah 1 tahun aku di perbatasan. Banyak sekali kejadian yang sudah terjadi selama 1 tahun ini dan semua kejadian ini lah yang membuat aku semakin dewasa.


Setiap hari melihat pemandangan rakyat yang di biarkan oleh Kaisar, pemandangan ini sepertinya sudah menjadi makan sehari-hari dan juga menghadapi rakyat yang merampok karena kelaparan, bahkan terkadang kami pun kelaparan karena perbekalan makanan yang tidak mencukupi.


Perbekalan makan yang di kirim dari kerajaan saat ini semakin lambat, terpaksa lah kami harus menghemat makanan dan juga mencari cara untuk bertahan hidup, jika perbekalan dari kerajaan terlambat maka kami pun terpaksa berburu dan memakan hewan liar. Keadaan ini sebenarnya sudah terjadi selama 3 bulan ini.


Kami tidak tahu apa yang terjadi di ibu kota dan istana, Jenderal Meng pun sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya, tapi sampai saat ini belum ada kabar.



Saat ini perbekalan makan kami tinggal sedikit dan mungkin hanya bisa bertahan untuk 1 minggu lagi, sedangkan untuk menunggu perbekalan dari istana kami tidak tahu harus tunggu sampai kapan.


Jadi sebelum makanan habis Jenderal Meng dan Jenderal Yu terpaksa pergi berburu, lebih tragisnya lagi sudah 1 bulan tidak hujan bahkan perbekalan air pun sudah mulai habis.


Di balik kesusahan kami ini, adanya keanehan di mana rakyat yang tinggal di kerajaan barat tidak datang untuk merampok lagi dan keadaan ini sudah berlangsung selama 1 bulan.


Yang selama ini kami harus berperang melawan rakyat di sana tiba-tiba saja menjadi sangat damai.


Hari ini jenderal meng mendapat kabar dari istana kalau perbekalan makanan dan minuman pun sudah dalam perjalanan dan di perkirakan akan sampai dalam 3 hari. Kami lega mendengar berita itu.


Sebentar kami bisa berkonsentrasi untuk berlatih tanpa memikirkan makanan.


Ya... akhirnya malam ini pun semua bisa tidur dengan tenang.



Keesokan harinya dan seperti biasanya kami pun mulai lagi berlatih sampai saatnya waktu istirahat makan siang, Pelayan Lee datang memanggilku.


‘’Nona, sudah saatnya istirahat dan makan siang, Jenderal Meng ingin Nona makan Bersama.’’


‘’Baiklah, saya segera datang.’’ Dengan tersenyum aku menjawabnya.


Lalu para prajurit pun sudah saatnya istirahat.

__ADS_1


Sedangkan aku pun berjalan menuju ruangan Jenderal Meng untuk makan bersama.


Sampai di sana, Jenderal Yu pun ikut makan Bersama.


‘’Xiao Ying, cepat duduk dan makan Bersama.’’


Aku menjawab dengan tersenyum dan mengangguk, lalu aku pun duduk, aku mulai menuangkan teh untuk Jenderal Meng dan Jenderal Yu. Lalu tiba-tiba saja Jenderal Meng tertawa dan berkata pada Jenderal Yu.


‘’Lihat lah adik ipar saya yang dulu sangat manja, pendiam sekarang sudah berubah menjadi wanita yang kuat dan mahir dalam memanah, saya sangat bangga dan kakak mu juga pasti sangat bangga.’’


Lalu aku pun menjawab.


‘’Ini semua karena bimbingan Jenderal.’’


‘’Bukan saya, tapi Jenderal Yu, kamu seharusnya berterima kasih padanya.’’


‘’Benar, saya juga berterima kasih padanya karena menjagaku selama ini.’’


Jenderal Yu hanya tersenyum dan menjawab.


‘’Saya tidak menjaga kamu, kamulah yang sudah menjaga dirimu sendri.’’


Lalu Jenderal Meng pun tertawa lagi dan berkata.


‘’Hubungan kalian berdua sepertinya sangat baik, kalian juga sudah sampai umur untuk menikah, jika kalian merasa cocok satu sama lain maka saya akan merestui hubungan kalian dan menikah lah setelah kita Kembali ke ibu kota.’’


‘’Terimakasih atas niat baik Jenderal, Jenderal jangan salah paham, saya dan Xiao Ying, kami hanya berteman saja.’’


Lalu aku pun menyambung.


‘’Benar Jenderal, kami hanya berteman saja.’’


‘’Benarkah, saya dan kakak Xiao Ying dulu pun berteman dan pada akhirnya kami menikah, kalian jangan menipu saya. Jenderal Yu, apa kamu sudah punya pilihan lain?’’


‘’Sampai saat ini belum ada Jenderal.’’


‘’Lalu bagaimana dengan Xiao Ying.’’


‘’Saya juga masih belum ada, saya masih ingin fokus melatih prajurit.’’


‘’Hahaha, baiklah, saya tunggu sampai kalian siap.’’


Keadaan yang begitu kaku, aku berusaha buat tidak tahu, dengan memasukkan makan ke mulut ku.


Lalu Jenderal Meng menjepitkan aku lauk sambil berkata.


‘’Makan lah yang banyak, kamu sudah kurus.’’

__ADS_1


‘’Terimakasih Jenderal.’’ Sambil aku tersenyum.


Sedangkan Jenderal Yu sambil makan dia pun sambil sedikit tersenyum.


Setelah makan aku pun melanjutkan melatih sampai sore, dan kembali istirahat di ruangan ku.


Saat hendak tidur, aku pun terfikir akan perkataan Jenderal Meng tadi siang, tidak tahu kenapa aku pun menjadi tersenyum.


‘’Kenapa aku tersenyum.’’ Sambil ku tampar pelan pipi ku.


Haizzz… tidak ingin ku pikirkan, lalu aku pun mengambil selimut dan tidur.



Keesokan hari, seperti aktifitas biasanya adalah aku mulai berlatih sambil melatih.


Pelayan lee pun datang melaporkan sesuatu padaku.


‘’Nona tahu tidak, Tuan Putri Xu dari Mongolia semalam datang kesini.’’


‘’Dari Mongolia?"


‘’Benar Nona, dia sangat cantik, semalam dia datang bersama prajurit dan juga Jenderalnya.’’


‘’Untuk apa mereka datang?’’


‘’Hamba dengar, mereka akan tinggal selama 1 Minggu di sini, mereka juga membawakan perbekalan makanan untuk kita, saya dengar mereka memang sengaja datang untuk membantu.’’


‘’Benarkah?’’


‘’Nona, Jenderal dari Mongolia itu sangat tampan, Nona harus melihatnya, mereka memanggilnya Jenderal Gu.’’


Melihat wajah Pelayan Lee yang mulai nakal itu aku pun menjadi malas dan menggelengkan kepala.


‘’Pergi lah kamu jangan ganggu saya lagi, saya harus teruskan melatih.’’


Dengan wajah murungnya itu Pelayan Lee pun pergi.


‘’Baiklah Nona.’’


Aku pun tersenyum melihat tingkah lucunya itu.


Lalu aku teruskan berlatih sampai sore, aku sangat sibuk dan belum sempat lagi menemui mereka yang katanya datang dari Mongolia.


Sampai malamnya baru lah Jenderal Meng memanggil aku untuk makan bersama.


Di situ Jenderal Meng memperkenalkan aku pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2