Aku Mencintai Seorang Raja

Aku Mencintai Seorang Raja
Malaikat Penjaga Ku Part 3


__ADS_3

Pagi itu dengan bergandengan tangan kami pun keluar dari gua itu, apapun yang terjadi aku akan melindunginya dan akan selalu mencintainya.


Kali ini aku tidak akan menyerahkan, meskipun aku tahu Putri Xu dan identitas ku akan menghalangi cinta kami. Aku pasti punya cara dan aku percaya pada diriku sendiri.


...


Kami berdua dengan sangat hati-hati berjalan mencari jalan keluar, karena saat itu kami berlari di malam hari, kami tidak dapat mengenali jalan dan sekarang kami tersesat.


"Sepertinya kita tersesat, sejak dari tadi kita berjalan tapi tidak dapat menemukan jalan keluar, ini sudah hampir siang sejak kita keluar tadi." Xiao Ying sudah mulai khawatir.


"Tidak apa, kita istirahat dulu."


Xiao Ying mulai risau karena tidak dapat menemukan jalan keluar, dia hanya mengkhawatirkan aku dari tadi.


"Baiklah, apa lukamu masih sakit? bagaimana kalau sampai sore pun kita belum bisa keluar?"


"Jangan khawatir, kita pasti bisa keluar dari sini."


Setelah beristirahat sejenak kami terus kan mencari jalan keluar, tapi selama berjam-jam kami tidak dapat keluar dari hutan.


Hari pun mulai gelap dan aku mulai khawatir. Tiba-tiba Xiao Ying berkata.


"Kita tidak bisa teruskan, kita harus cari tempat aman untuk bermalam."


"Sebaiknya memang begitu, kita tidak dapat mengenal jalan di malam hari melihat hutan ini begitu luas."


Kami berusaha mencari tempat yang cukup aman untuk beristirahat, tapi tiba-tiba kami di kepung oleh sekelompok orang. Aku berusaha membela diri dengan mengarahkan pedang, sambil ku pegang erat tangan Xiao Ying.


Karena terlalu banyak jumlah mereka, akhirnya aku dan Xiao Ying pun di tangkap.


Kami di bawa ke sebuah tempat, sesampainya di situ aku melihat ke sekitar yang ternyata tempat itu merupakan tempat tinggal para warga bagian barat.


Pemukiman yang begitu sederhana, banyak anak-anak dan orang tua tinggal di situ.


Dan sudah pastinya kami menjadi pemandangan mereka. Sambil di paksa berjalan, kami di pertemuan kan dengan ketua mereka.


"Ketua, kami menemukan kedua orang asing ini di hutan, mereka memasuki tanah bagian kita."


"Kurung mereka dulu."


"Baik ketua."

__ADS_1


Lalu kami di bawa ke sebuah kurung.


"Kita harus pergi dari sini sebelum mereka membunuh kita."


Aku berusaha menenangkan Xiao Ying yang merasa risau sejak tadi.


"Lihatlah wajahmu terlihat kotor." Sambil aku menghapusnya.


"Dalam keadaan begini kamu masih bisa tenang."


"Jangan khawatir, mereka tidak akan membunuh kita, mereka hanya warga biasa, kita tunggu sampai besok."


"Mungkin besok kita sudah mati di sini."


"Tidak, tidak akan ku biarkan kamu mati."


Akhirnya Xiao Ying sudah tenang dan dia tertidur bersandar di bahuku, di terlihat sangat lelah karena berjalan dan mencari jalan keluar seharian ini.


Aku pun sangat lelah dan akhirnya aku pun ikut tertidur juga.


...


Keesokan paginya, aku terbangun dengan suara seorang anak perempuan yang terus memanggil dari luar kurungan kami.


Lalu aku menjawabnya.


"Kamu memanggil Kakak ini?"


Xiao Ying pun terbangun mendengar suara ku.


"Adik kecil ini memanggil kamu dari tadi, apa kamu mengenalnya?"


"Adik kecil, bukankah kamu yang malam itu datang ke markas prajurit?"


"Kenapa Kakak ada di sini? kenapa Kakak di kurung? Kakak nakal ya jadi di kurung di sini? Ayah ku bilang ini kurungan untuk anak yang nakal."


"Adik kecil, kakak ini memang nakal,kamu jangan nakal seperti dia ya, nanti kamu juga di kurung." Aku berkata sambil tersenyum melihat wajah Xiao Ying yang sepertinya kesal padaku.


Tiba-tiba...


"Ying Er, apa yang kamu lakukan di sini?

__ADS_1


"Ayah, ini Kakak yang menyelamatkan saya?"


Ternyata ayah anak ini adalah ketua warga di sini.


Setelah mendengar anak perempuannya berkata begitu, ketua itu pun segera meminta orangnya melepaskan kami dan membiarkan kami membersihkan diri serta memberikan kami pakaian bersih, lalu mengundang kami makan bersama.


"Saya adalah ayah Ying Er dan juga ketua dari warga sini, warga di sini memanggil ku dengan sebutan ketua Hao. Sebelumya saya ingin meminta maaf karena menangkap dan mengurung kalian.


kalau boleh saya tahu siapa kalian dan kenapa bisa sampai di sini?"


"Ketua tidak perlu sungkan, kami mengerti.


Nama saya Zhao Yu dan ini Xiao Ying, kami berasal dari perbatasan, ceritanya panjang bagaimana kami bisa sampai di sini." Jawab ku.


"Ternyata kalian adalah bawahan Jenderal Besar Meng.


Nona Ying, jadi kamu lah yang menyelamatkan Putri ku, putri ku berkata kamu terluka karena menolongnya.


Saya sangat berterimakasih, saat itu saya sangat khawatir, anak ku sangat nakal dia bermain di hutan dan hilang beberapa hari dan pada akhirnya kembali sendiri, tapi saat itu saya hanya melihat dari kejauhan Jenderal besar Meng yang membawa Putri ku pulang, walaupun pun bertahun-tahun warga di sini selalu pergi merampok tapi saya tahu diam-diam Jenderal Meng membantu kami."


"Ketua Hao, jangan sungkan, sebagai manusia biasa kami hanya melakukan apa yang dapat kami lakukan." Jawab Xiao Ying.


"Hahaha kamu gadis yang baik dan juga kenapa begitu kebetulan nama kamu sama dengan nama anak perempuan saya, ini benar-benar jodoh."


"Benarkah, Jadi Putri mu bernama Xiao Ying juga? Xiao Ying menjawab dengan tersenyum dan bersemangat.


"Benar, nama ini di berikan oleh ibunya, sedangkan begitu malang istri ku sudah meninggal terbunuh saat ikut merampok makanan."


Mendengarnya berkata begitu, kami pun merasa sedih untuknya tapi kami juga tidak dapat melakukan apa-apa.


"Kalian tidak perlu merasa bersalah atau pun kasihan, ini sudah takdir, hidup kami di sini memang seperti ini, kami juga tidak menyalakan para prajurit yang melakukan tugas mereka."


"Ketua Hao, jika saya boleh tahu bagaimana kalian bertahan hidup selama sebulan ini?"


"Hahaha... jadi maksud kamu kami tidak datang merampok lagi, bukankah bagus jika kami tidak datang merampok. Sebenarnya ini karena kami baru menemukan tempat ini, dan ternyata tanah di sini subur sehingga kami dapat bercocok tanam dan berternak. Kami sebenarnya tahu akan kesusahan kalian beberapa bulan ini, banyak dia antara kalian yang juga kelaparan. Kami selalu berusaha untuk bertahan hidup tanpa harus merampok, tapi anak-anak kami kelaparan, tanah di sini tidak subur, berternak pun selalu mati karena tiada makanan, jadi kami pun terpaksa, pilihan mati kelaparan atau mati berjuang untuk bertahan hidup, jika bertahan itu pun demi anak-anak kami."


"Maafkan kami, dalam hati kami pun berharap dapat membantu dan meringankan penderitaan kalian di sini." Jawab ku.


"Ini sudah takdir, kalian makan lah, kami hanya dapat menyediakan apa yang kami punya, juga sebagai tanda terimakasih ku pada kalian."


"Kami yang seharusnya berterimakasih dan Ini sudah lebih dari cukup." Jawab Xiao Ying.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2