
Cleona Arindita sekarang berumur 18 tahun. Dia dititipkan pada Helena saat berusia 12 tahun. Helena dan almarhum suaminya adalah teman dari orang tua Cleona. Pada saat itu orang tuanya sedang mendapat kan masalah. Dan harus menitipkan Cleona pada Helena orang tua dari Raymond Adyastha Ganendra. Karena pada saat itu Helena merasa kesepian, Karna kepergian Raymond pergi ke Amerika, Helena menjadi ibu asuh dari Cleona.
***
Di pagi hari Helena memanggil Cleona yang sedang asyik menonton tv di kamarnya.
"Cleona kamu kesini sebentar!". Gadis itu pun beranjak dari kamarnya setelah mendengar bundanya memanggil, ia pun menghampirinya.
"Ia ada apa bund? ..." ucapnya seraya menghampiri Helena.
"Kesini kamu sebentar Cleo,,, bantu bunda memasak ya?" ucap Helena.
"Akan ada tamu ya bun?" tanya Cleona melihat Helena yang menyiapkan bahan masakan yang begitu banyak.
"Ia,,, tamu paling Istimewa" jawabnya.
Cleona pun mulay membantu Helena memasak makanan, yang sangat banyak.
"Bakalan kedatangan siapa sih bun? " tanya Cleona yang penasaran.
"Rahasia... dan ini kejutan buat kamu juga " ucap Helena.
"Kejutan apa sih bun?,,, jadi penasaran nih."
__ADS_1
"Ga sabaran banget ya kamu." ucap Helena.
Setelah selesai memasak, Helena dan Cleona mulai menatanya di atas meja.
ting... tong...! Kini terdengar suara bel berbunyi.
"Kejutannya sudah datang" ucap Helena sambil memalingkan pandangannya ke arah pintu. Cleona smakin penasaran dan juga merasa semangat. Siapa juga orang yang gak mau terima sebuah kejutan.
"Biar aku yang bukain ya bun? " ucap antusias nya, dengan langkahnya yang sedikit berlari Cleona membup pintu. Saat pintu terbuka dirinya melihat seorang pria tampan, dengan badanya yang tegap, mata yang tajam namun terlihat kalem berdiri di depan nya.
Siapa pria tampan ini?, batin Cleona seraya mengamati pemuda tampan di depannya. Pria itu kini menatap ke arahnya dengan tatapan dingin dan santai nya.
"Ray kamu udah datang?" Kini Helena berjalan mendekat.
“Bunda? aku kangen bunda”. pria tersebut memeluk bunda yang tengah berjalan mendekat.
"Cleo..? apa ini Cleona si anak cengeng itu" ucapnya sambil mengusap rambut Cleona lembut.
"Mhh..mm.. Ia aku Cleo ka" ucapnya gugup. Raymond melangkahkan kaki mendekati Cleona dan memeluknya.
"Ayo masuk Ray kamu pasti lelah?, sebelum istirahat. Kamu makan dulu bunda sama cleo udah masakin buat kamu " ucap Helena seraya membalikan badanya dan berjalan ke arah meja makan.
Raymond, Helena dan Cleo pun masuk dan menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja.
__ADS_1
"Ray.. sebelum kamu ngantor nanti, kamu jaga Cleona ya Ray dia adikmu. Bunda ga selalu bisa menjaganya.
"Baik bunda". Raymond melirikan matanya ke arah Cleona.
"Aku udah selesai makan bun..! kalo gitu aku istirahat,,, sekalian beresin barang barang ku" ucap Raymond seraya melenggang pergi meninggalkan meja makan dan menuju kamarnya. Sedangkan Cleo dan Helena membereskan sisa makananan yang berada di atas meja. Beberapa menit setelah selesai.
"Bunda, semuanya udah beres, aku ke kamar dulu ya bun". Cleona melangkan kakinya ke arah kamarnya. Sesampainya di depan kamar terdengar Raymond memanggil namanya. Cleona memalingkan pandangannya.
"Ada apa ka Ray?, apa kakak panggil aku?.." ucapnya pada Raymond yang berdiri di depan kamar.
"Ya,,, Kamar kita bersebelahan" Ray tersenyum ke arah Cleona.
"Ya ka Ray.. bukanya kamar ka Ray yang dulu di ujung sana? " ucapnya mengarahkan ujung pandangan matanya ke arah kamar paling pojok.
"Kamu masih ingat?, dulu kamu sering banget gangguin aku dengan rengekan manja kamu."
"Itu.. itu kan waktu aku masih kecil".
"Jadi ga masalah juga kan? kamar kita bersebelahan,,, ". Raymond melangkahkan kakinya ke arah Cleona, dan membisikkan sesuatu padanya. "karena kamar kita bersebelahan, sekarang giliran aku yang akan terus gangguin kamu terus ke kamar mu. . . " ucap jahil Raymond padanya.
Sontak Cleona kaget, mendengar perkataan Ray dan mulai melangkah mundur dengan langkahnya yang sangat cepat.
"Hahahaha... Aku hanya bercanda udah masuk sana". Ray tertawa terkekeh melihat reaksi yang ditunjukkan Cleona.
__ADS_1
"Ka Ray apaan sih iseng banget " ucap Cleona melenggang pergi memasuki kamar dan menguncinya. Suara degup jantungnya kini tak beraturan karena perkataan iseng Ray.
"Kenapa juga jantung aku berdebar kaya gini? ka Ray bener-bener iseng banget. Apaan sih,,, sadar-sadar Cleo kamu ga boleh terpesona ketampanannya" ucapnya seraya menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.