
Didalam kelas,,, setelah pelajaran usai dengan tergesa-gesa Kleona membereskan barangnya, dengan langkah seribu bayangannya, ia bergegas meninggalkan kelas. Ia menghindari Zhems Erza karena apa yang telah terjadi diantara mereka kemarin.
“Apa kamu melihat Kleona?” tanya Zhems kesetiap teman Kleona yang berlalu lalang keluar kelas. Namun di antara mereka tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
“Kleona menghindari ku,,,” ucap Zhems seraya menghela nafasnya.
Didalam apartemen tepat pukul 14.30, Kleona menghela nafasnya dan melonjorkan dirinya di atas soffa. Ponselnya terus berdering dipenuhi chat dan panggilan dari Zhems.
“Apa sih yang aku lakuin, ga mungkin juga kan Zhems menyukai ku. Tapi,,, aku masih merasa malu jika bertemu dengannya, jika memang dirinya menyukaiku apa yang harus aku lakukan, ya ampun,,, aku ga bisa menerima perasaannya”.
Ponsel masih terus berdering, Kleona meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Kali ini Wulan ibunya, yang menelpon. Kleona memasang headset dan mulai menerima panggilannya.
Wulan : Asalamualaikum,, halo sayang bagaimana kabarmu?
Kleona: Waalaikumsalam mah, aku baik-baik saja ko.
Wulan : Kapan kamu pulang? ka Leon dan papah sudah kangen kamu juga.
Kleona : Ia mah jika aku tidak ada jam kuliah, aku pasti pulang ko
Wulan : Oh ya sayang soal Ray...
Kleona : Mamah pasti sudah mendengar soal pertunangan Ray, batin Kleona.
Kleona : Ada apa dengan Ray mah?
Wulan : Tidak ada apa-apa ko sayang, kalau begitu secepatnya kamu pulang ada yang mamah ingin bicarakan dengan kamu nak,,,
__ADS_1
Kleona : Baik mah secepatnya Kleona akan pulang.
Wulan : Baiklah, mamah, papah dan ka Leon tunggu kepulangan kamu, kalau begitu mamah matikan telponnya.
Kleona melepas headsetnya, sejenak ia memejamkan matanya. Tiba-tiba ia terbangun ia mulai mengetik pesan pada teman sekelasnya, memberi tahu supaya memberi ijin pada dosen untuk cutinya beberapa hari. Bukan hanya ingin menemui keluarganya, namun Kleona juga ingin menghindari Zhems. Kleona mulai membereskan barangnya, dan memesan taxi online di ponsel nya. Di langkahkan kakinya keluar apartemen.
Terlihat taksi yang di pesannya sudah menunggu di tepi jalan, Kleona mulai menaiki taksi.
“Tungu Euna,,, hey Euna,,, bisa kita bicara sebentar ” ucap Zhems seraya menghentikan Kleona yang sudah berada dalam taksi.
“Berangkat sekarang pa, abaikan saja,,,” ucap Kleona pada sopir taksi. Kini mobil melaju meninggalkan Zhems.
“Sudah terlihat jelas Kleona menghindari ku” ucap Zhems.
Didalam mobil sesekali Kleona memalingkan pandangannya ke belakang, dia merasa bersalah pada Zhems namun dirinya masih tidak berani menemui sahabatnya itu. Satu jam berlalu kini mobil berhenti tepat didepan kediaman orangtua Kleona. Setelah memberikan ongkos Kleona menapakan kaki turun dari taksi dan berjalan melangkah kedalam kediamannya.
“Tidak akan menjadi surprise lagi jika Kleona memberi tahu mamah” ucap Kleona.
“Papah mana mah,,,?” Kleona mengedarkan pandangannya, namun terlihat sepi didalam kediamannya.
“Papah masih di kantor, kalo Leon ada di kamarnya” ucap Wulan.
“LEON_” teriak Wulan.
“Ada apa sih mah,,” ucap kesal Leon, terlihat Leon yang berantakan seperti baru bangun tidur. Leon kini melirik ke arah Kleona.
“Wah,, my sweet little sister, ternyata pulang” Leon melangkahkan kakinya lalu mengacak sedikit rambut adiknya.
__ADS_1
Kini Wulan, Kleona dan Leon duduk bersama di satu meja ruang keluarga nya.
“Ko jadi pada diam?” tanya Kleona yang tiba-tiba saja ibu dan kakaknya menjadi hening.
“Soal Ray. . .”
“Leon hentikan,,,!,” ucap Wulan menghentikan ucapan Leon. Kleona menghela nafasnya, dirinya sudah mengetahui apa yang akan dibicarakan kakaknya.
“Soal pertunangan ka Ray kan, itu pasti yang mau kakak bahas” Kleona mencoba merileks, ia menahan kesedihannya, didepan Leon dan ibunya.
“Kamu sudah tau Kleona?, apa yang aku bilang kan mah,,, Kleona itu anak yang kuat” ucap Leon.
Wulan hanya terdiam, sedangkan Kleona sebisa dirinya menyembunyikan kesedihannya.
“Kalau begitu aku istirahat dulu ya mah, ka Leon” ucap Kleona.
Wulan menganggukan kepalanya, dan Leon melingkar kan jemari nya dan tersenyum ke arah adiknya. Setelah didalam kamar kini Kleona melupakan kesedihannya, airmata berderai dengan derasnya.
Waktu berlalu, hari demi hari Kleona menghabiskan masa cuti nya didalam kamar mengurung diri. Bukan hanya mengabaikan panggilan dan chat dari Zhems. Orang-orang yang berada dalam kediamannya pun diabaikan nya. Perut Kleona kini keroncongan, ia terpaksa keluar kamarnya, karena hari ini tumben ibunya Wulan tidak mengantarkan makanan ke kamarnya. Kleona melangkahkan kakinya keluar dari kamar, terlihat Leon sedang menyenderkan punggunya, kebelakang soffa sambil memainkan ponselnya, sudut matanya kini melihat adiknya keluar kamar.
“Kamu keluar juga, aku sengaja melarang mamah mengantarkan makanan ke kamarmu, supaya kamu mau keluar, mau sampai kapan kamu mengurung diri?, sampai kamu tua?” ucap Leon.
“Dua hari lagi pertunangan Ray akan diadakan,,” lanjut Leon seraya mengasongkan selembar undangan.
Jadi dua hari lagi acara ka Ray diadakan, batin Kleona. Namun Kleona mengabaikan selembar undangan yang berwarna pink, karena ia tidak mau melihat nama yang tertera di dalamnya. Jika saja Shelin tidak hadir mungkin saja namanya yang akan tercetak didalam undangan.
“Sudahlah,,, lupakan Ray. Kamu itu masih muda, masih banyak Ray yang lain diluar sana” ujar Leon.
__ADS_1
“Memangnya melupakan itu mudah seperti membalikkan telapak tangan ka?” jawab kesal Kleona. Kleona melenggang pergi ke arah dapur dan mulai memasak. Setelah selesai Kleona kembali ke meja makan dan mulai mengecap makanannya.