
Sesampainya di parkiran. Agraa menggendong Cleona ke dalam mobilnya. Belum sempat dia berdiri, ntah apa yang merasuki pikirannya.
Agraa melihat Cleona yang tidak sadarkan diri dan terlihat sexy. Membuatnya nya kehilangan akal pikiran, dan kendalinya.
Dia mulai melihat ke arah Cleona. Tangannya
membelai pipi Cleona dengan jari-jari nya. Agraa membuka tali tipis baju Cleona yang terikat menyangga di bahunya.
Sebelum Agraa melakukan lebih jauh lagi. Diluar pintu mobilnya, sudah ada yang menarik punggung Agraa keluar dari mobil miliknya.
"*****at....! apa yang mau lu lakuin pada adik gua?" ucap pria yang menarik Agraa. Dia memukul Agraa dengan pukulan yang sangat keras.
"Lu siapa brengsek..! " Agraa membalas pukulan pria tersebut. Mereka mulai berkelahi dan saling memukul satu sama lain.
Raymond merasa kesal melihat adiknya Cleona yang terlihat sudah tidak berdaya di dalam mobil Agraa.
Kedua pria tersebut sama-sama mendapatkan luka dari perkelahian tersebut dan terduduk lemas.
"Maafin gua..! gua khilaf" dengan nafasnya yang terengah engah karena lelah. Agraa meminta maaf pada Raymond. Raymond mulai berdiri dan meregangkan badanya.
Sekali lagi Raymond ond memukul Agraa dan melewati nya. Raymond menggendong Cleona dalam mobil milik Agraa dan memindahkannya, ke dalam mobil miliknya.
"Cleo na aaaaaaaaa...!! apa apaan sih kamu..!"
Raymond memanggil nama cleona dengan nada yang sangat marah. Raymond membuka jaket nya. Dan memakaikannya, di atas tubuh Cleona yang sudah terlihat berantakan.
Raymond menjalankan mobilnya. Wajahnya kini terlihat murka.
"Cleona...!, apa bunda selalu membebaskan kamu seperti ini? " ucap ray sambil menyetir mobilnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Raymond menggendong Cleona ke kamar nya, dan menidurkan nya di atas ranjangnya.
"Mamah, papah, aku kangen kalian. Cleona bener sangat kangen kalian mah pah" Raymond melihat cleona meneteskan air matanya dan mengigau. Ray mendekat ke arah Cleona dan mengusap air matanya.
"Apa yang ada di pikiran kamu Cleo?, kamu kangen orang tua kamu?" ucapnya memandang ke arah Cleona yang terlihat gelisah. Mungkin karena pengaruh dari minuman beralkohol.
"jangan pergi....! " Cleona menggenggam erat tangan Ray.
" Aku ga akan pergi" ucap ray dan terduduk disamping Cleona.
Raymond merasa jika Cleona membutuhkan perhatian, dan rasa kasih sayang yang lebih.
Dia memandangi wajah Cleona, dia melihat bahwa adik semasa kecilnya itu sekarang sudah terlihat dewasa dan cantik.
"Cleo apa yang akan terjadi?, jika aku tidak ada di tempat itu tadi " Raymond terus memandangi wajah Cleona. Tanpa sadar dia melihat ke arah bibirnya yang terlihat merah nan kecil imut.
Ray menelan salivanya, jari ray mulai menggapai bibir Cleona dan mengusap nya secara perlahan. Ray mendekat kan dirinya ke arah wajahnya. Raymond sulit mengendalikan dirinya. Dia mulai mencium bibirnya namun sebelum lebih jauh Ray kembali tersadar dan tanpa sengaja menggigit bawah bibir Cleona.
"Sadar Ray dia itu adik lu!" ucapnya sambil bergegas berdiri dan melepaskan genggaman tangan Cleona yang sedari tadi tidak terlepas.
Raymond marah pada dirinya sendiri yang tak bisa mengendalikan dirinya. Dia pun pergi meninggalkan adiknya itu dan berjalan ke arah kamarnya.
***
Keesokan paginya
Cleona terbangun dari tidur nya, dan melihat dirinya sudah ada di dalam kamarnya.
"Aku ga ingat apa yang udah terjadi semalam
__ADS_1
kepalaku terasa sakit sekali" Cleona melihat ke arah baju yang dipakainya sudah terlihat berantakan.
"Apa yang terjadi?" Dirinya melihat tali tali bajunya yang sudah semua terbuka dan berantakan.
"Aku ga di Perkosa kan?" ucap panik dirinya yang melihat dirinya berantakan.
"Aku ga bisa mengingat apa yang terjadi semalam "
"**** banget sih aku..! kenapa semalam sampe bisa ga sadarin diri " ucapnya sambil menyesali dirinya.
"Auww... sakit banget! "
Dia memegang bibir bawah nya yang terlihat sedikit membengkak. Dirinya semakin merasa yakin. Jika dirinya sudah di lecehkan. Cleona mulai beranjak dari ranjang nya, dan entah mengapa yang di pikiran Cleona teringat dengan Raymond kaka nya itu.
Cleona mencari keberadaan Raymond dan melihatnya sedang berada di kamarnya.
"Kak Ray! " dengan nada nya yang marah dia mendekati Raymond.
Cleo melihat wajah Ray yang terlihat banyak memar karena pukulan, semakin meyakinkan dirinya bahwa apa yang terjadi pada dirinya, berhubungan dengan kaka nya itu.
"Jadi beneran kaka kan yang melecehkan aku?" ucapnya.
Plakkkkk...!!!
Cleona menampar Raymond dengan keras.
"Apa yang udah ka Ray lakuin sama aku?Jawab ka ray! ".
"Jahat banget sih ka Ray" ucapnya sambil menitikkan bulir bening yang keluar dari matanya.
__ADS_1
Raymond Belum sempat menjelaskan namun Cleona langsung pergi begitu saja ke dalam kamarnya dan menangis.