
Keesokan harinya seperti biasa karena tidak ada kegiatan lain. Cleona membantu Helena menyiapkan sarapan. Terlihat Raymond berjalan mendekat ke arah meja makan dan duduk di kursi. Kini terlihat perubahan pada Raymond yang sikapnya terlihat dingin pada Cleona. Bukan hanya Raymond Helena pun yang di panggil bunda olehnya kini terlihat berbeda.
"Apa ini hari pertama mu ke kantor Ray? " lirik Helena.
" Ya.. "
Atmosfer kini berubah, ada perubahan yang sangat besar membuat perasaan Cleona gusar. Helena memalingkan wajahnya pada Cleona.
" Bagaimana kamu Cleo..? " ucap Helena.
Cleona terdiam dan tidak mengerti apa yang di katakan bundanya itu.
" Maksud bunda? " ucap lirih nya.
" Kamu ga akan selalu mengandalkan bunda kan?, atau pun Ray".
Deg!, Cleona kini mengerti apa yang dikatakan Helena.
__ADS_1
"Kamu akan mencari pekerjaan kan? ".
Deg!, apaan bunda itu? bagaimana bisa Cleo mencari pekerjaan hanya mengandalkan ijazah SMA nya, batin Raymond. Dalam hatinya ingin membalas ucapan Helena namun Raymond masih merasa kesal pada Cleona. Raymond berdiri dari kursi.
" Aku pergi dulu " ucap Raymond meninggalkan meja makan dan melangkahkan kakinya keluar dari kediaman.
Kini di meja makan hanya ada Cleona dan Helena. Perasaan gusar Cleona semakin menjadi. Melihat tatapan Helena yang kini baru di liat pertama kalinya , tatapan marah dan kesal. Helena berdiri dari kursi tiba-tiba dia menampar Cleona dengan sangat keras.
"Apa Cleona melakukan kesalahan bunda? " ucap lirih Cleona dan airmata mulai berderai jatuh ke pipinya.
" Coba kamu pikirkan dengan baik kamu bukan nyonya rumah dikediaman ini" ucap Helena. Cleona semakin tidak mengerti kesalahan apa yang telah di perbuat nya sehingga membuat Helena marah.
Hiks, hiks!
"Pah, mah Cleona kangen mamah sama papah.. " matanya terus berderai bulir bening yang membanjiri kedua pipinya.
"Bunda Helena kini berubah, aku tida tau apa yang telah aku perbuat".
__ADS_1
Hiks, hiks!
Cleona terus menangis. Terdengar langkah Helena yang berjalan ke arah kamarnya.
"Deg!, bunda..? " Cleona kaget melihat Helena menghampiri dirinya.
Ada apa lagi bunda menghampiriku, batinnya.
"Kamu ga usah cengeng!, dan jangan sampai kamu mengadu pada Ray" ucap Helena sambil menyilangkan kedua tangannya.
Deg!, mengadu?, batinnya Cleona tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi sekarang. Dirinya tak menyangka atas perubahan bunda nya itu.
"Sebaiknya kamu mengingat perkataan bunda tadi berhenti bersikap sebagai nyonya rumah..!, cepat kamu cari pekerjaan " ucapnya.
" Baik bunda.. aku akan mencari pekerjaan secepatnya " ucap Cleona.
" Baguslah...! " Helena meninggalkan kamar Cleona. Rasa sakit hatinya semakin menjadi jadi. Hatinya merasa tercubit mendengar perkataan Helena.
__ADS_1
"Aku harus kuat.." ucapnya sambil mengusap bulir bening yang terus berjatuhan ke arah pipinya.
"Tapi kemana aku harus mencari pekerjaan?, aku akan menghubungi teman-teman ku nanti, sebenernya aku ingin sekali meneruskan pendidikan " ucap nya. Siapa yang tidak mau meneruskan pendidikan, itu cita-cita Cleona sedari dulu lulus SMA dan keinginannya memasuki universitas yang di impikan nya. Namun semuanya tidak mungkin. Selain dulu tidak berani memintanya pada Helena, apa lagi sekarang yang sifat bundanya berubah seratus derajat. Semua mimpi Cleona harus terkubur.