Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
28


__ADS_3

Raymond menyandarkan punggunya kebelakang soffa kediaman Cleona. Sambil menunggu Cleona mengganti pakaiannya. Terdengar notif pesan dari handphone nya. Raymond membukanya, dia tersentak kaget saat melihat pesan tersebut. Raymond melupakan sesuatu selain dia ingin merebut perusahaan papah nya di tangan Helena tujuannya pulang ke Indo adalah mencari Chelin adik dari Gerald sahabatnya dia semasa kuliah di L.A.


"Oh.. Shit! " kini kepala Raymond terasa mau pecah masalah demi masalah menghampiri nya.


" Bagaimana bisa aku melupakan tentang Chelin " Raymond mengepalkan tangannya. Kini terdengar suara langkah kaki mendekati nya.


" Ka Ray.. " Cleona tersenyum ke arah Ray. Raymond membalas senyumnya dan menghela nafasnya.


" Ka Ray kenapa? ko terlihat pucat" ucapnya melihat ke arah Ray yang mukanya terlihat pucat pasi seperti sedang sakit.


Bagaimana ini?, batinnya resah bagaimana bisa dia melupakan masalahnya tentang Chelin dan sumpahnya pada Gerald. Cleona terdiam di samping Ray memperhatikan pria yang kini jadi pacarnya. Sekali lagi Raymond memastikan isi pesan tersebut bahwa Chelin kini berada di Bali. Perasaan Raymond semakin gusar entah apa yang harus di lakukan nya.


"Cleo.. aku akan pergi " ucap lirih Raymond pada Cleo.


Deg! Hati Cleo terasa di cubit mendengar perkataan Raymond yang lirih seolah akan meninggalkannya.


" Maksud ka Ray gimana? a.. aku ga ngerti maksud nya pergi " ucap Cleona menelan salivanya dan menahan airmata nya. Bagaimana tidak ucapan Raymond seolah menunjukkan akan meninggalkan dirinya.


" Kamu salah paham Cleo! aku tidak bermaksud meninggalkan mu aku tetap berjanji akan menikahi mu apa lagi itu adalah wasiat dari papah" ucapnya pada Cleona.

__ADS_1


Cleona terdiam.


"Apa aku boleh tau ka Ray mau pergi kemana? " ucap Cleona.


"Aku mau menjemput seseorang Cleo " ucapnya.


" Apa dia seorang wanita? ".


Deg! Raymond terdiam tanpa kata menggambarkan bahwa prasangkanya benar.


" Baiklah ka tidak masalah " Cleona terpaksa tersenyum, dan menyembunyikan prasangka nya.


" Terimakasih kamu sudah mempercayaiku Cleo.. " ucapnya.


Waktu terasa lama karena setelah pembicaraan Ray yang akan pergi. Diantara mereka tidak ada yang mengeluarkan pembicaraan, suasana menjadi hening. Sampai akhirnya Ray memutuskan untuk pulang.


" Cleona.. aku pulang dulu " ucap Ray. Raymond mengecup kening Cleona tapi kini rasanya sungguh menyayat. Cleona tau kecupannya menandakan perasaan yang mendalam. Namun rasanya berbeda. Perasaan Cleona kini terasa gusar bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi pada Raymond.


Kini Cleona sendiri di kediaman nya, setelah kepergian Raymond. Terdengar suara langkah kaki menghampiri nya terlihat Leon kakanya pulang.

__ADS_1


"Kamu dari tadi sendiri? " ucap Leon.


" Tadi ada ka Ray disini tapi sekarang udah pulang " ucap Cleona. Leon duduk di soffa sebrang adiknya.


" Kamu kenapa Cleo? " ucap Leon yang melihat Cleona sedari tadi menunjukan tatapan kosong.


" Apa kamu mikirin Ray? bukannya baru saja Ray dari sini, kebangetan ya kamu perasaan mu sama si Raymond sungguh luar biasa, awas ujung-ujungnya malah kekecewaan yang kamu dapat " ucap Leon.


" Hmmm, ko kaka doanya jelek banget sih.. " ucap manja Cleona pada kakanya.


Hufffft...!


" Sudah, lupakan.. " Leon mengusap kepala adiknya dan pergi ke arah kamarnya.


" Gak.. jelas banget ka Leon" Cleona pun pergi ke arah kamarnya.


"Kenapa aku lupa terus meminta no ka Ray sih jadi sewaktu-waktu dia pergi aku bisa menghubungi nya ".


Hufffft!

__ADS_1


" Sebaiknya besok aku tanya ka Leon deh " Cleona membenahi bantalan untuk tidur dan menarik selimutnya.


__ADS_2