
Didalam kamarnya Cleona marah-marah sendiri dan merasa kesal pada kaka nya itu.
“Jahat banget sih ka Ray wajah ganteng muka dingin tapi bejad "
Terdengar suara handphone cleona berdering..
Cleona menerima panggilan nya.
Halo Cleo ini aku Agraa..
Maafin aku Cleo aku bener bener khilaf..
Cleona merasa bingung dengan perkataan yang di ucapkan Agraa.
Maksud kamu apaan sih Agraa? aku ga ngerti
Aku tunggu di caffe sekarang, biar aku jelaskan semuanya.
Agraa menutup telepon nya.
Cleona pergi menemui Agraa di Caffe yang sering dia datangi bersama teman-temannya. Sesampainya Agraa menceritakan semua kejadian yang terjadi Semalam.
Plakkkkk!..
Cleona menampar Agraa.
"Kamu Keterlaluan tau ga? "
__ADS_1
" Aku bener-bener khilaf.. aku sayang kamu ga mungkin aku jahatin kamu. Semua karena pengaruh dari alkohol " ucap Agraa meyakinkan Cleona.
" Jangan bawa bawa sayang deh kalo kamu sayang aku, ga mungkin kamu segila itu" Cleona menangis mendengar pengakuan dari Agraa.
"Aku benci sama kamu Agraa, lebih baik kamu jauh jauh dari aku" ucap Cleona sambil mengusap air matanya. Agraa pergi meninggalkan Cleona sendiri dan pergi menaiki mobilnya.
"Apa yang aku lakuin? aku nampar ka Raymond padahal dia yang menolongku " Cleona merasa bersalah karena telah menampar Ray dan memfitnah nya.
Cleona pergi meninggalkan caffe dan bergegas memesan taxi.
Sesampainya di rumah
" Ka Ray..!" Cleona memanggil Ray dan masuk ke dalam kamar nya terlihat Ray sedang duduk di kursi yang berada di kamarnya.
"Apa..?" ucap dingin Ray
"Ka Ray, aku bener-bener minta maaf pada ka Ray. Aku ga mendengar penjelasan ka Ray malah langsung menampar kaka gitu aja. Lagian kenapa tadi ka Ray ga langsung aja jelasin sih? malah diam aja"
Gua terdiam karena gua juga merasa bersalah semalam udah cium lu Cleo, bati Ray.
Cleona pergi keluar kamar Raymond dan kembali sambil membawa air es dan sebuah kompresan. Dirinya mendekati Raymond dan mulai mengompres memar pada wajah kaka nya itu.
"Biar aku sendiri..! " Ray mencoba merebut saputangan yang dipake Cleona untuk mengompres lukanya.
" Udah diem deh ka biar aku aja, ini kan salahku" ucapnya dan melanjutkan mengompres memar pada Ray.
"Ahhh.. pelan pelan dong! " ray merasa kesakitan. Raymond memegang tangan Cleona yang sedang mengompres lukanya itu. Cleona menatap ke arah pria tersebut dan melihat memar yang didapatnya.
__ADS_1
Ka ray meski mendapat kan banyak luka kaya gini, tetap kelihatan ganteng banget. Aku jadi merasa bersalah udah nampar ka Ray. Pasti tambah sakit kan lukanya karena tamparan ku tadi, batinnya dan terus memperhatikan Ray.
"Cleona, heloo... cleoo!, kenapa melamun gitu? sakit nih dari tadi kamu cuma neken memar yang bagian itu doang ngelamunin apaan sih? "
"Ahh.. maafin aku ka" Cleona tersadar dari melamunya, dan melihat tangannya kini menekan di bagian memar wajahnya. D
Cleona merasa kaget dan langsung menarik tanganya.
"Nihh..! biar ka Ray sendiri yang kompres" dia menyodorkan wadah yang berisi air kompresan nya pada Ray.
Cleona pergi meninggalkan kamar Raymond dan kembali menuju kamarnya.
"Ada apa sih sama cleona?, tadi dia sendiri yang semangat sekarang malah pergi gitu aja" ucap Ray. Kini Ray mulai mengobati lukanya sendiri.
Didalam kamarnya Cleona, dia sedang bergelut dengan perasaan nya sendiri.
"Setiap aku di samping ka Ray kenapa aku jadi salting terus, kenapa cinta pertamaku harus sama ka Ray? dia itu udah seperti kaka aku sendiri. Sadar cleona sadar...sadar...sadar" ucapnya sambil menepuk nepuk pipi nya. Cleona merasa perasaan nya pada Raymond adalah perasaan yang salah.
***
Cleona melangkakan kakinya keluar dari kamarnya dan melihat Raymond sudah terlihat rapih.
"Kaka mau kemana?".
"Antar berkas ke kantor " ucapnya sambil menggenggam tas berwarna hitam yang di jinjing nya.
"Kamu diam dirumah..! dan jangan kemana mana sebelum aku kembali oke!, kalau gitu aku pergi dulu ingat apa yang aku katakan..!" ucap nya tegas.
__ADS_1
"Iyaa iya.. aku ngerti ka Ray aku ga akan keluar rumah sebelum ka Ray pulang nanti".
"Good! kalo gitu aku pergi dulu" Raymond meninggalkan Cleona dan kediamanya.