Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
~Membuntuti ~


__ADS_3

Perasaannya, masih terlihat gusar di depan kedua orang tuanya, dan kakaknya. makanan di depannya tak sesuap pun di sentuh nya. Cleona masih penasaran dengan Raymond yang terlihat di video.


Siapa perempuan itu? dalam hatinya bertanya - tanya. Perempuan yang tidak jelas terlihat di video membuat perasaan nya tak menentu. Cleona berdiri dari tempat duduknya.


"Mau kemana kamu Cleo? " ucap Wulan.


" A.. aku ada urusan mam" jawabnya, terlihat lirikan Leon kakaknya. Mungkin di benaknya terpikirkan adiknya yang selalu gusar, mungkin kali ini Cleona mendapatkan jawaban atas kepergian calon suaminya itu, mungkin itu yang sedang di pikirkan kakaknya.


Cleona berjalan ke kamarnya, mengganti pakaiannya, dan membawa tas tenteng nya. Dengan tergesa-gesa dirinya pamit pada keluarganya. Waktu berjalan, Cleona menemui Agraa di sebuah caffe. Sesampainya di sebuah caffe Cleona menghampirinya, dan duduk satu meja bersama sahabatnya itu.


"Kamu yakin mau mengikuti Ray? " ucapnya.


" Ya aku yakin " ucapnya karena ingin memastikan semuanya.


" Baiklah terakhir aku melihat Ray di sebuah mall" ucap Agraa.


Cleona dan Agraa bergegas pergi menuju tempat yang Agraa maksud. Sesampainya belum sempat turun dari mobil sahabatnya. Cleona melihat Raymond keluar dari mall.


"Itu ka Ray? " ucapnya.


Cleona melihat Ray menggandeng seorang wanita. Wanita muda yang terlihat seumur dengannya. Cantik, manis terlihat berbeda dengan Yuuna, itu yang di pikirkan Cleona. Cleona dan Agraa bergegas mengikuti mobil Raymond. Kini Ray berhenti di sebuah rumah sakit. Hatinya terus bertanya-tanya ada apa Raymond berhenti di sebuah rumah sakit.

__ADS_1


Apa ka Ray sakit? Cleona masih meyakinkan dirinya, bahwa Raymond dan perempuan itu tidak memiliki hubungan apapun. Cleona bergegas turun dari mobil sahabatnya.


"Cleo biar aku tunggu dalam mobil" ucap Agraa tersenyum ke arah dirinya.


"Baiklah.. " Cleona membalas senyuman sahabatnya. Cleona berjalan mengikuti Ray dan gadis tersebut. Sesekali Cleona bersembunyi agar tidak diketahui Ray bahwa dia mengikutinya. Kini Raymond tiba di sebuah ruangan dan memasukinya. Selang beberapa menit mereka memasuki ruangan. Cleona berjalan mendekat ke arah ruangan tersebut.


"Ini kan ruangan untuk cek kehamilan " ucapnya. Cleona semakin penasaran Cleona mencoba mendekatkan telinganya, ingin mendengarkan percakapan mereka.


" Kamu sedang apa? " Cleona di kaget kan seorang salah satu satpam penjaga rumah sakit. Cleona tersentak kaget dan bicara terbata-bata.


" A.. a.. aku lagi menunggu teman pak" ucap Cleona.


" Sebaiknya kamu tunggulah, di kursi ruang tunggu " ucapnya sambil melirikan matanya ke arah kursi tunggu rumah sakit.


" Baik pak" ucap Cleona dan berjalan ke arah tempat duduk yang di maksud satpam tersebut.


"Kesal aku kan jadi ga bisa mendengarkan pembicaraan mereka" gerutunya.


Terlihat handle pintu bergerak diiringi pintu ruangan terbuka. Cleona menundukan dirinya agar tidak diketahui. Cleona mendengarkan dengan seksama apa yang mereka bicarakan.


Pembicaraan Raymond dan Chelin

__ADS_1


"Ka Ray.. " ucap manja Chelin. Raymond mengusap kepala Chelin dan mengusap bulir bening yang keluar dari matanya.


" Jangan menangis.. dokter bilang kandungan mu baik-baik saja" ucap Raymond pada Chelin.


"Kak Ray.. aku pengen makan mangga muda " ucapnya.


" Baiklah, sekarang kita mencarinya sambil pulang " ucapnya. Chelin tersenyum ke arah Raymond.


"Terimakasih papih Ray.. , baby yang ada di perutku bergetar. Mungkin ingin mengucapkan terimakasih untuk papihnya yang tampan" ucapnya pada Raymond. Raymond membalas ucapannya dengan senyuman.


Selepas kepergian Raymond. Cleona masih diam membeku di kursi tunggu rumah sakit. Nafasnya tercekat melihat apa yang telah dilihatnya, perasaan kecewa kini melingkupinya, airmata yang di tahannya berderai begitu saja mengiringi perasaan kecewanya.


Aku harap apa yang aku lihat salah, tapi... siluet tubuhnya.. suaranya.. begitu nyata, bahkan mencoba mencubit diri sendiri terasa sakit. Semuanya nyata, gumamnya. Cleona berjalan dengan lemas menghampiri mobil sahabatnya. Airmata tak bisa di bendungnya semakin deras membanjiri pipinya, membuat sahabatnya memiliki banyak pertanyaan.


"Apa kamu baik-baik aja? " ucap Agraa yang melihat Cleona terlihat lemas. Cleona duduk di samping nya dan terus berderai airmata. Dirinya menghiraukan perkataan sahabatnya. Agraa melajukan mobilnya ke kediaman Cleona, sesampainya.


" Cleo... kamu bisa menceritakan apapun padaku.., aku akan selalu ada buat kamu" ucapnya melirik ke arah Cleona yang masih terduduk. Cleona membalas dengan senyuman.


"Iya terimakasih Agraa " ucapnya sambil menuruni mobil sahabatnya. Cleona tersenyum ke arah Agraa, walaupun airmata terus berderai.


" Sekali lagi terima kasih Agraa " ucapnya. Agraa meninggalkan kediaman Cleona.

__ADS_1


__ADS_2