
Avandy menceritakan pada Raymond bahwa Cleona adalah calon istrinya. Yang di wasiatkan oleh almarhum ayahnya Raymond, sebelum meninggal.
Dan jika Raymond menikahi Cleona semua harta warisan ayahnya, akan beralih nama atas dirinya Raymond Adyastha Ganendra.
"Coba jelaskan pada Ray bunda?" ucap Raymond sambil menutup kedua mukanya dengan tanganya.
Helena hanya terdiam.
"Bunda tau semua ini tapi bunda malah mengusir Cleo? atau bunda ga mau semua harta papah jatuh pada tanganku begitu kan bunda? "
" Apa maksudnya mengusir Cleona helena?" ucap Avandi marah pada Helena.
"Apa orang tua Cleona tau dia sudah pergi dari rumah ini?"
Avandy tidak habis pikir karena Helena telah mengusir Cleona dari kediamannya.
"Coba kamu cari cleona Raymond, dia calon istri kamu yang sudah papah mu wasiatkan" ucap avandi menepuk pundak Raymond.
"Hufffft..!, itu saja yang mau Om bicarakan ".
Avandy pun pulang dari kediaman Raymond dan Helena.
"Ray kecewa sama bunda, aku tidak akan pernah memaafkan bunda jika sampai terjadi apa-apa pada Cleo" ucap Raymond sambil meninggalkan Helena di ruang tamu.
****
Apartemen Ambar
__ADS_1
Cleona berdiri melamun di kaca jendela apartemen milik temanya itu. Cleona menatap ke arah langit yang terlihat gelap dan hitam yang hanya diterangi cahaya bulan dan ribuan bintang. menggambarkan keinginan Cleona. Dia yakin bahwa di dalam hidup nya yang gelap akan ada setitik cahaya dan banyak harapan.
Terdengar suara langkah kaki yang menghampirinya. Cleona menoleh kan wajahnya dan sudah berdiri Agraa yang tepat berdiri di samping nya.
"Kamu datang kesini Agraa ?" ucapnya
sambil kembali menatap ke arah luar jendela.
"Langit nya indah kan?" ucap cleona.
"Ya seindah kamu Cleo.. "
" Apa? maaf aku ga terlalu mendengarkan"
Cleona tidak mendengarkan ucapan Agraa karena asyik melihat langit.
"Aku harus cari pekerjaan".
"Mau aku bantu Cleo" ucap Agraa.
"Aku mempunyai kenalan yang memiliki caffe.. kalo kamu mau.. besok aku bisa antar kamu kesana "
" Benarkah?" Cleona terlihat senang karena akhirnya ada yang bisa membantunya, dan ini menjadi awal kehidupannya untuk mandiri. Ambar melangkah kan kakinya mendekati Agraa dan Cleona.
"Kamu yakin mau kerja?" ucap Ambar pada Cleona.
"Iya yakin masa aku harus merepotkan kamu terus sih" ucapnya.
__ADS_1
Ambar tersenyum pada Cleona.
"Makasih banyak ya Ambar kamu selalu bantu aku.."
"Iya zayank..., jangan sering-sering minta maaf. Aku ga merasa di repotkan" ucap Ambar mencubit pipinya.
"Kamu juga Agraa makasih banyak udah mau jadi sahabat aku" Cleona meneteskan air matanya.
"Aku jadi ga merasa sendirian lagi" ucap nya pada kedua sahabatnya.
"Cup.. cup.. cup! jangan sedih sedih dong aku jadi ikutan sedih nih" ucap Ambar.
"Ya udah besok aku jemput kamu disini, sekarang aku harus balik udah malem juga. Ga enak aku disini cowok sendiri, di temani dua cewek "
"Gapapa juga sih kalo kalian ga keberatan aku tidur disini"
Hahahaha...!
Ucap Agraa sambil tertawa dan beranjak dari sofa yang dia duduki.
"Udah sana pulang kau...! " pekik Ambar.
"Iya... aku balik dulu kalo gitu.."
"Iya hati-hati Agraa.. " ucap Cleona dan Ambar.
Agraa pun pergi meninggalkan apartemen milik ambar. Cleona dan Ambar berjalan ke arah kamar dan bergegas untuk tidur.
__ADS_1