Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
16


__ADS_3

Suara alarm terdengar di kamarnya Cleona.


Raymond terbangun dan tersadar bahwa semalam dia berbincang sangat lama dengan Cleona. Hingga membuatnya tertidur di kamar Cleona. Raymond melihat Cleona yang masih tertidur lelap. Raymond menatap ke arah wajahnya yang terlihat cantik saat tertidur.


Ray mendekatinya dan mencium kening Cleona. Cleona terbangun dan melihat Raymond sudah berada tepat di depannya. Jantung cleona berdegup kencang.


Ray melihat ke arah Cleona yang tidak bergeming.


Ray membalikkan badannya sehingga sekarang posisi nya berada di atas Cleo.


"Ka Ray tunggu..! " ucap cleona


Raymond menghiraukan ucapannya.


Raymond mulai mencium lembut bibir mungil Cleona inci demi inci Raymond menikmatinya.


" Kamu tidak akan menolak kan Cleo? " bisik Raymond pada Cleona.


Raymond pun kembali mencium Cleona kini tangan Raymond meraba masuk kedalam baju Cleona. Tubuh Cleona gemetaran hebat karena ini adalah kali pertamanya dia merasakan yang hal yang seperti itu. Raymond mencoba membuka baju Cleona belum sempat Raymond melakukannya.

__ADS_1


"TUNGGU KA RAY ..! " teriak cleona pada Raymond, dengan suara nya yang bergetar.


Raymond terhenti dia melihat Cleona meneteskan airmatanya. Raymond kaget dan terbangun. Raymond menyelimuti seluruh tubuh Cleona menggunakan selimut dan memeluknya.


"Maaf..!, maafkan aku Cleo " ucap Raymond menyesal dan sedikit kecewa. Terdengar jauh dari kamar Helena bunda Raymond memanggil.


Raymond beranjak dari ranjang Cleona.


"Maafin aku cleo.." ucap Raymond sambil mencium kening Cleona dan pergi ke arah luar kamarnya. Cleona pun terbangun dan membereskan dirinya. Setelah selesai melakukan kegiatan rutin nya. Cleona memberanikan diri untuk keluar rumah.


Terlihat bunda dan Raymond berada di meja makan. Cleona pun mendekat ke arah mereka. Masih terlihat muka bunda yang terlihat ketus. Cleona melirik ke arah Raymond yang sudah terlihat rapih memakai stelan kantor dan memakai jas berwarna abu abu membuat Raymond terlihat sangat tampan dan cerah.


Raymond berdiri dari meja makan dan menghampiri Cleona. Raymond mencium pipi Cleona didepan bunda nya itu.


"Kamu hati hati di rumah sayang.." ucapnya.


Deg! Cleona diam membeku seperti patung tidak berani mengeluarkan satu patah kata pun. Terlihat muka Helena yang sudah terlihat murka pada Cleona.


Raymond pun pergi keluar rumah, dan pergi mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Kini didalam rumah hanya ada Cleona dan Helena.


"Biar aku yang bereskan bunda" ucap Cleona pada bundanya. Cleona membereskan semua sisa makanan yang ada di meja makan. Setelah selesai Cleona pergi menuju kamarnya dan melihat Helena sudah berada di depan kamarnya .


Deg! " Ada apa bunda?" ucapnya pada Helena sambil menundukkan kepalanya.


Plakkkk...! sekali lagi Helena menamparnya.


Kini Helena mengacak acak kamar Cleona. Helena menyuruh Cleona pergi dari kediamannya.


"Bunda.. kalau aku mempunyai salah aku minta maaf, maafin aku bun" ucapnya sambil memohon pada Helena.


"Jangan usir aku ya bunda, aku mohon.."


Cleona terus memohon pada Helena. Namun bunda nya itu udah tidak perduli lagi padanya.


"Kamu harus pergi sekarang juga... " ucap nya.


Ini semua pasti karena perlakuan ka Raymond di depan bunda, batinnya. Cleona terduduk dibawah tempat tidur nya sambil membungkukan badannya. Kini Helena melangkahkan kaki nya keluar dari kamar Cleona.

__ADS_1


__ADS_2