Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
37 Menyembunyikan perasaan 01


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Kleona...


“Mau aku temenin?” Zhe mengedipkan matanya ke arah Kleo yang sudah turun dari mobilnya.


“Tidak usah,,, aku baik-baik saja” Kleo melenggang pergi meninggalkan Zhe. Sesampainya di apartemen ia langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.


Hari-hari pun berlalu, Kleo melewati hari-harinya, seperti biasa mengikuti kuliah dan belajar. Ia habiskan waktunya untuk mengejar impiannya, tak banyak juga teman-temannya, cuma ada beberapa yang dekat dengannya, terutama Zhe yang sekarang menjadi sahabatnya.


“Sedang apa sayang,,, ” bisik Zhe pada Kleo.


“Apaan sih Zhe,,, berhenti kebiasaan mu menggoda” ucap kesal Kleo. Kini Zhe duduk disamping Kleo, yang sedang menggenggam satu gelas es jeruk ditanganya.


“Mau aku antar pulang?” ucap Zhe.


“Oke.”


“Tunggu.., tunggu” Zhe menghabiskan es jeruk yang masih berada di genggaman tangan Kleona.


“Ayo,,,” lanjut Zhe melenggang pergi mendahului Kleona. Kleo menghela nafasnya, dan menyusul Zhe yang mendahuluinya pergi.


“Ayo naik,,,” seru Zhe sambil memasang helm di kepala nya. Kleo mengerutkan dahinya, “Kemana motor mu Zhe?” tanya Kleo berjalan mendekat ke arah Zhe.


“Hari² ini, aku lebih suka memakai motor karena terasa bebas” ucap Zhe. Zhe mengambil helm yang lain dan memakaikannya pada Kleona. Ditengah perjalanan Zhe menghentikan motornya, di depan sebuah market.


“Kamu tunggu dulu,,,” ucap Zhe turun dari motornya, dan masuk kedalam sebuah market. Beberapa menit kemudian, “pegang ini” Zhe memberikan jinjingan kantong plastik ke tangan Kleo.


Kleona mengintip isi jinjingan dan menggeleng sedikit kepalanya.


“Kamu itu seperti bocah,,,!” teriak Kleona.


“Karena seperti bocah itu lebih menyenangkan” sahut Zhe yang sedang mengendarai motor ninja hitamnya.


Sesampainya di apartemen Kleona, Zhe langsung merebahkan dirinya di atas soffa ruang tamu milik Kleona, Kleona hanya menghela sedikit nafasnya melihat kelakuan sahabat baru nya itu. “Ayo bangun,,” Kleona kini duduk di soffa single yang bersebelahan dengan Zhe.

__ADS_1


Terbesit didalam pikiran Kleona, tentang diri Ray, bagaimana kabar ka Ray sekarang? aku bener-bener kangen sama ka Ray, batinnya.


Zhe kini terbangun, dan melihat Kleona yang sedang terhanyut dalam lamunan nya.


“Zhems Ezra, kamu apaan sih! kaget tau” pekik Kleo yang melihat Zhe kini menatap tepat beberapa centi di hadapannya.


“Serius banget melamunnya mikirin apaan sih, kalo mikirin pa Bambank si dosen kiler tiba-tiba menjadi baik, itu imposible!. ” ucapan Zhe membuat Kleona kini tertawa terkekeh.


“Kali ini aku serius, kamu terpikirkan Raymond kan?. ” lanjut Zhe menunggu jawaban dari kleo.


“Ya,,,” ucap Kleona seraya memejamkan matanya. Terlihat Zhe kini terdiam, Zhe mengedarkan pandangannya.


Tidak ada yang bisa dimainkan, batin Zhe.


“Gimana,,, kalo kita, melakukan permainan?” ucap Zhe.


“Permainan seperti apa?”


“Kita kertas, gunting, batu aja deh yang menang boleh bertanya dan yang kalah harus jawab dengan sejujurnya. ”


Kini Kleo dan Zhe mulai memainkan permainan nya.


“Oke aku menang, aku langsung bertanya deh,, siapa pria yang membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama? ” tanya Zhe.


“Ka Raymond,,,” jawab Kleona.


“Aku menang lagi, siapa pria yang sekarang kamu cintai?”


“Ka Raymond,,,”.


Zhems Erza menghela nafasnya, karena didalam setiap kemenangannya dalam permainan, jawaban yang tak lepas dari Kleona terselip nama Raymond didalam jawabannya.


“Apa kamu sangat mencintai Ray?” ucap Zhe pada Kleona.

__ADS_1


Gue ga nyangka, ada cewek seperti Kleona dalam kehidupan ka Ray yang sangat tergila-gila mencintainya, yang gue tau cewek yang tergila-gila itu ngedeketin pria jika si cowoknya tajir melintir dan juga tampan, tapi tidak sedikit pun aku lihat dalam diri kleo, batin Zhe.


“Sekarang giliran aku deh yang bertanya, gak usah memainkan permainan terlebih dulu” ucap Kleona.


“Oke, okee,, kamu mau kasih aku pertanyaan apaan?” ucap Zhe seraya menyandarkan punggunya kebelakang soffa dan membuka salah satu camilan yang dibelinya tadi.


“Apa kamu pernah merasakan jatuh cinta? ” tanya Kleona.


“Of course, I have,, ”


“Apa kamu pernah berpacaran Zhe?.”


Zhe menghela nafasnya, “Mau bagaimana punya pacar, cinta yang sesungguhnya seperti apa juga aku tidak tau” ucap Zhe.


“Apa sekarang juga sama, tidak ada gitu,,, perempuan yang membuat kamu merasakan sesuatu,, ” tanya Kleona.


“Ada,,,” ucap Zhe seraya memandang Kleona.


“Siapa?, kasih tau dong apa perempuan nya satu kampus?” ucap antusias Kleona.


“Ya,, satu kampus”


“Apa wanita nya cantik?” ucap Kleona.


“Sangat cantik, benar-benar sangat cantik” ucap Zhe seraya terus memandang ke arah Kleona.


Bagiku, tak masalah mencintaimu dalam diam. Selama kamu masih bisa kulihat dan kurasa itu cukup, batin Zhems Erza.


Kini di dalam hati Zhe tumbuh benih cinta, perasaan yang muncul begitu saja setelah kehadiran Kleona. Namun Zhe lebih memendam perasaannya, karena bagi dirinya, rasa cintanya pada Kleo baru saja muncul dan masih seumur biji jagung.


“Apa kamu tidak merasa bosan Euna?, ga kuliah,, pulang, bobo, kuliah lagi,,pulang lagi,, ayo kita jalan” ucap bosan Zhe.


“Jangan mengubah nama orang seenaknya Zhe..!” ucap Kleona.

__ADS_1


“Ya,,, gapapa itu panggilan sayang aku untuk kamu” ujarnya seraya menutupi wajahnya, dengan jaket abu favorit nya.


Sayang ya,, batin Zhe seraya tersenyum dibalik tutupan jaketnya itu.


__ADS_2