
"Pagi cleona.." Raymond tersenyum pada Cleona. Membuat perasaan Cleona merasa di sayangi dan merasa tidak sendirian. Cleona berjalan ke arah Ray yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Ka Ray...Hmm.. mm" dirinya terbata bata karena merasa malu pada pria yang berada di depannya.
"Maafin aku ka Ray sepertinya nya aku tidur sambil berjalan. Sampai tidur di kamar nya ka Ray..." Cleona menutup rapat kedua matanya merasa malu dan menunggu tanggapan dari kakanya itu.
Pffffttttt!... Ray menahan tawa nya melihat.
"Ngapain ka Ray ko malah ketawa?" Cleona memajukan sedikit bibirnya.
"Gapapa Cleo.. nanti malem aku bakalan kunci pintu kamar supaya kamu bingung mau kemana kalo tidur sambil berjalan lagi"
Hahahaha!, akhirnya Raymond tertawa lepas yang sedari tadi di tahanya.
"Jahat banget..! " Pekik Cleona padanya.
" Udah maaf deh.. ayo sarapan dulu" seperti biasa Raymond telah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Cleona.
Sesaat kemudian
Terdengar suara pintu terbuka.Cleona melihat Helena yang di panggil nya bunda sudah datang. Cleona merasa senang dan menyambutnya.
"Bunda, aku kangen.. " ucapnya sambil memeluk.
"Bunda juga kangen kamu .."
__ADS_1
Cleona terdiam, dibelakang bundanya itu di susul seorang wanita yang terlihat sangat cantik. Memakai blazer berwarna coklat rambut yang terurai panjang dan badannya yang tinggi seperti seorang model.
"Ray.. sini kamu nak..! " panggil Helena yang tak jauh dari Raymond.
" Ada apa bun?" Raymond melirik ke arah Helena.
"Kenalin ini Fairish Yuuna.. kamu masih ingat kan anak tante Sherli? Yuuna ini, teman kamu Semasa sekolah dasar dulu.
"Aku Yuuna..." ucapnya sambil tersenyum.
"Ya Yuuna aku ingat! aku Raymond " membalas perkenalan Yuuna.
"Beberapa hari ini Yuuna akan tinggal di sini!, bunda harap kamu bisa menemani Yuuna juga, karena mulai sekarang yuuna akan tinggal di kota ini. Sebelum Yunna mendapatkan tempat tinggal yang baru Yunna akan tinggal disini" ucap Helena. Yuuna pergi membereskan barangnya di kamar yang sudah Helena siapkan.
"Bunda siapa perempuan itu?" tanya penasaran Cleona.
"Biasa saja..." Raymond merasa kesal pada bunda nya itu karena mencoba menjodohkan nya dengan Yunna.
"Jangan coba jodohin aku dengan siapapun bunda..! " ucap Raymond.
"Ray kamu itu udah waktu nya mencari calon istri di usiamu yang sekarang, benarkan Cleo? bujuk kaka mu itu supaya mau mendengarkan bunda" Cleona terdiam mendengar perkataan bundanya itu.
Gimana aku bisa bujuk ka Ray, aku jatuh cinta sama ka Ray berat rasa hati kalo harus aku yang bujuk, batinnya.
"Gimana Cleo? ko ga jawab!, bujuk kaka mu itu supaya cepet mau menikah ".
__ADS_1
"Iyaa bun.."
"Tchh... Berisik!..." decak kesal Raymond.
"Mau siapapun yang bujuk, aku tetep ga sudi di jodoh jodohkan, aku bukan anak kecil " ucap kesalnya. Raymond pergi meninggalkan Helena ke kamarnya, yang di susul oleh Cleona. Sesampainya di depan kamarnya Raymond. "Ka Ray aku ikut masuk ya.." Cleona masuk kedalam kamarnya Raymond.
"Ngapain?, mau bujuk aku supaya aku mau sama Yuuna?" pekik Ray pada cleona sambil menghempaskan badan nya ke atas ranjang dan menutupi wajahnya dengan bantal.Cleona mendekati Ray yang sedang berbaring dan membuka bantal yang Raymond pegang.
"Engga ko siapa juga yang mau bujuk ka Ray supaya mau sama ka Yuuna. Cinta kan ga bisa di paksain..." ucap Cleona.
"Lagian nih ya.. ka Ray meski pun ka Yunna cantik seperti model tapi mukanya jutek jadi terlihat seperti nenek lampir" ucap Cleona dan mengembangkan senyumnya.
Hahahaha..! Ray tertawa mendengar perkataan nya Cleona dan mengusap sambil mengacak rambut Cleona.
"Ka Ray ? ..."
"Ia apa Cleo ?"
"Ka ray sayang aku kan?"
"Tentu saja, kamu itu satu-satunya adik ku" ucapnya.
"Makasih ka Ray, kalo gitu aku pamit mau istirahat ".
" Iya Cleo.. " ucap Ray.
__ADS_1
Meskipun sedikit merasa kecewa mendengar kata adik, namun cleona cukup merasa senang mendengar perkataan Ray. Cleona tersenyum ke arah Raymond dirinya pamit meninggalkan Ray dan kembali menuju kamarnya.