
Ada hal yang tidak baik² saja setelah pengkhianatan. Kenangan yang tak bisa terulang kembali, rasa sakit yang begitu menghujam dan kesedihan yang mendalam. Harap ku hanya satu, semoga semua akan berubah seiring waktu berjalan.
Kleona melamun didepan cermin tempatnya merias diri. Gaun navy berkilau yang membalut tubuhnya, riasan yang cantik di wajahnya, dan aksesoris berkilau yang memperindah dirinya, tak menutupi kesedihan didalam hatinya. Karena hari ini tepat pertunangan Ray dan Shelin akan diadakan.
“Kleona,,, apa kamu sudah siap?” teriak Wulan ibunya, terdengar dari luar kamarnya.
“Sudah bu,,, tunggu sebentar” sahut Kleona.
Kleona kembali menatap cermin, ia terus menggerakkan bibirnya, untuk belajar tersenyum menutupi kesedihannya. Kleona menghela nafasnya, ia mulai melangkahkan kakinya keluar kamar, ia tersenyum ke arah keluarganya, sambil terus berlatih agar tidak mengecewakan keluarganya di acara pertunangan mantan kekasihnya.
“Kamu sangat cantik Kleona, terus tersenyum manis,, tebarkan pesonamu, karena senyuman wanita itu no 1 yang bisa melelehkan setiap pria, siapa tau aja ada pria yang tulus nyantol sama kamu” ucap Leon.
“Kamu ada² aja Leon” ucap Wulan.
“Iya, apaan sih kakak ga jelas banget” ujar Kleona.
Wulan, Leon dan Kleona kini berangkat menuju hotel xx, tempat diadakannya pertunangan Ray. Didalam perjalanan Kleona masih terdiam tak bergeming dan menghiraukan Wulan dan Leon yang di sepanjang perjalanan terus berbincang. Kini mobil terhenti di parkiran hotel Kleona turun dari mobil dibarengi ibu dan kakaknya, belum sempat memasuki hotel tiba-tiba Kleona bergegas bersembunyi dibelakang punggung kakaknya.
“Ada apa sih sama kamu?” ucap Leon.
“Sttttttt,,, kakak diam aja” bisik Kleona.
__ADS_1
Seorang pria kini mendekat ke arah Kleona yang tengah bersembunyi.
“Euna,,, mau sampai kapan kamu menghindar?” ucap Zhems Erza yang sudah mengetahui Kleona yang tengah bersembunyi. Kleona menyeringai ke arah Zhems yang tengah berdiri di hadapannya. Wulan ibunya kini menukar pandang dengan Leon, memberikan isyarat.
“Ehm,, baiklah kakak dan ibu duluan EUNA... sebaiknya nanti kamu menyusul” ucap Leon. Wulan dan Leon kini melenggang pergi meninggalkan Kleona dan Zhems.
Apaan sih ka Leon ikut²an memanggil ku dengan sebutan itu, batin Kleona.
“Kenapa kamu menghindari ku?, apa karena ciu....” Kleona membekap mulut Zhems dengan tangannya, menghentikan perkataannya.
“Ayo kita cari tempat lain. ” Kleona mengedarkan pandangannya, dan melihat sebuah taman dan terlihat kursi kosong.
“Kita bicarakan disana,,,” lanjut Kleona seraya pandangannya menuju sebuah taman.
“Soal ciuman waktu itu aku minta maaf” ucap Zhems seraya menatap ke arah Kleona.
“Zhe,,, kamu tidak menyukai ku kan?, jika iya aku minta maaf tidak bisa membalas perasaan mu, aku tidak bisa,, mulai sekarang aku akan menjauh dari kamu, maafkan aku yang sempat memanfaatkan mu Zhe,,, ” ucap Kleona.
Menjauh?, batin Zhe resah saat mendengar Kleona akan pergi menjauh, Zhe mengepalkan tangannya.
Ha.. ha.. ha.. ha...!
__ADS_1
Zhems kini mulai tertawa terpingkal².
“Kamu sangka, aku menyukai mu?, sungguh naif, aku tidak menyukai mu lebih dari sahabat Kleona,,, untuk apa kamu meninggalkanku” ucap Zhe menutupi perasaannya.
“Jadi kamu tidak menyukai ku lebih dari itu kan?”. Kini terpancar senyum kelegaan dari Kleona.
“Tentu saja tidak,,,! apa yang kamu pikirkan, soal ciuman waktu itu karena kebiasaan ku dulu. Menghentikan kebiasaan mantanku jika menangis, karena jurus itu yang paling jitu” ucap Zhems.
Tunggu!, bukannya Zems pernah bilang ia belum pernah pacaran, batin Kleona.
Zems mengacungkan jari kelingking nya ke arah Kleona.
“Berjanjilah tidak akan menjauh dariku” ucap Zhems.
“Ya,, aku janji,,”. Jari kelingking mereka kini bersatu padu. Di malam yang gelap dibawah sinar bulan yang benderang, Zhems Erza menyembunyikan perasaannya kepada Kleona. Dia lebih takut kehilangan Kleona daripada mementingkan perasaannya.
“Apa kamu siap? melihat pertunangan Ray bersama Shelin” ucap Zhe.
“Entahlah Zhe, siap atau tidak aku harus menerima kenyataan bahwa Ray sekarang bukan milikku” ucap Kleona. Terlihat kesedihan yang amat mendalam terpancar dalam diri Kleona.
“Prepare your heart, calm your mind,,, sebagai sahabat, aku akan selalu ada membantumu” ucap Zhems.
__ADS_1
“Terima kasih banyak Zhems,,,” ucap Kleona merasa tenang, disaat perasaan nya gelisah kini ada seseorang yang menenangkan perasaannya.