
Kleo telah selesai mandi. Dia kembali ke kamarnya, dan memakai pakaian nya. Sedangkan Zhems Ezra/Zhe masih selonjoran di atas soffa Kleona.
Hufffft! bener-bener ya ini Zhe dia kira ini rumahnya apa, batinnya. .Melihat Zhe yang masih berbaring di atas soffa.
"Zhe memangnya kamu ga ada kelas" ucap Kleo dan menghampiri Zhe.
"Kamu juga hari ini bolos.. " ucap santai Zhe.
"Aku kan lagi sakit"
"Aku kan sahabat mu " jawab Zhe pada Kleo.
"Apa hubungannya, sahabat dengan kuliah?" ucap Kleo.
Zhe kini membangunkan badannya dan duduk menatap serius ke arah Kleona. Kleo mengerutkan alisnya.
"Kleo banyak yang bilang sahabat sejati itu bisa merasakan apa yang sedang sahabatnya rasakan, nah aku mau jadi sahabat sejati mu aku mencoba merasakan sakit mu, jadi aku malas kuliah " ucapnya. Kleona tertawa lepas mendengar perkataan dan penjelasan Zhe.
"Apaan sih kamu Zhe.." Kleona masih tertawa terkekeh, dan mengusap setetes bulir bening yang keluar dari matanya. Mungkin Kleo masih merasakan sakit hati namun kini sedikit terlupakan karena kedatangan Zhe.
"Kamu lapar tidak Zhe? " ucap Kleo. Zhe melirikan pandangan nya dan tersenyum.
"Kamu laper ya..?" ucap Zhe tersenyum.
"Kalo aku sih, ga terbiasa sarapan pagi tapi kalo kamu laper ayo kita pergi.. " ucapnya pada Kleo.
__ADS_1
"Pergi kemana Zhe? ".
"Kita cari sarapan.. " Zhe menarik tangan Kleo yang kini jadi kebiasaan nya. Kleo mengikuti Zhe dan menaiki mobilnya. Kini mereka tiba di sebuah taman dan menuruni mobilnya.
"Loh ini kan taman Zhe" ucap Kleo.
"Udah kamu ikut aja.. " Kleo mengikuti langkah Zhe. Kini mereka tiba di sebuah tempat makan kecil yang jualan bubur.
" Ayo.. dulu aku sering sarapan disini, bubur disini enak banget " ucap Zhe pada Cleona.
Kleona mengikuti Zhe dan duduk di salah satu kursi. Mereka memesan 2 porsi bubur ayam. Terlihat Zhe memang sepertinya sering ketempat ini, karena kedekatanya dengan pedagang nya terlihat akrab. Bubur pun kini siap di atas meja.
" Makasih ya pak.. " ucap Zhe pada penjual bubur.
" Ayo cobain.. " ucap semangat Zhe pada Kleo. Kleona pun mulai memakan dan mengecapnya.
Kebahagiaan yang sederhana, seperti nya selama ini Zhe ga pernah punya teman dekat, batin Kleona. Mereka pun selesai makan.
"Pak kami ikut disini dulu ya" ucap Zhe pada penjual bubur.
"Iya santai sajalah dulu" jawabnya.
Kleona mengerti kenapa Zhe tidak mau dulu pergi dan tetap ingin disini, pemandangan nya indah udaranya juga segar.
"Kleo..? " Kleona mengalihkan pandangannya, dan melihat Agraa berada tepat di hadapan nya.
__ADS_1
"Agraa, sedang apa kamu disini? " ucap Kleona.
"Aku terbiasa sarapan disini " ucap Agraa. Dia melihat ke arah samping Kleona dan melihat Zhe. Agraa duduk di kursi sebrang meja Kleo dan Zhe. Agraa terus menatap ke arah Zhe, sedangkan Zhe memasang wajah datarnya.
"Sebaiknya kamu menjauh dari Zhe" ucapan Agraa sontak membuat Kleo kaget.
"Hey.. hey apa maksud lo? " ucap kesal Zhe. Agraa mengalihkan pandangan nya entah rasa takut atau benci yang Kleo lihat dari raut wajah Agraa.
"Asal lo tau aja Kleo sekarang pacar gue" ucap tegas Zhe. Kleona menutup wajahnya tidak mengerti apa yang terjadi di antara mereka.
"Itu hanya omong kosong.. " ucap Agraa.
"Kalo lo ga percaya tanya aja sama Kleo" ucap Zhe. Agraa mengalihkan pandangannya pada Kleona. Awalnya Kleona ingin membicarakan yang sebenarnya tentang pacar bohongannya. Namun Kleo mengingat kembali Agraa yang menyukai nya, Kleo berbohong yang kedua kalinya karena dia tau bahwa Ambar yang sangat mencintai Agraa.
"Iya aku pacaran dengan Zhe" ucap Kleona. Kini terlihat Agraa yang sangat marah dan kesal padanya. Bagaimana tidak kesal selama ini dirinya menunggu Kleona. Agraa tidak mengerti hubungan Kleona dan Raymond seperti apa akhirnya. Sekarang yang tiba-tiba mendengar Kleona berpacaran dengan pria lain membuatnya geram. Kenapa lo ga sama gue aja kalo lo udah putus dengan Ray, batinnya.
Perempuan rendah, gumam Agraa. Kleona mengerutkan alisnya.
"Apa yang kamu ucapkan Agraa? " ucap Kleona.
"Perempuan rendah, murahan dan munafik" Deg! Kleona kaget mendengar ucapan Agraa dan hatinya merasa tercubit. Sahabat yang selalu baik padanya mengatakan kata-kata yang paling menyakitkan.
"Apa yang lo katakan sialan! " ucap marah Zhe pada Agraa.
"Udah cukup! ayo kita pergi Zhe.." ucap Kleona. Kleona dan Zhe pergi dari tempat tersebut pergi meninggalkan Agraa.
__ADS_1
"Kamu gapapa kan?, maafkan semuanya salahku " ucap Zhe.
"Ini bukan salah mu ko.." ucap Kleona. Zhe pergi mengantarkan Kleona ke apartemennya.