Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
26


__ADS_3

"Pilihan ada di kamu Cleo, mau pulang bareng kaka atau mereka?" ucap Leon.


"Cleona ikut kaka aja deh " bisik gadis itu pada kakanya.


"Maaf Agraa.. aku ga bisa pulang bareng kamu. Lagian aku ga mau menyakiti hati Ambar, dia mencintaimu jangan pernah buat Ambar sakit hati Agraa .. " ucapnya pada Agraa .


Cleona memasuki mobil Leon dan sengaja mengabaikan Raymond dan mengisengi nya.


Leon mengangkat bahunya, dan kedua tangannya seolah-olah mengejek Raymond dan Agraa. Agraa kembali ke arah mobil nya begitupun Raymond.


" Brengsek si Leon…! " pekik Raymond yang sangat terlihat sangat kesal.


"Dan apa apaan itu bocah ingusan, ikut ikutan juga" ucap Raymond. Raymond menjalankan mobilnya dan mengikuti mobil Leon.


"Hahahaha.... ****** lu Ray kesel kan lo" ucap Leon yang tertawa puas sambil mengendarai mobilnya.


"Puas banget ka Leon mengisengi ka Ray " ucap Cleo.


" Sesekali gapapa, lagian semasa SMA dulu aku sering begini dengannya. Karena si Ray punya temperamen yang sangat buruk. Kaka jadi lebih suka meng isengi nya" ucap leon pada adiknya. Sesampainya di kediaman.


Raymond menghampiri Leon dan Cleona. Raymond menarik kerah Leon dan hampir memukulnya.

__ADS_1


"Tunggu ka Rayyy …! " teriak gadis itu yang jantungnya hampir saja copot karena kaget dan takut.


Hahahaha! Leon tertawa semakin keras.


" Sory Ray, Cleona itu adik kandung gua.. " ucap leon pada Raymond. Raymond melepaskan tangan nya di kerah baju yang dipakai Leon.


Hufffft …!


"Serius lo.. kakak nya Cleo kenapa ga pernah cerita" ucap Raymond.


"Udah ayo masuk dulu" Leon mengangkat sebelah tangannya dan merangkul pundak Raymond mengajaknya masuk.


Cleona dan leon menjelaskan semuanya pada Raymond.


"Gimana Ray.. kapan kamu akan melamar cleona? "


Ehem..!" Aku ke kamar dulu deh mam " ucap Leon yang ga mau ikut campur. Leon berjalan ke arah kamarnya.


"Secepatnya aku akan melamar Cleo tante, kalo perlu ga usah ada acara lamaran dan langsung aja ke acara pernikahan" ucap Raymond pada Wulan.


Wulan pun tersenyum...

__ADS_1


"Bagus lah Ray tolong jaga Cleo keliatannya dia belum sepenuhnya terlihat dewasa " ucap Wulan.


"Aku pasti menjaga Cleo tante ", ucap Raymond pada Wulan.


" Ohh ya Cleona.. mamah sama papah harus keluar kota. Karena proyek papah mu akan di mulai besok, kamu baik-baik ya sama Leon".


"Iya mah .." ucap Cleona.


"Kalo gitu.. mamah balik ke kamar dulu kamu temani Ray ngobrol dulu. Pasti kalian sudah dekat kan kalian pernah satu rumah juga" ucap Wulan.


Wajah Cleona pun memerah, berbeda halnya dengan Raymond yang mempunyai tampang dingin. Raymond hanya menunjukkan senyum nya pada Wulan.


Wulan pun meninggalkan Cleona dan Raymond. Setelah kepergian wulan Raymond menarik tangan Cleona. Sampai posisinya sekarang berada di samping Raymond. Raymond menatap ke arah wajah Cleona dan mencoba mencium bibir nya.


"Ka Ray gimana kalo ada yang lihat? " ucap Cleona mencubit perut pria yang disampingnya tersebut. Raymond menghiraukan perkataan Cleona , dan meneruskan ciumannya. Raymond mencium bibir gadis tersebut dengan sangat lembut dan di hayati nya. Hingga membuat jantung Cleona berdegup sangat kencang.


Ray menggigit kecil bibir mungil Cleona dan melepaskannya.


"Ga ada yang liat kan sayang? "ucap Raymond membisikkan ucapannya ke arah telinga Cleona.


"Ini hukuman buat kamu tadi udah mempermainkan aku Cleona ".

__ADS_1


" Kalo gitu aku pulang dulu calon istriku" ucap Raymond pada Cleona. Raymond pun berpamitan pada orang tua Cleona dan meninggalkan kediamannya.


__ADS_2