
Raymond mengendarai mobilnya. Selama dalam perjalanan suara detak jantung Cleona yang berdegup kencang tak pernah berhenti. Rasa gugup dan tak sabar nya semakin memuncak.
Ka Ray mau membawaku kemana sih, batinnya.
Raymond menghentikan mobilnya, di depan sebuah rumah yang sangat sederhana namun terlihat hangat.
"Ayo turun Cleo..."
Gadis itu pun turun, dan melangkahkan kakinya mendekati rumah tersebut. Setelah sesampainya di dalam rumah gadis itu melihat dua orang paruh baya yang menyambutnya. Cleona menghentikan langkah kakinya. Kini mata nya tertuju pada wanita paruh baya yang berkerudung yang menatapnya. Di dalam hati gadis tersebut tau, bahwa wanita yang ada di hadapanya adalah sosok ibu yang dirindukanya selama enam taun itu. Wanita itu pun menghampiri Cleona.
"Cleona sayang....! "
Perasaan hati gadis itu pun sekarang bercampur aduk. Sedih , senang, bimbang, ragu namun rindu menjadi satu.
"mamah kangen kamu Cleo.."
Gadis itu berdiam diri membisu namun air matanya terus mengalir membasahi pipinya.
"Apa kamu ga kangen ibu mu ini?" ucapnya.
Gadis itu pun memeluk ibu nya.
"Aku kangen mah, aku kangen banget sama mamah papah, kenapa mamah ga pernah nemuin aku ?, apa mamah ga kangen aku?" Gadis itu pun banyak melontarkan pertanyaan pada orang tua nya itu.
__ADS_1
"Ayo duduk dulu Cleo..." ucap pria paruh baya yang menyusul mendekati.
"Papah...? kini gadis itu memeluk ke dua orang tua nya.
"Ayo Ray kita duduk dulu ..." ucap ayah Cleona. Raymon, Cleona dan kedua orang tuanya pun duduk di ruang tamu. Orang tua Cleona menjelaskan semuanya. Bahwa saat itu orang tua Cleona menitipkan Cleona karena permintaan Helena juga. Dan memang benar pada saat itu keluarga Cleona sedang mendapati masalah.
Karena orang tua Cleona sudah menyepakati perjodohan, semasa ayah dari Raymond masih ada. Jadi orang tua Cleona menitipkan Cleona supaya bisa mengenal dan semakin dekat dengan Raymond. Pikir orangtua nya Cleo.
"Jadi ka Ray itu calon suami aku mah?" ucap malu malu Cleona dan melirikan pandangannya ke arah Raymond.
"Iya sayang..! Ray adalah calon suami kamu". ucapnya.
"Cleona kamu tinggal disini ya sayang?"
"Iya mah ...."
"Maafkan bunda ya tante? dan maafkan aku yang ga bisa jaga Cleo " ucap Raymond pada Wulan ibu Cleona.
"Bukan salah kamu ko Ray..."
"Kalo gitu aku pamit dulu om, tante" ucap Raymond. Dirinya ingin memberikan waktu pada Cleona bersama orang tuanya.
"Iya Ray, terima kasih banyak... "
__ADS_1
"Iya sama sama, kalo gitu aku pamit dulu"
"Cleo... aku pamit dulu" ucap Raymond tersenyum ke arah Cleona.
Sebelum Raymond menapakan kaki nya ke luar rumah, Cleona memanggil nya.
"Tunggu ka Ray...! Cleona menghentikan langkah Raymond. Cleona berjalan ke arah nya.
"Makasih ka Ray, kejutannya yang sangat indah" ucap Cleona sambil menitikan bulir bening dari matanya.
" Ia Cleona istriku..." Raymond mencubit pipi Cleona.
"Apaan sih ka Ray, aku kan belum jadi istri ka Ray" ucapnya.
"Abis aku ga sabar kamu jadi istriku Cleo " ucap Raymond sambil mengembangkan senyumnya.
"Ya udah.. kalo gitu aku pergi dulu ya sayang, calon istri ku dan calon ibu dari anak anaku"
"Apaan sih ka Ray..." Cleona tersenyum bagi dirinya kejutan dari Raymond adalah kejutan terbesar baginya karena akhirnya Cleona bisa berjumpa kembali dengan keluarganya.
Raymond pun pergi meninggalkan kediaman Cleona mengendarai mobilnya. Gadis itu pun berbalik dan berjalan ke arah kedua orang tua nya.
"Ya udah kamu istirahat ya, mamah udah siapin kamar buat kamu" ucap Wulan dan menunjukkan senyum hangatnya.
__ADS_1
"Iya terimakasih mah.."
Orang tua Cleo pun berjalan ke arah kamarnya. Begitu pun Cleona berjalan ke arah kamar yang disiapkan oleh orang tuanya.